{"id":13776,"date":"2018-12-14T02:33:00","date_gmt":"2018-12-14T02:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/kodim0725.tni-ad.mil.id\/2018\/12\/14\/sosialisasi-rencana-tindak-darurat-bendungan-gondang\/"},"modified":"2024-01-31T07:20:48","modified_gmt":"2024-01-31T07:20:48","slug":"sosialisasi-rencana-tindak-darurat-bendungan-gondang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kodim0725.tni-ad.mil.id\/?p=13776","title":{"rendered":"SOSIALISASI RENCANA TINDAK DARURAT BENDUNGAN GONDANG"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div align=\"center\" style=\"text-align: center;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-language: IN; mso-themecolor: text1;\">Kamis, 13 Desember<br \/>\n2018 pukul 10.55 s\/d 12.40 bertempat di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati<br \/>\nSragen telah dilaksanakan Sosialisasi Rencana Tindak Darurat Bendungan Gondang,<br \/>\nsebagai penanggungjawab kegiatan Ir. Budhi Sucahyono, M.Si (Kepala Bagian<br \/>\nPengurus Sungai Bengawan Solo) diikuti sekitar 100 orang.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-language: IN; mso-themecolor: text1;\">Hadir dalam kegiatan<br \/>\ntersebut Poerwito BP (Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah), Eko Yulianto (Kepala<br \/>\nDinas PU Provinsi Jawa Tengah), Drs. H Juliatmono, MM (Bupati Karanganyar), Letkol<br \/>\nInf Muhammad Ibrahim Muchtar Maksum (Dandim 0727\/ Karanganyar), Letkol Kav<br \/>\nLuluk Setyanto,&nbsp;<a href=\"http:\/\/m.pm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"color: black; mso-themecolor: text1;\">M.PM<\/span><\/a>&nbsp;(Dandim<br \/>\n0725\/Sragen), AKBP Yimmy Kurniawan, SIk, MIK (Kapolres Sragen), Kompol Dyah<br \/>\nWuryaning Hapsari, SH (Wakapolres Karanganyar), Dedy Edriyatno, SE (Wakil<br \/>\nBupati Sragen), Ir. Budhi Sucahyono, M.Si (Kepala Bagian Pengurus Sungai<br \/>\nBengawan Solo), Perwakilan Kepala Dinas terkait di Kabupaten Karanganyar dan<br \/>\nSragen, Perwakilan Danramil dan Kapolsek jajaran Wilayah Kabupaten Karanganyar<br \/>\ndan Sragen, Perwakilan Kepada Desa dan perangkat Desa di Wilayah Kabupaten<br \/>\nKaranganyar dan Sragen.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-language: IN; mso-themecolor: text1;\">Dalam sambutannya <span style=\"mso-spacerun: yes;\">&nbsp;<\/span>Ir. Budhi Sucahyono, M.Si (Kepala Bagian Balai<br \/>\nPembangunan Daerah Sungai Bengawan Solo) meng Bendungan Gondang sudah<br \/>\ndilaksanakan sejak tahun 2016, dimana saat ini Progres pelaksanaannya sudah<br \/>\nmencapai 96 %. Direncanakan Waduk Gondang akan diisi pertengahan April tahun<br \/>\n2019 pada saat musin kemarau. Dalam acara Sosialisasi ini bertujuan supaya<br \/>\napabila terjadi kegagalan dalam bendungan maka ada beberapa daerah yang perlu<br \/>\ndiwaspadai dalam rangka Tindak Darurat. Dengan kapasitas penampungan air yang<br \/>\nbanyak pasti akan berpengaruh pada bangunan bendungan, sehingga daerah-daerah<br \/>\nyang perlu diwaspadai akan disosialisasikan dalam rangka mencegah terjadinya<br \/>\nkerusakan di daerah.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-language: IN; mso-themecolor: text1;\">Dedy Edriyatno, SE<br \/>\n(Wakil Bupati Sragen), Bahwa Bendungan Gondang akan diresmikan sebelum<br \/>\npelaksanaan Pilpres tahun 2019, yang mana bendungan itu juga memerlukan<br \/>\nantisipasi dari semuanya apabila memang nantinya Bendungan tersebut gagal,<br \/>\nkarena pasti dampaknya akan menjasi besar khususnya pada masyarakat. Dengan<br \/>\nmengucap Bismillah Waki Bupati Sragen selaku tuan rumah dalam acara telah<br \/>\nmembuka Sosialisasi Rencana Tindak Darurat Bendungan Gondang yang lokasinya<br \/>\nberada diantara Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sragen.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-language: IN; mso-themecolor: text1;\">Inti Sosialisasi yang<br \/>\ndi sampaikan oleh Ibu Wiryanti Indah Palupi,ST( Konsultan PT. Multi Merah<br \/>\nHarapan Jakarta) : Rencana Tindak Darurat (RTD) adalah suatu panduan yang<br \/>\nmemberikan petunjuk tindakan darurat yang harus dilaksanakan dalam wilayah<br \/>\nrawan terhadap bahaya akibat jika ada keruntuhan bendungan dan atau terjadinya<br \/>\nkeluaran air dari bendungan yang melebihi kapasitas tampung sungai di hilirnya.<br \/>\nKeadaan Darurat adalah suatu keadaan yang diperkirakan mempengaruhi keamanan<br \/>\nbendungan dan terjadinya keluaran air dari bendungan yang melebihi kapasitas<br \/>\ntampung sungai, sehingga diperlukan tindak darurat guna melindungi manusia dan<br \/>\nharta benda dibagian hilir bendungan. <span style=\"mso-spacerun: yes;\">&nbsp;<\/span>Maksud pembuatan Rencana Tindak Darurat adalah<br \/>\nuntuk menyiapkan panduan \/ petuniuk bagi petugas Pengelola Bendungan dan<br \/>\nInstansi Terkait untuk mengambil tindakan jika terjadi kondisi darurat<br \/>\nbendungan. Tujuannya adaIah memberi petuniuk yang sistematis, untuk mengenali<br \/>\nproblem-problem yang mengancam keamanan bendungan, mempercepat respon yang<br \/>\nefektif untuk mencegah terjadinya kerumuhan bendungan.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-language: IN; mso-themecolor: text1;\">Mempersiapkan<br \/>\nupaya-upaya untuk memperkecil risiko jatuhnya korban jiwa dan mengurangi<br \/>\nkerusakan property, bila terjadi keruntuhan bendungan.&nbsp;Saran supaya<br \/>\nmengamankan bendungan Gondang agar tidak terjadi kegagalan struktur bendungan<br \/>\ndengan meminimalkan kerugian jiwa dan harta benda penduduk yang bermukim pada<br \/>\ndaeruh yang berpotensi terkena resiko akibat kegagalan bendungan. Keadaan<br \/>\nDarurat pada Bendungan dan Hal-hal yang perlu diwaspadai adalah Bujan badai,<br \/>\nGempa bumi, Puting beliung dan Sabotase. <span style=\"mso-spacerun: yes;\">&nbsp;<\/span>Penyebab Kegagalan Bendungan dan Kegagalan<br \/>\nrembesan bisa terjadi karena Longsoran pada tubuh bendungan atau fondasi dan<br \/>\nKegagalan struktural, serta Kegagalan karena peluapan (overtopping). Upaya<br \/>\nmeminimalkan kemungkinan kondisi darurat adalah dengan melakukan pemantauan<br \/>\nkeamanan bendungan dengan alat pemantau keamanan bendungan, meliputi Peralatan<br \/>\nhidrologi dan klimatologi, serta Peralatan pemantau gerakan \/ pergeseran tubuh<br \/>\nbendungan Pemantau rembesan \/ bocoran.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-language: IN; mso-themecolor: text1;\">Secara umum Rencana<br \/>\nTindak Darurat meliputi dua kegiatan yaitu pengamanan terhdap bendungan dibawah<br \/>\ntanggunghawab pengelola Bendungan dan pengamanan terhadap masyarakat di Hilir<br \/>\nbendungan, dibawah tanggungjawab pemerintah daerah. Tugas dan Tanggungjawab Kepala<br \/>\nPengelola Bendungan dalam kondisi Darurat yaitu Memimpin langsung pelaksanaan<br \/>\noperasi, pemeliharaan dan pemantauan Bendungan pada keadaan darurat dan<br \/>\nMengundang\/menugaskan Ahli Bendungan untuk membantu melakukan pemeriksaan dan<br \/>\nevaluasi terhadap problem keamanan Bendungan yang muncul.&nbsp;Menetapkan<br \/>\nstatus kondisi darurat Bendungan dan dimulainya pelaksanaan RTD Bendungan<br \/>\nberdasarkan Iaporan pemeriksaan dan evaluasi dari Kepala Unit Pengelolaan<br \/>\nBendungan dan Ahli Bendungan dan menetabkan perubahan status kondisi Bendungan<br \/>\ndengan mempertimbangkan Iaporan pemeriksaan dan evaluasi dari Kepala Unit<br \/>\nPengeIoIa Bendungan dan Ahli Bendungan.&nbsp;Memberi pengarahan tindakan<br \/>\ntindakan tertent, seperti pembukaan dan penutupan pintu intake, perbaikan<br \/>\nterhadap kerusakan yang terjadi, dan tindakan Iain yang diperlukand dan<br \/>\nPenetapan area terbatas pada Bendungan saat keadaan darurat.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-language: IN; mso-themecolor: text1;\">Desa terdampak Banjir<br \/>\nmeliputi&nbsp; 5 Desa di 2 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar dan 26 Desa di 5<br \/>\nKecamatan di Kabupaten Sragen, sedangkan Jumlah penduduk terkena resiko<br \/>\nsebanyak 27.600 jiwa tersebar di wilayah terdampak.&nbsp;Waktu datang banjir<br \/>\ntercepat di Dusun Sudangan Desa Gempolan Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar<br \/>\nyaitu 25 menit, dengan kedalaman banjir 2 -3 m di pemukiman, sedangkan pada<br \/>\nbadan sungai kedalaman banjir mencapai 6 m.&nbsp;Waktu datang banjir pada titik<br \/>\nterjauh yaitu di desa Tangkil Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen adalah 15 jam<br \/>\ndengan kedalaman banjir 0 1 m.&nbsp; Waktu surut rata-rata di bagian hulu<br \/>\nadalah 15 jam. Sedangkan waktu surut rata-rata di Hilir&nbsp; adalah 25 jam,<br \/>\nterhitung sejak kejadian dampak.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-language: IN; mso-themecolor: text1;\">Tugas dan<br \/>\ntanggungjawab penyelamatan di Hilir Pemerintah Daerah meliputi Pemerintah<br \/>\nKabupaten dan Pemerintah Provinsi mengendalikan kegiatan pembinaan pembangunan<br \/>\ndaerah. BPBD mengkoordinir kegiatan penanggulangan bencana dan penanganan<br \/>\npengungsian. Penyiapan lokasi dan jalur pengungsian. Dinas Kesehatan melakukan<br \/>\npelayanan kesehatan dan medik termasuk obat-obatan dan para medis.&nbsp;Dinas<br \/>\nSosial, melakukan pelayanan kebutuhan pangan, sandang. Dan kebutuhan dasar<br \/>\nIainnya untuk para pengungsi.&nbsp; Dinas Pekerjaan Umum atau SDA, melakukan<br \/>\npemulihan pemulihan sarana dan prasarana.&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-language: IN; mso-themecolor: text1;\">Dinas Perhubungan<br \/>\nmelakukan pelayanan dan kebutuhan transportasi dan pengaturan jalur<br \/>\ntransportasi.&nbsp;Dinas Komunikasi dan Informasi melakukan pelayanan<br \/>\nkomunikasi dan informatika.&nbsp;Camat bersama Lurah, mengkoordinir masyarakat<br \/>\ndi wilayah masing-masing ke tempat yang aman.&nbsp; BMKG melakukan pelayanan<br \/>\nditeksi dini dan informasi cuaca\/meteorologi.&nbsp;TNI\/POLRI membantu dalam<br \/>\nkegiatan SAR, dan pengamanan saat darurat termasuk mengamankan lokasi yang<br \/>\nditingggalkan karena penghuninya mengungsi.&nbsp;Lembaga Non-Pemerintah seperti<br \/>\n: PMI, SAR, ORARIIRAPI, TAGANA, memiliki fleksibilitas dan kemampuan yang<br \/>\nmemadai dalam upaya penanggulangan bencana.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-language: IN; mso-themecolor: text1;\">Keadaan darurat pada<br \/>\nbendungan dinyatakan berakhir, jika bendungan dan bangunan penunjangnya sudah<br \/>\ndilakukan perbaikan seperlunya, tidak ada lagi gejala bahwa air waduk akan<br \/>\nberusaha keluar dalam jumlah yang cukup membahayakan, dan keadaan keseluruhan<br \/>\nbendungan telah dinyatakan cukup aman oleh Balai Bendungan.&nbsp;Apabila<br \/>\nbendungan sudah dinyatakan aman, maka Pengelola Bendungan dalam hal ini BBWS<br \/>\nBengawan Solo harus memberitahu ke Gubernur Jawa Tengah \/ BPBD Jawa Tengah,<br \/>\nbahwa bendungan telah berada dalam kondisi aman. <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-language: IN; mso-themecolor: text1;\"><br \/><\/span><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Hx9GUOAhBkQ\/XBMWRGZcLQI\/AAAAAAAA2Ow\/fTW2pxep0T0vYLTK6BvJ0ucxU4aImZnWwCLcBGAs\/s1600\/IMG-20181213-WA0005.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"853\" data-original-width=\"1280\" height=\"265\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Hx9GUOAhBkQ\/XBMWRGZcLQI\/AAAAAAAA2Ow\/fTW2pxep0T0vYLTK6BvJ0ucxU4aImZnWwCLcBGAs\/s400\/IMG-20181213-WA0005.jpg\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-language: IN; mso-themecolor: text1;\"><br \/><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis, 13 Desember 2018 pukul 10.55 s\/d 12.40 bertempat di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13777,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,9],"tags":[11],"newstopic":[],"class_list":["post-13776","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-sinergitas","tag-sinergritas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kodim0725.tni-ad.mil.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13776","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kodim0725.tni-ad.mil.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kodim0725.tni-ad.mil.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kodim0725.tni-ad.mil.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kodim0725.tni-ad.mil.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13776"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kodim0725.tni-ad.mil.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13776\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32681,"href":"https:\/\/kodim0725.tni-ad.mil.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13776\/revisions\/32681"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kodim0725.tni-ad.mil.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13777"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kodim0725.tni-ad.mil.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13776"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kodim0725.tni-ad.mil.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13776"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kodim0725.tni-ad.mil.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13776"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kodim0725.tni-ad.mil.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=13776"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}