Takut Jarum Suntik, Babinsa Mondokan Turun Tangan Tenangkan Siswa Saat BIAS

SRAGEN – Tangis dan rasa cemas menjadi hal yang cukup wajar bagi anak-anak saat berhadapan dengan jarum suntik. Kondisi itu terlihat dalam pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SDN Sono 1, Desa Sono, Kecamatan Mondokan, Sragen, Kamis (20/8/2026).

Melihat sejumlah siswa masih takut mengikuti imunisasi, Babinsa Koramil 14/Mondokan Serda Berlian Wahyu W tak hanya berdiri memantau. Ia mendekati para siswa, mengajak berbicara dan memberikan semangat agar mereka berani menjalani imunisasi.

Dengan pendekatan yang ramah dan bahasa sederhana, Serda Berlian berusaha menghilangkan rasa takut siswa. Anak-anak diberikan pengertian bahwa imunisasi hanya berlangsung sebentar dan penting untuk menjaga kesehatan.

“Jangan takut. Tarik napas, tenang, sebentar saja. Setelah selesai nanti sudah tidak perlu memikirkan jarumnya lagi,” ujar Serda Berlian sambil memberikan semangat kepada siswa.

Pendekatan tersebut membuat suasana yang semula tegang menjadi lebih cair. Siswa yang awalnya ragu akhirnya bersedia mengikuti arahan petugas kesehatan dan menjalani imunisasi.

Serda Berlian mengatakan, kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut bukan sekedar memastikan keamanan dan ketertiban. Menurutnya, anak-anak juga membutuhkan dukungan moral agar tidak takut ketika mengikuti kegiatan kesehatan.

“Anak-anak kadang hanya membutuhkan teman untuk membuat mereka berani. Kami berusaha memberikan rasa nyaman supaya mereka tidak takut dan kegiatan imunisasi bisa berjalan lancar,” katanya.

BIAS sendiri merupakan bagian dari pelayanan kesehatan bagi anak usia sekolah. Pelaksanaannya diharapkan dapat mendukung upaya menjaga kesehatan dan perlindungan anak melalui pemberian imunisasi sesuai program kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *