Progres Jembatan Kali Bunder Karangmalang Tembus 49 Persen, Warga 2 Desa Menanti Akses Baru

SRAGEN – Pembangunan Jembatan Beton Kali Bunder di Dukuh Bunder RT 11, Desa Kedungwaduk, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, terus menunjukkan progres. Hingga Senin (24/8/2026), pembangunan jembatan sepanjang 6 meter tersebut telah mencapai 49 persen.

Jembatan ini nantinya menjadi penghubung penting antara Dukuh Bunder, Desa Kedungwaduk, Kecamatan Karangmalang dengan Dukuh Pengkok, Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung. Keberadaannya diharapkan membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat dari dua wilayah tersebut.

Sebanyak 100 KK atau sekitar 300 jiwa tercatat sebagai penerima manfaat pembangunan. Bagi warga, jembatan tersebut memiliki arti penting karena tidak hanya menjadi jalur penghubung, tetapi juga mendukung mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pada Minggu, kegiatan pembangunan fisik jembatan diliburkan. Meski tidak ada aktivitas pengerjaan, capaian pekerjaan terus dipantau dan dilaporkan sebagai bagian dari perkembangan pembangunan dari hari ke hari.

Hingga laporan terakhir, penyiapan lahan telah mencapai 100 persen, sedangkan pembangunan fisik jembatan mencapai 49 persen.

Penyelesaian penyiapan lahan menjadi salah satu tahapan penting sebelum pembangunan fisik dilanjutkan. Setelah tahap tersebut rampung, pekerjaan jembatan kini telah memasuki tahap pengerjaan konstruksi dengan progres hampir separuh dari keseluruhan pekerjaan.

Jembatan beton sepanjang 6 meter ini diharapkan nantinya mampu memberikan akses yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Terutama bagi warga yang selama ini membutuhkan jalur penghubung antara wilayah Kedungwaduk dan Pengkok.

Tidak hanya untuk mobilitas warga, akses tersebut juga berpotensi memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat. Aktivitas pertanian, distribusi hasil produksi, serta hubungan sosial antarwarga dua desa diharapkan semakin mudah setelah jembatan selesai dibangun.

Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi salah satu bentuk upaya menghadirkan akses yang mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan. Karena itu, progres pekerjaan terus menjadi perhatian agar pembangunan dapat berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Jembatan memang hanya sepanjang enam meter, tetapi manfaatnya diproyeksikan jauh lebih panjang. Ketika selesai nanti, jembatan ini akan menjadi akses penting bagi sekitar 300 warga dari dua wilayah desa yang selama ini membutuhkan konektivitas lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *