Kodim Sragen — Ada pemandangan yang berbeda di ruas jalan Dukuh Kedungringin RT 12, Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Jumat (23/10/2026). Di tengah sengatan matahari pagi, seragam loreng tak lagi sekadar simbol kedinasan, melainkan melebur bersama peluh, debu, dan adukan semen basah.
Babinsa Koramil 18/Kalijambe, Sertu Rustam, bersama rekan prajurit memilih turun langsung ke titik pembangunan. Tanpa canggung, tangan-tangan mereka sigap merakit dan memasang bagisting (bekisting) untuk memperkuat struktur pengecoran jalan desa yang lama dinantikan warga.
Bagi warga, keterlibatan aktif Babinsa di garis terdepan proyek ini bukan sekedar bantuan tenaga. Ini adalah suntikan energi sosial yang membangkitkan kembali ruh gotong royong di tengah masyarakat. Ruas jalan yang sedang dibangun ini merupakan urat nadi vital jalur utama pengangkut hasil bumi dan mobilitas harian warga Desa Bukuran agar roda ekonomi kian berputar kencang.
Sertu Rustam menegaskan, terjun langsung ke lumpur dan adukan semen adalah bagian dari panggilan jiwa seorang prajurit teritorial. “Prajurit itu lahir dari rahim rakyat. Sudah kewajiban kami untuk berada di barisan terdepan saat warga berjuang membangun desanya,” ujarnya singkat di sela-sela aktivitas.
Berkat kerja sama yang guyub dan penuh kebersamaan antara aparat dan warga, proses pengerjaan konstruksi hari itu berjalan mulus tanpa hambatan. Sebuah bukti konkret bahwa di Sragen, kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekedar wacana, melainkan aksi nyata yang tertanam di setiap jengkal pembangunan desa.












