Kodim Sragen — Menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial di wilayah teritorial tidak cukup hanya dilakukan melalui patroli fisik semata. Pendekatan kultural, keagamaan, dan sinergitas lintas instansi menjadi kunci utama. Hal inilah yang mendasari langkah taktis jajaran Koramil 18/Kalijambe Kodim 0725/Sragen yang kembali menggebrak lewat program Pembinaan Kemampuan Teritorial (Puanter) bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalijambe, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di kantor layanan keagamaan setempat tersebut dipimpin langsung oleh Babinsa senior Koramil 18/Kalijambe Serka Giyanto bersama anggota, pertemuan ini berlangsung dalam koridor dialog interaktif, konstruktif, dan penuh kekeluargaan.
Kalijambe sebagai salah satu wilayah penyangga strategis di Kabupaten Sragen memiliki dinamika sosial yang cukup kompleks dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi. Menyadari hal tersebut, Serka Giyanto menegaskan bahwa KUA dan Babinsa memegang peran sentral sebagai pilar penjaga kerukunan dan ketertiban di tengah masyarakat.
“Tugas kami sebagai aparat komando kewilayahan menuntut kepekaan tinggi terhadap situasi sosial di lapangan. KUA adalah garda terdepan dalam pembinaan mental, moral, dan hukum keluarga Islam, sementara Babinsa adalah ujung tombak stabilitas keamanan. Jika kedua instansi ini berjalan beriringan, maka potensi gesekan sosial sekecil apa pun dapat dideteksi dan diredam sejak dini,” ujar Serka Giyanto.
Dalam forum koordinasi tersebut, sejumlah isu krusial turut menjadi bahan pembahasan bersama. Mulai dari penguatan moderasi beragama, deteksi dini terhadap potensi radikalisme, penanganan masalah sosial kemasyarakatan, hingga sinergi dalam mengawal ketenteraman warga di setiap desa binaan. Kolaborasi ini dinilai sangat efektif untuk menyamakan persepsi antarinstansi pemerintah di tingkat kecamatan.
Di sisi lain, pihak KUA Kecamatan Kalijambe Bpk. Angga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Koramil 18/Kalijambe. Kehadiran Babinsa yang secara aktif menyambangi instansi sipil dinilai mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang hidup dan nyata.
“Kami sangat menyambut baik sinergi ini. Selama ini koordinasi di lapangan sudah berjalan baik, namun dengan adanya penguatan Puanter seperti hari ini, hubungan emosional dan teknis operasional antara KUA dan Babinsa semakin erat. Terutama dalam menghadapi berbagai persoalan warga yang membutuhkan pendekatan kolaboratif antara aspek keamanan dan keagamaan,” ungkap salah satu pejabat fungsional di KUA Kalijambe.












