Musim kemarau mulai memicu kekeringan di Sragen. Warga bahkan sampai menggali dasar sungai yang mengering demi mendapatkan air untuk mencukupi kebutuhan harian.
Dusun Glagah, Desa Dukuh, Kecamatan Tangen, Sragen, merupakan salah satu wilayah yang mengalami krisis air terparah. Hujan yang tidak kunjung turun, membuat sumur warga mengering dalam 2 bulan terakhir.
Warga kini memanfaatkan dasar Sungai Glagah yang berlokasi di tengah desa mereka. Sungai yang mengering digali dasarnya untuk mendapatkan air. Lubang dibuat dengan diameter 50 cm, dengan kedalaman tak sampai satu meter.
“Pertama kali airnya memang agak keruh, tapi ditunggu beberapa saat bisa jernih. Nanti kalau airnya sudah mulai habis, kita bergeser membuat lubang lagi,” kata Samto, warga Dukuh Glagah.
Warga biasa menyebut lubang-lubang di dasar sungai tersebut sebagai belik. Dari belik-belik inilah warga menggantungkan pasokan air untuk kebutuhan harian mereka.
“Lumayan untuk menyokong (kebutuhan) harian. Soalnya air dari sumur juga sudah tidak bisa diharapkan. Sumber air lain juga jauh jaraknya,” terang Samto sambil menunjukkan salah satu belik yang dibuatnya.
Hal senada diungkapkan warga lain, Yadin. Dirinya juga terpaksa mengambil air dari belik, karena sumur miliknya mengering. “Airnya memang agak keruh. Biasanya kita diamkan dulu semalam, baru bisa digunakan untuk kebutuhan. Baik memasak maupun mencuci,” ujarnya.













