Jumat, 21 Desember 2018
pukul 09.15 s.d 10.30 di Aula Makodim 0725/Sragen telah dilaksanakan
Silaturahmi Dandim 0725/Sragen dengan Tokoh Agama dan Wartawan Sragen dalam
menjaga keutuhan NKRI, yang diselenggarakan oleh Kodim 0725/Sragen, sebagai
penanggungjawab kegiatan Letkol Kav Luluk Setyanto, M.PM (Dandim 0725/Sragen)
diikuti sekitar 70 orang.
pukul 09.15 s.d 10.30 di Aula Makodim 0725/Sragen telah dilaksanakan
Silaturahmi Dandim 0725/Sragen dengan Tokoh Agama dan Wartawan Sragen dalam
menjaga keutuhan NKRI, yang diselenggarakan oleh Kodim 0725/Sragen, sebagai
penanggungjawab kegiatan Letkol Kav Luluk Setyanto, M.PM (Dandim 0725/Sragen)
diikuti sekitar 70 orang.
Hadir dalam kegiatan
tersebut Letkol Kav Luluk Setyanto, M.PM
(Dandim 0725/Sragen), Mayor Inf Danu Prasetyo (Kasdim 0725/Sragen), Jajaran
Danramil dan Perwira Staf Kodim 0725/Sragen, KH. Ma’ruf Islamudin (Ketua PCNU
Sragen/Pengasuh Ponpes Walisongo Sragen), KH. Moechtingudin (Wakil Ketua FKUB
Sragen), KH. Fadlan, M.Ag (Sekretaris MUI Sragen), Drs. Abdullah Efendi (Ketua
PDM Sragen) serta Perwakilan Tokoh Agama dan Wartawan Sragen.
tersebut Letkol Kav Luluk Setyanto, M.PM
(Dandim 0725/Sragen), Mayor Inf Danu Prasetyo (Kasdim 0725/Sragen), Jajaran
Danramil dan Perwira Staf Kodim 0725/Sragen, KH. Ma’ruf Islamudin (Ketua PCNU
Sragen/Pengasuh Ponpes Walisongo Sragen), KH. Moechtingudin (Wakil Ketua FKUB
Sragen), KH. Fadlan, M.Ag (Sekretaris MUI Sragen), Drs. Abdullah Efendi (Ketua
PDM Sragen) serta Perwakilan Tokoh Agama dan Wartawan Sragen.
Dalam sambutannya Letkol Kav Luluk Setyanto, M.PM (Dandim
0725/Sragen) mengucapkan terimakasih kepada para tamu undangan yang mana telah
menyempatkan waktu untuk hadir di Kodim 0725/Sragen. Menitipkan pesan kepada
para Tokoh Agama di Sragen dalam menghadapi Pesta Demokrasi tahun 2019 supaya
dijadikan even untuk memilih pemimpin yang baik bagi Negara. Dalam hal ini TNI
harus bersikap Netral, bukan berarti TNI tidak mempunyai hak suara, namun nanti
setelah memasuki Pensiun pasti akan mempunyai hak Pilih. Even Pesta Demokrasi
tahun 2019 kali ini sangat besar, yang mana dari KPU Sragen teleh menyampaikan
ada TPS yang sangat banyak, hal tersebut pasti akan menjadi tanggungjawab bagi
semuanya supaya Pesta Demokrasi dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Diharapkan
pada Pesta Demokrasi tahun 2019 dapat berjalan dengan lancan dan aman, dan
semua itu tidak akan bisa terwujud jika masyarakat tidak bersinergi.
0725/Sragen) mengucapkan terimakasih kepada para tamu undangan yang mana telah
menyempatkan waktu untuk hadir di Kodim 0725/Sragen. Menitipkan pesan kepada
para Tokoh Agama di Sragen dalam menghadapi Pesta Demokrasi tahun 2019 supaya
dijadikan even untuk memilih pemimpin yang baik bagi Negara. Dalam hal ini TNI
harus bersikap Netral, bukan berarti TNI tidak mempunyai hak suara, namun nanti
setelah memasuki Pensiun pasti akan mempunyai hak Pilih. Even Pesta Demokrasi
tahun 2019 kali ini sangat besar, yang mana dari KPU Sragen teleh menyampaikan
ada TPS yang sangat banyak, hal tersebut pasti akan menjadi tanggungjawab bagi
semuanya supaya Pesta Demokrasi dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Diharapkan
pada Pesta Demokrasi tahun 2019 dapat berjalan dengan lancan dan aman, dan
semua itu tidak akan bisa terwujud jika masyarakat tidak bersinergi.
Setiap permasalahan pasti
ada jalan keluarnya didalam kitab apa saja, sehingga dengan berpedoman kitab
akan menjadikan hidup yang lebih damai. Agama adalah sebagai pencerah, sehingga
didalam Agama harus ada Ulama dan Pemimpin Pemerintahan, dari kedua tersebut
harus bersinergi, karena keduanya harus saling melengkapi dan saling mendukung.
Kebersamaan untuk menuju suatu kebaikan itu adalah hal yang mutlak, karena
semua tidak bisa berjalan sendiri-sendiri namun harus saling bergandengan. Waktu-waktu
ini di Sragen banyak berita Hoax yang beredar, sehingga dalam menyampaikan
sesuatu harus sesuai fakta dan berhati-hati, karena berita tersebut pasti akan
berdampak pada seseorang, sehingga perlu adanya kerjasama dengan awak media
untuk menyampaikan berita. Apapun
bentuknya TNI harus bermanfaat untuk masyarakat, sekecil apapun kegiatan yang
dilakukan oleh TNI khususnya di Kodim 0725/Sragen harus bermanfaat untuk
masyarakat.
ada jalan keluarnya didalam kitab apa saja, sehingga dengan berpedoman kitab
akan menjadikan hidup yang lebih damai. Agama adalah sebagai pencerah, sehingga
didalam Agama harus ada Ulama dan Pemimpin Pemerintahan, dari kedua tersebut
harus bersinergi, karena keduanya harus saling melengkapi dan saling mendukung.
Kebersamaan untuk menuju suatu kebaikan itu adalah hal yang mutlak, karena
semua tidak bisa berjalan sendiri-sendiri namun harus saling bergandengan. Waktu-waktu
ini di Sragen banyak berita Hoax yang beredar, sehingga dalam menyampaikan
sesuatu harus sesuai fakta dan berhati-hati, karena berita tersebut pasti akan
berdampak pada seseorang, sehingga perlu adanya kerjasama dengan awak media
untuk menyampaikan berita. Apapun
bentuknya TNI harus bermanfaat untuk masyarakat, sekecil apapun kegiatan yang
dilakukan oleh TNI khususnya di Kodim 0725/Sragen harus bermanfaat untuk
masyarakat.
KH. Moechtingudin (Wakil
Ketua FKUB Sragen) : Menyampaikan masukan dengan banyaknya Dialog para Tokoh
Agama di Sragen pasti akan menjadikan masyatakat lebih toleran dan pasti akan
dapat membangun Negara Indonesia yang damai.
Ketua FKUB Sragen) : Menyampaikan masukan dengan banyaknya Dialog para Tokoh
Agama di Sragen pasti akan menjadikan masyatakat lebih toleran dan pasti akan
dapat membangun Negara Indonesia yang damai.
Gatik Sugiarti (Ormas
Paguyuban Ngestu Tunggal Sragen): Menyampaikan dengan melihat tananam dan
kerapian Kantor Kodim 0725/Sragen sudah menunjukan Kedisiplinan dan kerajinan
dari anggota Kodim 0725/Sragen, dan pasti akan siap didalam menjaga atau
merawat Keutuhan NKRI. Rukino (Ormas Peradah/Persatuan Pemuda Hindu Sragen) :
Mempertanyakan tentang Undang-Undang penggunaan pengeras suara, yang mana di depan
rumahnya adalah sebuah Masjid dan setiap tengah malam ada kegiatan dengan
menggunakan pengeras suara.
Paguyuban Ngestu Tunggal Sragen): Menyampaikan dengan melihat tananam dan
kerapian Kantor Kodim 0725/Sragen sudah menunjukan Kedisiplinan dan kerajinan
dari anggota Kodim 0725/Sragen, dan pasti akan siap didalam menjaga atau
merawat Keutuhan NKRI. Rukino (Ormas Peradah/Persatuan Pemuda Hindu Sragen) :
Mempertanyakan tentang Undang-Undang penggunaan pengeras suara, yang mana di depan
rumahnya adalah sebuah Masjid dan setiap tengah malam ada kegiatan dengan
menggunakan pengeras suara.
Jawaban Letkol Kav Luluk
Setyanto, M.PM (Dandim 0725/Sragen) mengungkapkan bahwa Kehidupan di Negara
Indonesia adalah banyak perbedaan, dari agama, Ras, Suku, Budaya yang mana di
Indonesia juga selalu diajarkan supaya toleransi terhadap perbedaan tersebut.
Di Indonesia telah mendapatkan penilaian terbaik di tingkat Dunia dalam hal
toleransi, sehingga toleransi tersebut harus benar-benar dimanfaatkan.
Setyanto, M.PM (Dandim 0725/Sragen) mengungkapkan bahwa Kehidupan di Negara
Indonesia adalah banyak perbedaan, dari agama, Ras, Suku, Budaya yang mana di
Indonesia juga selalu diajarkan supaya toleransi terhadap perbedaan tersebut.
Di Indonesia telah mendapatkan penilaian terbaik di tingkat Dunia dalam hal
toleransi, sehingga toleransi tersebut harus benar-benar dimanfaatkan.
Penyampaian KH. Fadlan, M.Ag
(Sekretaris MUI Sragen) : Prinsip
pengunaan pengeras suara di Masjid adalah saling menghormati, dalam arti tidak
ada larangan dari Menteri Agama. Jika
memang ada pengeras suara di Masjid pada pukul 03.00 sehingga hal tersebut
harus dilakukan musyawarah dengan kesimpulan mungkin bisa dikurangi pengeras
suara tersebut, namun tidak boleh melarangnya.
(Sekretaris MUI Sragen) : Prinsip
pengunaan pengeras suara di Masjid adalah saling menghormati, dalam arti tidak
ada larangan dari Menteri Agama. Jika
memang ada pengeras suara di Masjid pada pukul 03.00 sehingga hal tersebut
harus dilakukan musyawarah dengan kesimpulan mungkin bisa dikurangi pengeras
suara tersebut, namun tidak boleh melarangnya.
Penyampaian KH. Ma’ruf
Islamudin (Ketua PCNU Sragen/Pengasuh Ponpes Walisongo Sragen) : Diharapkan dari Tokoh lintas Agama apapun di
Sragen, bila memang ada permasalahan, supaya dalam kegiatan silaturahmi seperti
ini harus disampaikan. Apabila permasalahan tersebut disampaikan sehingga
masyarakat dapat mengetahuinya, dan kedepan bisa dicarikan solusi terbaik
secara sama-sama. Dengan demikian pasti akan tercipta Toleransi di kalangan
masyarakat.
Islamudin (Ketua PCNU Sragen/Pengasuh Ponpes Walisongo Sragen) : Diharapkan dari Tokoh lintas Agama apapun di
Sragen, bila memang ada permasalahan, supaya dalam kegiatan silaturahmi seperti
ini harus disampaikan. Apabila permasalahan tersebut disampaikan sehingga
masyarakat dapat mengetahuinya, dan kedepan bisa dicarikan solusi terbaik
secara sama-sama. Dengan demikian pasti akan tercipta Toleransi di kalangan
masyarakat.
Penyampaian Soemarsono (Perwakilan
LDII Sragen) , Terkait menjaga NKRI memang memerlukan sinergitas dari
Pemerintah dan masyarakat, sehingga akan tercipta suatu kondisi Negara yang
utuh. Dalam hal ini LDII selalu melaksanakan pengajian semalam suntuk untuk
memberikan siraman rohani kepada masyarakat, sehingga akan sadar tentang
pentingnya sikap toleransi. Dengan sikap
Toleransi pasti akan tercipta NKRI yang utuh dan tidak akan ada lagi
permasalahan antar perbedaan yang ada.
LDII Sragen) , Terkait menjaga NKRI memang memerlukan sinergitas dari
Pemerintah dan masyarakat, sehingga akan tercipta suatu kondisi Negara yang
utuh. Dalam hal ini LDII selalu melaksanakan pengajian semalam suntuk untuk
memberikan siraman rohani kepada masyarakat, sehingga akan sadar tentang
pentingnya sikap toleransi. Dengan sikap
Toleransi pasti akan tercipta NKRI yang utuh dan tidak akan ada lagi
permasalahan antar perbedaan yang ada.
Drs. Abdullah Afandi (Ketua
PDM Sragen) : Menyampaikan bahwa anggapan dari MUI NKRI akan terjaga sampai
hati kiamat, hal tersebut akan terwujud jika warga Negaranya dapat bertoleransi
dengan sesama.
PDM Sragen) : Menyampaikan bahwa anggapan dari MUI NKRI akan terjaga sampai
hati kiamat, hal tersebut akan terwujud jika warga Negaranya dapat bertoleransi
dengan sesama.
Pengakhiran dari Letkol Kav
Luluk Setyanto, M.PM (Dandim 0725/Sragen) mengungkapkan bahwa Bela Negara adalah kewajiban semua warga
Negara, artinya semua komponen masyarakat harus ikut berperan aktif dalam Bela
Negara dalam rangka menjaga keutuhan NKRI. NKRI sampai hari kiamat pasti akan
terwujud apabila semua komponen memahami tentang tugas dan tanggungjawab
masing-masing. Dengan Totalitas dari komponen masyarakat pasti akan terwujud
Negara yang tegak dan kokoh, dan menjadi Negara maju.
Luluk Setyanto, M.PM (Dandim 0725/Sragen) mengungkapkan bahwa Bela Negara adalah kewajiban semua warga
Negara, artinya semua komponen masyarakat harus ikut berperan aktif dalam Bela
Negara dalam rangka menjaga keutuhan NKRI. NKRI sampai hari kiamat pasti akan
terwujud apabila semua komponen memahami tentang tugas dan tanggungjawab
masing-masing. Dengan Totalitas dari komponen masyarakat pasti akan terwujud
Negara yang tegak dan kokoh, dan menjadi Negara maju.













