Sragen, 17 Juli 2018 bertempat di Dk.
Gempol Ds. Sukorejo Kec. Sambirejo Dandim Srg Letkol Arh Camas Sigit
Prasetyo,MMDS mendampingi Danrem 074/Wrt Kolonel Inf Widi Prasetiyono
mengunjungi sebuah rumah produksi pupuk yang dibuat dari kotoran cacing. Home industri
tersebut adalah milik Bp.Suroso yang merupakan bayan dikampung tersebut
bekerjasama dengan Bp.Wawan pemilik CV. Maju Bersama kita dan PKBM ( Pusat
Kegiatan Belajar Masyarakat) Handayani.
Gempol Ds. Sukorejo Kec. Sambirejo Dandim Srg Letkol Arh Camas Sigit
Prasetyo,MMDS mendampingi Danrem 074/Wrt Kolonel Inf Widi Prasetiyono
mengunjungi sebuah rumah produksi pupuk yang dibuat dari kotoran cacing. Home industri
tersebut adalah milik Bp.Suroso yang merupakan bayan dikampung tersebut
bekerjasama dengan Bp.Wawan pemilik CV. Maju Bersama kita dan PKBM ( Pusat
Kegiatan Belajar Masyarakat) Handayani.
Berawal dari usaha Wawan beternak cacing
dan mengajak Suroso yang merupakan sahabat lamanya untuk mengembangkan usaha
tersebut. Wawan berfikir bahwa kotoran cacing daripada tidak terpakai dibuang
menimbulkan bau timbul ide untuk memanfaatkan kotoran cacing tersebut menjadi
sesuatu yang bermanfaat, yakni pupuk. Sisa kotoran tersebut di coba untuk di
taburkan ke tanaman dalam pot dan alhasil tanaman tersebut menjadi subur.
dan mengajak Suroso yang merupakan sahabat lamanya untuk mengembangkan usaha
tersebut. Wawan berfikir bahwa kotoran cacing daripada tidak terpakai dibuang
menimbulkan bau timbul ide untuk memanfaatkan kotoran cacing tersebut menjadi
sesuatu yang bermanfaat, yakni pupuk. Sisa kotoran tersebut di coba untuk di
taburkan ke tanaman dalam pot dan alhasil tanaman tersebut menjadi subur.
Adapun cacing yang dibudidayakan Wawan
adalah jenis Lumbricus Rebelus dari Thailand karena dianggap paling bagus
diantara jenis cacing yang lainya, Cacing tersebut mempunyai kandungan 76%
protein yang bagus untuk campuran pakan ternak seperti ikan, ayam, bebek dsb.
Selain beternak cacing Wawan juga memproduksi pakan cacing dan berkembang
membuat pupuk dari kotoran cacing yang disebut Kascing. Usaha tersebut dirintis
Wawan pada 2016 akhir.
adalah jenis Lumbricus Rebelus dari Thailand karena dianggap paling bagus
diantara jenis cacing yang lainya, Cacing tersebut mempunyai kandungan 76%
protein yang bagus untuk campuran pakan ternak seperti ikan, ayam, bebek dsb.
Selain beternak cacing Wawan juga memproduksi pakan cacing dan berkembang
membuat pupuk dari kotoran cacing yang disebut Kascing. Usaha tersebut dirintis
Wawan pada 2016 akhir.
Cara membuat pakan cacing sendiri adalah
kotoran sapi dicampur bekas log jamur yg sudah tak terpakai dicampur bekatul,
ampas tahu dan obat fermentasi dan disimpan dalam alat khusus dan didiamkan
selama 3hari. Setelah masa panen cacing tiba dipisahkan antara cacing dan
kotoran cacing tersebut, cacing dijual untuk keperluan pakan ikan atau dijual
untuk keperluan industri. Sedangkan kotoran cacing di keringkan lalu digiling
menggunakan mesin dan siap di pasarkan.
kotoran sapi dicampur bekas log jamur yg sudah tak terpakai dicampur bekatul,
ampas tahu dan obat fermentasi dan disimpan dalam alat khusus dan didiamkan
selama 3hari. Setelah masa panen cacing tiba dipisahkan antara cacing dan
kotoran cacing tersebut, cacing dijual untuk keperluan pakan ikan atau dijual
untuk keperluan industri. Sedangkan kotoran cacing di keringkan lalu digiling
menggunakan mesin dan siap di pasarkan.
Menurut Wawan pupuk tersebut bisa
didapatkan di lokasi pembuatan dan toko obat dan tanaman di Tgrat Ruko Tangkil
no.04 Sragen tengah. Pupuk tersebut biasa dijual dengan harga Rp.2500-3000 per
kilogram. Wawan berharap bisa mengembangkan usaha tersebut ditiap tiap
kecamatan, supaya bisa memberdayakan masyarakat guna memperbaiki ekonomi
masyarakat sekitar. “Harapan kami tidak muluk muluk, kami berharap punya
home industri di tiap kecamatan di kabupaten Sragen ini, namun kami butuh waktu
untuk mengumpulkan modal guna mengembangkan usaha ini”paparnya.
didapatkan di lokasi pembuatan dan toko obat dan tanaman di Tgrat Ruko Tangkil
no.04 Sragen tengah. Pupuk tersebut biasa dijual dengan harga Rp.2500-3000 per
kilogram. Wawan berharap bisa mengembangkan usaha tersebut ditiap tiap
kecamatan, supaya bisa memberdayakan masyarakat guna memperbaiki ekonomi
masyarakat sekitar. “Harapan kami tidak muluk muluk, kami berharap punya
home industri di tiap kecamatan di kabupaten Sragen ini, namun kami butuh waktu
untuk mengumpulkan modal guna mengembangkan usaha ini”paparnya.
Danrem maupun Dandim mengapresiasi home
industri tersebut “Saya berharap pihak pemerintah daerah membantu modal
usaha untuk masyarakat pedesaan tersebut, serta membantu mematenkan produk jika
diperlukan” harap Danrem.
industri tersebut “Saya berharap pihak pemerintah daerah membantu modal
usaha untuk masyarakat pedesaan tersebut, serta membantu mematenkan produk jika
diperlukan” harap Danrem.













