Berita  

KUNJUNGAN OLEH IR. H. JOKO WIDODO (PRESIDEN RI) DALAM RANGKA MENGHADIRI PENGAJIAN KHATAMAN AL QUR’AN DAN HAUL PONDOK PESANTREN AN NAJAH

KUNJUNGAN OLEH IR. H. JOKO WIDODO (PRESIDEN RI) DALAM RANGKA MENGHADIRI PENGAJIAN KHATAMAN AL QUR’AN DAN HAUL PONDOK PESANTREN AN NAJAH

Pada tanggal 14 Juli
2018 pukul 20.00 s.d 22.30 Wib di Ponpes An Najah Kec. Gondang Kab. Sragen
telah berlangsung Kunjungan oleh Ir. H. Joko Widodo (Presiden RI) dalam rangka
menghadiri Pengajian Khataman Al Qur’an Dan Haul Pondok Pesantren An Najah dengan
pembicara Prof. Dr. KH. Manarul Hidayat, MA (Dari Jakarta), sebagai
penanggungjawab kegiatan KH. Minanul Aziz Sathori, M.Ud (Pengasuh/Pimpinan
Ponpes An Najah/Ketua MUI Sragen) yang diikuti sekitar 10.000 orang.
Hadir dalam kegiatan
tersebut  Ir. H. Joko Widodo (Presiden
RI), Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. (Menteri
Sekretaris Negara RI), Dr. Ir Sri Puryono KS MP (Sekda Propinsi Jateng), H.
Ganjar Pranowo, SH, M.IP (Gubernur Jawa Tengah), Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos,
M.Si (Pangdam IV/Dip), Irjen Pol Drs. Condro Kirono, MM. M.Hum (Kapolda Jawa
Tengah), dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Prof. Dr. KH.
Manarul Hidayat, MA (Pembicara dari Jakarta), KH. Minanul Aziz Sathori,
S.Ag.M.Ud (Pengasuh/Pimpinan Ponpes An Najah/Ketua MUI Sragen), Drs. KH. M.
Dian Nafi, M.Pd (Ketua Yayasan Ponpes An Najah/Pengasuh Ponpes Al Muayyad
Surakarta), Keluarga Yayasan Ponpes An Najah Kec.Gondang Sragen, Forkopimda
Kab.Sragen, Para Santri/Santriwati dan Wali Santri, Toga, Tomas dan Toda
Kab.Sragen, Para Jamaah Pengajian serta 
tamu undangan lain.
Inti sambutan dari
KH. Minanul Aziz Sathori, S.Ag.M.Ud (Pengasuh/Pimpinan Ponpes An Najah Kec. Gondang
Kab.Sragen) mengatakan bahwa Ponpes An Najah ini dirintis oleh KH. Ahmad Abdul
Manan pada tahun 1958, dan pada 1990 telah didirikan Madrasah Diniyyah diatas
tanah wakaf beliau. Keinginan beliau agar disini didirikan Ponpes dan sudah
terlaksana, meskipun beliau meninggal pada tahun 1999, namun disini sudah
berdiri Madrasah Diniyyah, meskipun sudah ada santrinya namun belum ada
tempatnya. Setelah berdiri Madrasah Diniyyah ditempat ini telah dibangun lagi
SMK An Najah, dimana lembaga di Ponpes An Najah juga mempunyai pendidikan Formal
yaitu Madrasah Diniyyah tingkat dasar, menegah dan tingkat atas, namun yang
paling pokok ajaran di Ponpes An Najah adalah belajar dan menghafal Al Qur’an.
Murid yang berada di
Ponpes An Najah semua ada sekitar 665 orang, namun yang tertampung baru 20 %,
karena belum ada tempatnya, sehingga menyampaikan maaf kepada para wali karena
belum bisa menfasilitasi para murid-murid. Kesempatan malam hari ini atas nama
keluarga besar Ponpes An Najah mengucapkan selamat datang atas kehadiran Bapak
Presiden dalam rangka menghadiri pengajian khataman dan haul Ponpes An Najah,
mudah-mudahan kehadiran beliau akan mendapatkan ridho dari Allah SWT.  Menyampaikan banyak terimakasih kepada pihak
yang telah memberikan bantuan sehingga acara ini dapat terlaksana, dan meminta
maaf apabila dalam acara ini masih banyak kekurangan.
 Ir. H. Joko Widodo (Presiden RI) mengungkapkan
 Bapak Presiden ingin menyadarkan bahwa
Negara Indonesia adalah Negara besar yang memiliki penduduk muslim terbesar di
dunia, dan ini yang selalu disampaikan oleh Presiden RI dalam
konferensi-konferensi Nasional, karena banyak yang tidak tahu, dimana sekarang
ini penduduk Negara Indonesia sekitar 263 Juta penduduk, 17 ribu pulau, dan 714
suku yang berbeda, dan inilah anugerah yang diberikan oleh tuhan yang saat ini
dilupakan. Memang Penduduk di Indonesia ini diciptakan berbeda suku, bahasa,
RAS dan agama yang dimulai dari sabang sampai meraoke, dan bentangan Negara
Indonesia itu sangat besar namun inilah yang saat ini dilupakan oleh penduduk
Indonesia. Di Negara lain sana perbedaan suku tidak sebanyak yang dimikiki oleh
Negara Indonesia, maka jangan sampai semua melupakan perbedaan tersebut, namun
semua harus tetap jaga kerukunan, persaudaraan dan kesatuan, jangan sampai
hanya karena berbeda pilihan Bupati, Walikota, Gubernur dan Presiden yang mana
setiap tahun pasti ada pesta demokrasi malah justru membuat semua tidak saling
sapa dengan tetangga, karena hal tersebut adalah merupakan angka sosialnya
terlalu besar.
Meskipun berbeda
pilihan, maka semua harus tetap rukun, jangan sampai semua mudah untuk
diprovokasi, karena semua ini adalah saudara sebangsa dan setanah air, meskipun
berbeda suku, adat, agama, namun penduduk Indonesia mempunyai Ideologi yang
sama yaitu Pancasila.  Saat ini banyak
masalah revolusi, radikalisme namun bila semua tetap bersatu, dan tetap menjaga
ukuwah maka Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang maju dan bersatu. Bila
memang ada orang yang mudah mencela orang lain, maka itu bukan budaya Negara
Indonesia, dan itu bukan ajaran yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, maka
hendaknya semua harus berpikiran positif, karena yang namanya orang itu pasti
banyak kekurangan dan keslahan, dan tugas manusia hanya bisa mengingatkan. Saat
ini sudah masuk tahun politik, sekali lagi pandai-pandailah memilih pemimpin
dengan cara melihat tentang jejaknya, pernah jadi apa, prestasinya apa, dan
bekerjanya seperti apa, semua harus benar-benar dilihat. Sampaikan kepada
teman-teman jika memang baik katakan baik, namun bila memang jelek harus
dikatakan jelek, jangan sampai menimbulkan fitnah, karena saat ini banyak
berita yang bohong atau hoax. Memang semua bebas untuk menyampaikan aspirasi
atau kritik, namun hal teraebut mempunyai etika dan sopan santun, dan Bapak
Presiden menyampaikan bahwa sudah banyak dikritik dan dicela, namum Bapak
Presiden tetap sabar.
Inti tausyah yang
disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Manarul Hidayat, MA (Pembicara dari Jakarta)
antara lain  Alhamdulillah rahmat Allah
malam ini turun di Ponpes An Najah, semoga kedepan Ponpes An Najah mampu
melahirkan generasi-generasi muda yang martabat dan mampu membangun NKRI menjadi
Negara yang maju. Bahwa orang ngaji seperti ini akan dicatat sebagai amal Jihad
Fii Sabilillah oleh Allah SWT, dan orang yang ngaji seperti ini akan diampuni
dosa-dosanya oleh Allah SWT.  Di dunia
para jamaah ikut Presiden lancar, namun untuk di akhirat bagaimana supaya dapat
berkumpul dengan Rasulullah SAW, maka semua harus berkumpul dengan para ulama,
semua harus meningkatkan kecintaannya kepada Ulama dan semua harus ikut dalam
ajaran para Ulama. Bahwa hancurnya umat islam di Dunia termasuk di Indonesia
apabila mamusia tidak ada lagi yang mau membaca Al Qur’an, sehingga diharapkan
semua harus mengusahakan setiap hari bisa membaca Al Qur’an, karena dengan
demikian dunia ini akan terselamatkan. Orang yang rajin membaca Al Qur’an itu
adalah termasuk keluarga Allah SWT, jadi jika ada seorang tua yang mempunyai
anak menghafal Al Qur’an, maka beruntunglah orang tua tersebut, karena barang
siapa yang rajin membaca Al Qur’an maka niscaya Al Qur’an akan menolongnya pada
saat di Akhirat.

KUNJUNGAN OLEH IR. H. JOKO WIDODO (PRESIDEN RI) DALAM RANGKA MENGHADIRI PENGAJIAN KHATAMAN AL QUR’AN DAN HAUL PONDOK PESANTREN AN NAJAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *