Berita  

DANDIM RAYAKAN HARI KEMENANGAN DI ALUN-ALUN SRAGEN

DANDIM RAYAKAN HARI KEMENANGAN DI ALUN-ALUN SRAGEN
  
Jumat, 15 Juni 2018 pukul 06.00 s.d
06.30 di Jl Raya Sukowati tepatnya di depan Bank Joko Tingkir Sragen telah
dilaksanakan sholat Idul Fitri 1439 H / 2018 M bersama Bupati, Wakil Bupati dan
Forkompimda serta masyarakat Kab. Sragen sebagai Imam bp KH Drs Mahmudi M. Ag
(Ketua FKUB  dan Ketua BAZNAS Kab. Sragen) dan sebagai Khatib  Drs.
H. Ahmad Nasirin, MAg (Ka Kankemenag Kab. Sragen) dengan tema ”
Membudayakan Amaliyah Ramadhan ” yang diikuti ± 15.000 orang jamaah.
Hadir dalam kegiatan tersebut dr.
Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), H. Dedy Endriyatno, SE( Wakil
Bupati Sragen), Drs. Tatag Prabawanto, MM ( Sekretaris Daerah kab. Sragen), Pujono
Ely Bayu Efendi  DPRD kab. Sragen ), AKBP Arif Budiman, SIK,.MH (Kapolres
Sragen), Letkol Arh Camas Sigit Prasetiyo, .MDS (Dandim 0725/Sragen), Ka Dinas
Intansi terkait Kab. Sragen, Jamaah sholat Idul fitri masyarakat Kab. Sragen.
Khutbah yang disampaikan Drs. H. Ahmad
Nasirin, M.Ag (Ka Kemenag Kab. Sragen) mengatakan bahwa kaum muslimin muslimat
yang dirahmati Allah, Pada hari ini, umat Islam di selunah penjuru tanah air,
bahkan di seluruh dunia, beramai- 
ramai mengumandangkan kalimah takbir,
tahmid, tahlil, sebagai ungkapan rasa syukur dalam menyambut hari kemenangan.
Takbir kita tanamkan ke dalam lubuk hati sebagai pengakuan atas kebesaran dan
keagungan Allah SWT. Selain Allah, semuanya kecil semata. Sebagaimana sabda
Rasulullah SAW: “Hiasilah hari rayamu dengan takbir, Sedangkan kalimat
tahmid untuk memuji Allah dan segenap yang berhubungan denganNya. Tak lupa puji
syukur kita tujukan untuk Rahman dan Rahim-Nya yang tak pernah pilih kasih
kepada seluruh hambanya.  Sabda Rasulullah SAW,Artinya ” Aku
Ar-Rohman, telah menciptakan Ar-Rohim. kupetikkan baginya nama dari namaKu.
Barang siapa yang menghubungkannya, niscaya Aku menghubungkannya (dengan
rahmatKu), siapa yang memutus-kannya niscaya Aku memutuskan hubungan dengannya,
dan siapa yang menguatkannya niscaya Aku kuatkan hubungan dengannya Sesungguhnya
rahmatKu mendahului kemurkaanKu” (HR.Buchori dari Ibnu Auf) Sementara
tahlil kita lantunkan untuk memperkokoh keimanan kita bahwa Dia-lah Allah Dzat
yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Seluruh alam ini tunduk dan patuh kepada perintah
Nya.
Allah berfirman, Dan hendaklah kamu
mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjak Nya
yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (QS. Al Baqarıh : 183). Puasa
yang kita lakukan di bulan Ramadhan telah melatih kita untuk lapar dan haus,
sehingga akan tumbuh solidaritas kita kepada saudira- saudara kita para duafa
dan fakir miskin. Hal ini 
sudah kita wujudkan dalam pelaksanaan
zakat maal dan zakat fitrah, infak dan sodaqoh lainnya, Mudah-mudahan
semangat kebersamaan dan sosial ini akan selalu ditanamkan dan berlanjut pada
hari-hari ke depan di luar bulan Ramadhan  
. Apalagi kita pun menyadari bahwa
kesulitan hidup para duafa dan fakir 
miskin juga dirasakan di bulan-bulan di
luar bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan kita selalu membaca Al Qur’an,
mendatangi masjid untuk sholat berjamaah dan i’tikaf, hangun di sepertiga malam
untuk tahajad, mengharapkan 
mendapat lailatul godar dan sahur,
meneskan air mata saat bersimpuh di hadapan Allah untuk bermunajat, serta
perbuatan kebaikan lainnya. 
Sesungguhnya, mereka inilah yang
tergolong orang yang berbahagia karena mereka 
mendapat ampunan dan magfirohNya,
sebagai janji Allah kepada mereka yang telah mengisi bulan Ramadhan dengan
berbagai bentuk kebaikan, berdasarkan iman dan penuh
harapan.
Sesuai denpan sabda Nabi Muhammad SAW:
Setelah satu bulan ini kita menunaikan ibadah puasa Ramadhan, pada hari ini
kita dapat merayakan momentum kemenangan, merayakan hari Raya idul Fitri
bersama, bergembira, karena atas karunia, limpahan rahmat dan magfiroh-Nya, Sebagaimana
tersurat dalam sebuah hadits Qudsi, Artinya: Apabila mereka berpuasa di balan
Ramadhan kemudian keluar untuk merayakan hari raya kamu sekalian maka Allah pun
berfirman : “Wahai malaikatku, setiap orang yang nengerjukan amal
kebajikan dan meminta balasannya,    sesungguhnya aku tela mengampuni
mereka”
Seiring dengan berlalunya bulan suci
Ramadhan, banyak pelajaran, hikmah dan faedah serta fadhilah yang dapat kita
petik untuk menjadi bekal dalam mengarungi kehidupan yang akan datang. Jika
bisa diibaratkan, Ramadhan adalah sebuah madrasah keimanan, sebagai tempat
untuk melatih diri beramal shalih dan rajin beribadah, dengan harapan setelah
kita tamat dan berlalunya bulan suci ini, dapat membekas dalam diri kita dan
terus kita budayakan hingga menghadap Yang Maha Kuas. 
Kaum muslimin muslimat yang dirahmati
Allah, Hari Raya ‘Idul Fitri yang menandai berakhimya rangkaian ibadah Ramadhan
pada hakekatnya bukan berakhirnya kesempatan untuk berbuat kebaikan tetapi
justru sebaliknya, bahwa ‘Idul Fitri, merupakan awal untuk memulai kebidupan
baru dengar bati yang bersih dan semangat baru. Inilah hakikat Idul Fitri yang
sebenamya. Semoga kita benar-benar dapat meraih kemenangan dengan ketaqwaan
serta mempertahankannya sebagai suatu budaya di masa yang akan datang hingga
akhir
kehidupan. 


DANDIM RAYAKAN HARI KEMENANGAN DI ALUN-ALUN SRAGEN






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *