Sragen, Kamis Tgl. 12 April 2018 pukul 08.30 s.d 11.00 di Makodim
0725/Sragen telah dilaksanakan “Ceramah Bintal Rohani & Bintal juang
serta Penyuluhan Hukum kepada Prajurit, PNS dan Persit di wilayah Kodim
0725/Sragen serta dihadiri kurang lebih 286 Org. Hadir dalam kegiatan tersebut
diantaranya Kolonel Inf Bambang Yudi, S.Sos. M.M (Kabintaldam IV/Dip), Mayor
Inf Sarif Hidayat, S.Ag (Bintaldam IV/Dip), Mayor Chk Munadi (Kumdam IV/Dip),
Mayor Inf Danu Prasetyo (Kasdim 0725/Sragen), Para Danramil jajaran Kodim
0725/Sragen dan Pa Staf, Kapten CPM Yohanes Sigit (Dansub Denpom IV/4-1 Sragen)
beserta anggotanya, Kapten Chk Alex B. (Pama Kumdam IV/Dip), Anggota TNI dan
PNS jajaran Kodim 0725/Sragen serta Anggota Persit KCK Cab. XLVI Kodim
0725/Sragen).
0725/Sragen telah dilaksanakan “Ceramah Bintal Rohani & Bintal juang
serta Penyuluhan Hukum kepada Prajurit, PNS dan Persit di wilayah Kodim
0725/Sragen serta dihadiri kurang lebih 286 Org. Hadir dalam kegiatan tersebut
diantaranya Kolonel Inf Bambang Yudi, S.Sos. M.M (Kabintaldam IV/Dip), Mayor
Inf Sarif Hidayat, S.Ag (Bintaldam IV/Dip), Mayor Chk Munadi (Kumdam IV/Dip),
Mayor Inf Danu Prasetyo (Kasdim 0725/Sragen), Para Danramil jajaran Kodim
0725/Sragen dan Pa Staf, Kapten CPM Yohanes Sigit (Dansub Denpom IV/4-1 Sragen)
beserta anggotanya, Kapten Chk Alex B. (Pama Kumdam IV/Dip), Anggota TNI dan
PNS jajaran Kodim 0725/Sragen serta Anggota Persit KCK Cab. XLVI Kodim
0725/Sragen).
Penyuluhan hukum disampaikan oleh Mayor Chk Munadi (Kumdam IV/Dip)
yang intinya berdasarkan UUD 1945 TNI punya hak pilih namun haknya tidak dipakai,
sehingga TNI disebut Netral. Kemudian walaupun dalam serumah beda pilihan, hal
tersebut jangan sampai terjadi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Netral itu
tidak mendukung, memihak, tidak ikut atau tidak membantu salah satu pihak, Netral
TNI : TNI bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri
pada kegiatan politik praktis, Prajurit TNI yang akan mengikuti Pemilu dan
Pilkada harus membuat pernyataan mengundurkan diri dari dinas aktif sebelum
tahap pelaksanaan Pemilu dan Pilkada. Hati hati Penggunaan IT Pencemaran nama
baik, kirim berita bohong, dll untuk era sekarang akan dikenakan hukum,
sehingga kita harus hati-hati dalam penggunaan HP karena HP sekarang bisa
digunakan sebagai alat bukti.
yang intinya berdasarkan UUD 1945 TNI punya hak pilih namun haknya tidak dipakai,
sehingga TNI disebut Netral. Kemudian walaupun dalam serumah beda pilihan, hal
tersebut jangan sampai terjadi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Netral itu
tidak mendukung, memihak, tidak ikut atau tidak membantu salah satu pihak, Netral
TNI : TNI bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri
pada kegiatan politik praktis, Prajurit TNI yang akan mengikuti Pemilu dan
Pilkada harus membuat pernyataan mengundurkan diri dari dinas aktif sebelum
tahap pelaksanaan Pemilu dan Pilkada. Hati hati Penggunaan IT Pencemaran nama
baik, kirim berita bohong, dll untuk era sekarang akan dikenakan hukum,
sehingga kita harus hati-hati dalam penggunaan HP karena HP sekarang bisa
digunakan sebagai alat bukti.
Ceramah pembinaan mental disampaikan oleh Kolonel Inf Bambang Yudi, S.Sos.
M.M selaku Kabintaldam IV/Dip. Dalam ceramahnya kabintal mengingatkan beberapa
penekanan Pangdam IV/Dip yakni Hasil
evaluasi terkait dengan kasus Laka Lalin di wilayah Kodam IV/Dip sangat tinggi
dan ini perlu adanya penekanan ulang terhadap Prajurit, PNS dan keluarganya
karena akibat tersebut yang dirugikan tidak hanya keluarganya tapi satuan juga
merugi. Terjadinya Laka Lalin salah satunya adalah karena usia yang sudah tidak
muda lagi, sehingga kewaspadaan/hati-hati dalam mengendarai kendaraan. Lengkapi
surat-surat kendaraan kita dan gunakan Helm yang standar (SNI). Termasuk sakit
yang ada di badan kita (gen/bawaan, pola makan dan kejiwaan) perlu kita jaga
kesehatan kita. Terkait Pilkada kita jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak
lain, pilih saja sesuai hati nurani kita dan ingat fungsi kita beda dengan
Kepolisian serta Doktrin kita harus dipahami kembali. SOP harus dijalankan
dalam rangka Pilkada agar kita tidak salah dalam melakukan pengamanan tersebut,
termasuk apabila terjadi kerusuhan kita bisa cepat ambil tindakan. Musium
Mandala Bhakti yang ada di Semarang akan dijadikan tempat wisata (Segita Emas)
nanti akan dipasang lukisan 3 Demensi Pangeran Diponegoro.
M.M selaku Kabintaldam IV/Dip. Dalam ceramahnya kabintal mengingatkan beberapa
penekanan Pangdam IV/Dip yakni Hasil
evaluasi terkait dengan kasus Laka Lalin di wilayah Kodam IV/Dip sangat tinggi
dan ini perlu adanya penekanan ulang terhadap Prajurit, PNS dan keluarganya
karena akibat tersebut yang dirugikan tidak hanya keluarganya tapi satuan juga
merugi. Terjadinya Laka Lalin salah satunya adalah karena usia yang sudah tidak
muda lagi, sehingga kewaspadaan/hati-hati dalam mengendarai kendaraan. Lengkapi
surat-surat kendaraan kita dan gunakan Helm yang standar (SNI). Termasuk sakit
yang ada di badan kita (gen/bawaan, pola makan dan kejiwaan) perlu kita jaga
kesehatan kita. Terkait Pilkada kita jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak
lain, pilih saja sesuai hati nurani kita dan ingat fungsi kita beda dengan
Kepolisian serta Doktrin kita harus dipahami kembali. SOP harus dijalankan
dalam rangka Pilkada agar kita tidak salah dalam melakukan pengamanan tersebut,
termasuk apabila terjadi kerusuhan kita bisa cepat ambil tindakan. Musium
Mandala Bhakti yang ada di Semarang akan dijadikan tempat wisata (Segita Emas)
nanti akan dipasang lukisan 3 Demensi Pangeran Diponegoro.
Setelah dilaksanakan pembinaan mental secara umum dilanjutkan pembinaan
secara spesifik per agama, Bintal islam tinggal ditempat sedangkan bintal
rohani agama kristen mengambil tempat di aula makodim dan bintal agama Hindu
berada di ruang transit staf logistik Kodim sragen.
secara spesifik per agama, Bintal islam tinggal ditempat sedangkan bintal
rohani agama kristen mengambil tempat di aula makodim dan bintal agama Hindu
berada di ruang transit staf logistik Kodim sragen.












