Sragen,
24 Pebruari 2018 disalah satu rumah anggota persit Kodim 0725/Sragen cab XLVI bernama
Sri Nurhayati Dk. Karas, Ds. Puro Kec. Karangmalang sragen terlihat puluhan
wanita yang berusia lanjut nampak tertatih tatih mendatangi rumah Serda Sapto
Asmoro yang tidak bukan tidak lain adalah suami dari Sri Nurhayati.
24 Pebruari 2018 disalah satu rumah anggota persit Kodim 0725/Sragen cab XLVI bernama
Sri Nurhayati Dk. Karas, Ds. Puro Kec. Karangmalang sragen terlihat puluhan
wanita yang berusia lanjut nampak tertatih tatih mendatangi rumah Serda Sapto
Asmoro yang tidak bukan tidak lain adalah suami dari Sri Nurhayati.
Kedatangan
para Lansia tersebut dikarenakan pada saat itu ada pertemuan rutin sebulan
sekali bagi para lansia. Menurut ibu sri Nurhayati ada sekitar 120 an anggota
Lansia yang terdapat di desa Karas. Ya ibu sri nurhayati adalah ketua Dari
Posyandu Lansia yang terdapat di desa tersebut. Ibu satu anak tersebut secara
sukarela menyediakan tempat bagi berkumpulnya para lansia tersebut yakni
dirumahnya.
para Lansia tersebut dikarenakan pada saat itu ada pertemuan rutin sebulan
sekali bagi para lansia. Menurut ibu sri Nurhayati ada sekitar 120 an anggota
Lansia yang terdapat di desa Karas. Ya ibu sri nurhayati adalah ketua Dari
Posyandu Lansia yang terdapat di desa tersebut. Ibu satu anak tersebut secara
sukarela menyediakan tempat bagi berkumpulnya para lansia tersebut yakni
dirumahnya.
Menurut
ibu sri Nurhayati kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah pertemuan
dilanjutkan dengan senam lansia dengan mengundang instruktur dari luar. Selesa
melaksanakan senam dilanjutkan penimbangan badan guna mengetahui perkembangan
lansia. Setelah ditimbang dilaksanakan pengukuran tinggi badan dan semuanya
tercatat dalam buku. Selanjutnya diadakan pengecekan kesehatan dengan cara
tensi, dan bagi yang ada keluhan akan dilaksanakan tindakan lanjutan berupa
pengobatan dengan pemberian obat maupun suntik dari bidan desa.
ibu sri Nurhayati kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah pertemuan
dilanjutkan dengan senam lansia dengan mengundang instruktur dari luar. Selesa
melaksanakan senam dilanjutkan penimbangan badan guna mengetahui perkembangan
lansia. Setelah ditimbang dilaksanakan pengukuran tinggi badan dan semuanya
tercatat dalam buku. Selanjutnya diadakan pengecekan kesehatan dengan cara
tensi, dan bagi yang ada keluhan akan dilaksanakan tindakan lanjutan berupa
pengobatan dengan pemberian obat maupun suntik dari bidan desa.
Sri
Nurhayati mengatakan bahwa kegiatan posyandu Lansia ini bertujuan untuk
mengakomodir para lansia guna memantau dan menjaga kesehatan para lansia. “Saya
tidak mengharapkan apapun dalam kegiatan ini, saya iklhas, suami juga mendukung
dan kami kadang kadang mendapat bantuan dari desa selebihnya menggunakan uang
pribadi” pungkasnya.
Nurhayati mengatakan bahwa kegiatan posyandu Lansia ini bertujuan untuk
mengakomodir para lansia guna memantau dan menjaga kesehatan para lansia. “Saya
tidak mengharapkan apapun dalam kegiatan ini, saya iklhas, suami juga mendukung
dan kami kadang kadang mendapat bantuan dari desa selebihnya menggunakan uang
pribadi” pungkasnya.










