Polres Kabupaten Sragen mengumpulkan berbagai perguruan pencak silat yang
berada dibawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dalam acara Deklarasi Damai dan Cap Jempol merah. Acara
tersebut digelar pada Sabtu 24 Februari 2018 di alun-alun Sasono Langen Putro
Kabupaten Sragen.
berada dibawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dalam acara Deklarasi Damai dan Cap Jempol merah. Acara
tersebut digelar pada Sabtu 24 Februari 2018 di alun-alun Sasono Langen Putro
Kabupaten Sragen.
Sebanyak
dua belas perguruan yang berada di Kabupaten Sragen di ajak untuk menjaga
kondusifitas,keamanan dan ketertiban dalam beraktivitas sehari-hari,kususnya
pada saat menjelang Pemilihan Gubernur Jawa Tengah pada Juni 2018 mendatang. Dari
perguruan yang hadir diantaranya Tapak Suci Putra Muhammdiyah, Persaudaraan
Setia Hati terate, Kera sakti,Kumbang malam, Perisai diri, Cempaka putih dan
Pagar nusa.
dua belas perguruan yang berada di Kabupaten Sragen di ajak untuk menjaga
kondusifitas,keamanan dan ketertiban dalam beraktivitas sehari-hari,kususnya
pada saat menjelang Pemilihan Gubernur Jawa Tengah pada Juni 2018 mendatang. Dari
perguruan yang hadir diantaranya Tapak Suci Putra Muhammdiyah, Persaudaraan
Setia Hati terate, Kera sakti,Kumbang malam, Perisai diri, Cempaka putih dan
Pagar nusa.
Dalam
deklarasi tersebut dihadiri seluruh organisasi perguruan pencak silat di Sragen
menyatakan sikap bersama mewujudkan perdamaian. Pernyataan tersebut tertuang
dalam deklarasi damai yang penandatanganya disaksikan langsung Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman,SIK,MH dan
Dandim 0725/Sragen Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo,MMDS. Danyonif Raider 408 Mayor Inf Joni Eko Prasetyo.S.I.P, Dansub Denpom IV/4-1 Sragen Kapten Cpm Yohanes Sigit, Ka kesbang Sragen Heru Martono SH, Ketua FKUB Kab Sragen Fachrudin Mag, Ketua Ipsi kab Sragen Sugiyarto.Spd dan para Kabag,Kasat dan Ka Polsek Sejajaran Polres Sragen.
deklarasi tersebut dihadiri seluruh organisasi perguruan pencak silat di Sragen
menyatakan sikap bersama mewujudkan perdamaian. Pernyataan tersebut tertuang
dalam deklarasi damai yang penandatanganya disaksikan langsung Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman,SIK,MH dan
Dandim 0725/Sragen Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo,MMDS. Danyonif Raider 408 Mayor Inf Joni Eko Prasetyo.S.I.P, Dansub Denpom IV/4-1 Sragen Kapten Cpm Yohanes Sigit, Ka kesbang Sragen Heru Martono SH, Ketua FKUB Kab Sragen Fachrudin Mag, Ketua Ipsi kab Sragen Sugiyarto.Spd dan para Kabag,Kasat dan Ka Polsek Sejajaran Polres Sragen.
Kapolres
Sragen AKBP Arif Budiman,SIK,MH mengapresiasi deklarasi damai oleh organisasi
perguruan silat tersebut dan berharap andil para pesilat dapat menciptakan
situasi kondusif di tengah masyarakat terutama menjelang Pilkada. Kapolres juga
mengimbau anggota perguruan yang yang mayoritas generasi muda dapat mengimplementasikan
seluruh ajaran dari para guru dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Dengan
begitu mereka tidak mudah terprovokasi kabar atau berita bohong yang berujung
pada perselisihan.
Sragen AKBP Arif Budiman,SIK,MH mengapresiasi deklarasi damai oleh organisasi
perguruan silat tersebut dan berharap andil para pesilat dapat menciptakan
situasi kondusif di tengah masyarakat terutama menjelang Pilkada. Kapolres juga
mengimbau anggota perguruan yang yang mayoritas generasi muda dapat mengimplementasikan
seluruh ajaran dari para guru dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Dengan
begitu mereka tidak mudah terprovokasi kabar atau berita bohong yang berujung
pada perselisihan.
‘Tidak dipungkiri era
tehnologi informasi kabar atau berita bohong mudah tersebar,penggunaan media
sosial harus bijak sesuai dengan aturan agar tidak terjadi ujaran
kebencian.Organisasi perguruan silat harus menjadi pelopor perdamaian serta
sadar dan bertanggung jawab sebagai warga negara yang baik. Dalam pesanya Kapolres
minta semua pihak agar menjaga keamanan dan ketertiban, jika mendapati kabar
yang berkembang di media sosial dan bernada provokatif agar tidak di sebarkan”.
Kata Kapolres dalam sambutanya.
tehnologi informasi kabar atau berita bohong mudah tersebar,penggunaan media
sosial harus bijak sesuai dengan aturan agar tidak terjadi ujaran
kebencian.Organisasi perguruan silat harus menjadi pelopor perdamaian serta
sadar dan bertanggung jawab sebagai warga negara yang baik. Dalam pesanya Kapolres
minta semua pihak agar menjaga keamanan dan ketertiban, jika mendapati kabar
yang berkembang di media sosial dan bernada provokatif agar tidak di sebarkan”.
Kata Kapolres dalam sambutanya.











