Berita  

KUNJUNGAN MENTAN, PETANI SRAGEN TOLAK IMPORT BERAS

KUNJUNGAN MENTAN, PETANI SRAGEN TOLAK IMPORT BERAS
Rabu, 24 Januari 2018 pukul  09.00 s/d 10.07 Wib dilaksanakan giat Tanam
dan Panen Raya Padi oleh masyarakat Dk. Candi Asri bersama Menteri Pertanian RI
Bpk. Dr Ir H. Andi Amran Sulaiman, M.P  jenis
varietas Ciherangan menkongga dengan luas area sawah 481 Ha Potensi yang dihasilkan
kl. 7,8 s/d 8,1 ton/ha, Harga GKP Rp. 5.300 / kg  yang bertempat di hamparan persawahan Gapoktan
“Rekodoyo”  Dk. Candi Asri  Kel. Plumbungan Kec. Karangmalang Kab.
Sragen. 
Hadir dalam kegiatan Dr Ir H. Andi Amran
Sulaiman, M.P (Menteri Pertanian RI), May Jend TNI Supartodi ( Aster Kasad ), Kombes
Tri Hadi (Dir Sabhara Polda Jateng), Dedy Endriyatno, SE (Wabup Sragen), AKBP
Arif Budiman, SIK MH (Kapolres Sragen), Dandim 0725 Sragen Letkol Arh Camas
Sigit Prasetyo, M.MDS, Ir Eka Rini Mumpuni Titi Lestari (Ka Dinas Pertanian
Kab. Sragen), Ka SKPD Pemkab Sragen, Muspika Karangmalang, Ka desa Puro dan Ka
Kelurahan Plumbungan, Ka PT Pertani wil. Surakarta, Devire Bulog wil.
Surakarta, Dir PT Sakti Kab. Sragen, Ketua Perpadi Kab. Sragen, Ka Cabang
Jasindo Surakarta, Produsen pupuk Petro Kimia dan Pusri Jaya, Ka UPTD Dinas
Pertanian se-Kab. Sragen, PHP se-Kab. Sragen, Koordinator PPL se-Kab. Sragen, PPL
se-Kec. Karangmalang, Gapoktan “Tani Maju” Kelurahan Plumbungan
sejumlah kl. 50 orang, Gapoktan “Sumber Makmur” desa Puro sejumlah kl.
50 orang, Ketua GP3A DI Bonggo sejumlah kl. 50 orang serta Gapoktan Sumber
Mulyo Desa Sumber lawang
Dalam sambutannya Dedy Endriyanto, SE ( Wabup
Sragen ) mengatakan bahwa para petani yang hadir disini sudah menyampaikan
aspirasi mereka kepada Bp. Menteri Pertanian lewat yel yel yang diteriakkan
oleh mereka yaitu menolak impor beras.  Kab. Sragen merupakan Kabupaten
penyangga pangan nasional kedua setelah Kab. Cilacap. Di Kab. Sragen lahan
pertanian saat ini sudah berkurang yaitu lahannya digunakan untuk pembangunan
jalan tol sebagai proyek nasional.  Pemda Kab. Sragen bersinergi dengan
Kodim Sragen dalam rangka menyelenggarakan program ketahanan pangan sehingga
penyerapan gabah dapat optimal dan telah terserap pada tahun 2018.  Dalam
masa panen ini Pemda Sragen dengan tegas menolak dengan adanya impor
beras.  Kab. Sragen sebagai penyangga pangan nasional hanya mendapatkan
DAK dari pemerintah yang besarannya cukup kecil yaitu sejumlah Rp. 2,01
milyar, untuk itu kami mohon agar ditambah lagi dengan harapan dapat menaikkan
dan meningkatkan produktifitas petani. 
Dalam kesempatan tersebut Dr Ir H. Andi
Amran Sulaiman, M.P. ( Menteri Pertanian RI ) bahwa Wabup Sragen tadi hanya
menyampaikan keluhan besaran DAK Kab. Sragen hanya lewat lesan seharusnya
mengajukan proposal kepada Dir jen, bagi saya sebagai menteri jumlah tersebut
cukup minim dan saya sebagai Menteri Pertanian cukup mudah untuk menambah DAK
Kab. Sragen. orang lebih mudah melihat kegagalan orang lain daripada
keberhasilannya. Apalagi orang yang bukan jurusan pertanian jangan komentar
masalah pertanian. Pemerintah Jokowi – JK pada tahun 2017 dan tahun 2018 
sudah berhasil stop impor, yang tadinya Indonesia sebagai importir jagung
sekarang sudah ekspor jagung, dulu Indonesia sebagai negara pengimpor bawang
sekarang sudah ekspor bawang.  Pemerintah Jokowi – JK telah membuka
Ansuransi pertanian dan inilah pertama kali di pemerintahan Indonesia. untuk
seluruh rakyat Indonesia marilah kita utamakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Indonesia, untuk apa kalau negara serba canggih tapi rakyat bercerai
berai. 

KUNJUNGAN MENTAN, PETANI SRAGEN TOLAK IMPORT BERAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *