Sragen, Rabu tanggal 20 September 2017 pukul 19.30 sampai 22.40 Wib bertempat di halaman belakang
Makodim 0725/Sragen telah dilaksanakan Nonton bareng film Pengkhianatan PKI (G. 30 S/PKI) dalam
rangka memperingati hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2017. Hadir kurang
lebih 225 terdiri dari anggota Makodim 0725/Sragen beserta keluarga, ASN beserta keluarga dan warga masyarakat sekitar Makodim 0725/Sragen. Hadir dalam kegiatan tersebut, Letkol Arh Camas sigit prasetyo. M. MDS (Dandim
0725/Sragen), Perwira Staf dan Jajaran Dim 0725/Sragen.
Makodim 0725/Sragen telah dilaksanakan Nonton bareng film Pengkhianatan PKI (G. 30 S/PKI) dalam
rangka memperingati hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2017. Hadir kurang
lebih 225 terdiri dari anggota Makodim 0725/Sragen beserta keluarga, ASN beserta keluarga dan warga masyarakat sekitar Makodim 0725/Sragen. Hadir dalam kegiatan tersebut, Letkol Arh Camas sigit prasetyo. M. MDS (Dandim
0725/Sragen), Perwira Staf dan Jajaran Dim 0725/Sragen.
Sebelum acara
pemutaran film dimulai, Dandim Sragen Letkol Arh Camas Prasetyo M.MDS memberikan sambutan diantaranya bahwa, maksud diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mengingatkan kembali kepada anggota dan keluarga serta masyarakat sekitar tentang bahaya ideologi komunis. Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pelajaran bagi generasi muda, tentang sejarah kelam bangsa akibat pengkhianatan PKI yang digambarkan dalam film tersebut.
pemutaran film dimulai, Dandim Sragen Letkol Arh Camas Prasetyo M.MDS memberikan sambutan diantaranya bahwa, maksud diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mengingatkan kembali kepada anggota dan keluarga serta masyarakat sekitar tentang bahaya ideologi komunis. Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pelajaran bagi generasi muda, tentang sejarah kelam bangsa akibat pengkhianatan PKI yang digambarkan dalam film tersebut.
Selain itu, Dandim mengingatkan bahwa film Pengkhianatan PKI ini memiliki adegan-adegan kekerasan, sehingga orang tua harus mendampingi dan memberikan arahan yang benar. Orang tua juga harus memahami benar alur cerita film tersebut sehingga dapat memberikan penjelasan bagi anak-anak mereka tentang kekejaman dan kekejian PKI pada saat itu. Harapan akhir dari penayangan film ini adalah bahwa generasi muda bangsa memiliki pemahaman tentang bahayanya paham dan organisasi terlarang komunis bagi kehidupan bangsa.
Salah satu warga masyarakat bernama Mahmud (38 tahun) asal dari Mojomulyo Sragen mengaku sangat
antusias karena selama ini sudah sangat jarang menyaksikan film sejarah bangsa. “Apalagi bagi anak anak. Nonton bareng mempunyai keasyikan tersendiri daripada nonton
sendiri-sendiri dirumah”, tambahnya. “Disediakannya makanan ringan dan sederhana seperti bakso,
soto dan makanan ringan lainnya berupa kacang rebus, singkong goreng dan pisang rebus memberikan suasana nostalgia dan kekeluargaan,” tambah Mahmud. (Harun, Pendim Sragen)
antusias karena selama ini sudah sangat jarang menyaksikan film sejarah bangsa. “Apalagi bagi anak anak. Nonton bareng mempunyai keasyikan tersendiri daripada nonton
sendiri-sendiri dirumah”, tambahnya. “Disediakannya makanan ringan dan sederhana seperti bakso,
soto dan makanan ringan lainnya berupa kacang rebus, singkong goreng dan pisang rebus memberikan suasana nostalgia dan kekeluargaan,” tambah Mahmud. (Harun, Pendim Sragen)












