Berita  

BABINSA DESA SAMBIREJO HADIRI PENGAJIAN ISRA MI’ROJ

BABINSA DESA SAMBIREJO HADIRI PENGAJIAN ISRA MI’ROJ
Sambirejo, 25 April 2017
Pada hari Minggu Pukul 19.00 – 10.30
Wib Babinsa Ds Sambirejo Serma Muhlisin menghadiri pengajian dalam rangka Isra
Mi’roj 1438 H Nabi Muhammad SAW di Dk Randu Kuning Rt 05 Ds Sambirejo Kec
Sambirejo, hadir tamu undangan 300 orang antara lain Bp Ustad Muhammad Syafii dari
Karang Pelem Kedawung Sragen, Babinsa Desa Sambirejo Serma Muhlisin,
Babinkamtibmas Ds Sambirejo Bripka Sunarto SA.g, Tomas Bp Gunawan Toda Bp Nur Muryadi,
Toga Bp Nur Hamzah .

Inti tauziah Bp Ustad Muhammad Safii  bahwa  Isra Mi’raj adalah dua bagian
dari perjalanan yang dilakukan oleh Muhammad dalam waktu satu malam saja.
Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena
pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah
untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

Isra Mi’raj terjadi
pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa
Sallam hijrah ke Madinah. Menurut al-Maududi dan mayoritas ulama, Isra Mi’raj
terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M.
Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab
tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang populer. Namun demikian, Syaikh
Shafiyurrahman al-Mubarakfuri menolak pendapat tersebut dengan alasan karena
Khadijah radhiyallahu anha meninggal pada bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian,
yaitu 2 bulan setelah bulan Rajab. Dan saat itu belum ada kewajiban salat lima
waktu. Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat tentang waktu kejadian Isra
Mi’raj. Tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan demikian, tidak diketahui
secara persis kapan tanggal terjadinya Isra Mi’raj.

Peristiwa Isra Mi’raj
terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad Shallallahu
Alaihi wa Sallam “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga
Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai
ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat
perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu. Bagi umat
Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika
inilah salat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat
perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. Walaupun begitu, peristiwa
ini juga dikatakan memuat berbagai macam hal yang membuat Rasullullah SAW
sedih.

BABINSA DESA SAMBIREJO HADIRI PENGAJIAN ISRA MI’ROJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *