Berita  

DANDIM DAMPINGI BUPATI SRAGEN TERIMA KOMISI V DPR RI

DANDIM DAMPINGI BUPATI SRAGEN TERIMA KOMISI V DPR RI
Sragen, 20 Pebruari 2017
Pada tanggal
20 Februari 2017 pukul 12.20 s.d 14.00 WIB bertempat di Ruang Citrayasa Pendopo
Rumah Dinas Bupati Sragen telah dilaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V
DPR RI dalam rangka peninjauan Infrastuktur dan Transportasi di Kab. Sragen
Provinsi Jateng yang diterima oleh Forkopimda Kab. Sragen diikuti ± 50 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ir.Imam
Santoso, M.Sc (Dirjen Bina Marga) 
Dr.Ir.Arie Setiadi Moerwanto, M.Sc (Ditjen Sumber Daya Air)Dr.Ir.H.Syarif
Burhanudin, M.Eng (Ditjen Penyediaan Perumahaan), Ir. Fary Djemy Francis
(Fraksi Gerindra/Ketua Komisi V/Pimpinan Rombongan), Ir. Sudjadi (Fraksi PDIP),
Ir. Budi Yuwono (Fraksi PDIP), Hj. Sadarestuwati SP.
 M.MA (Fraksi PDIP), H.M Salim Fakhry SE MM (Fraksi Partai
Gerindra), Dr. Ha Gatot Sudjito M.Si (Fraksi Gerindra), Hj, Novita Wijayanto SE
MM (Fraksi Gerindra), H. M. Nizar Zahro SH (Fraksi Gerindra), Anton Sukartono
Suratto (Fraksi Partai Demokrat)
, H.
Agung Budi Santoso SH MH (Fraksi Partai Demokrat)
, Willem Wandik S. Sos (Fraksi Partai Demokrat), H. Sungkono (Fraksi PAN), H. Alamuddin Dimyati Rois
(Fraksi PKB), Drs. Fathan (Fraksi PKB), Hj. Fatmawati Rusdi, SE (Fraksi PPP), Des
Ham Soehartono (Fraksi Partai Nasdem), dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati
(Bupati Sragen), Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo,M.MDS (Dandim 0725/Sragen), Herrus
Batubara, SH,MH (Kajari Kab. Sragen), Slamet Riyadi, SH, MH (Ketua Pengadilan
Kab. Sragen), Asisten II, III Setda Kab. Sragen Ka Dinas Instansi terkait.

Sambutan dr.Hj. Kusdinar Untung Yuni Sulowati
(Bupati Sragen)
 : Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmatnya siang ini Sragen
mendapatkan keberkahan dan mendapatkan tamu yang istimewa, semoga Allah
memberikan ridhonya untuk kepada bapak ibu yang datang dan untuk Kabupaten
Sragen yang kita cintai. Bapak Ketua Komisi V Tidak ada kata lain kecuali
terima kasih atas begitu cepatnya respon terkait permohonan kami untuk bisa
datang di Kab. Sragen untuk melihat kondisi jalan problem bagi kami di beberapa
bulan ini terutama saat memasuki musim penghujan dan juga dampak tol yang
sedang dibangun.
 

Rakyat di Kab. Sragen sudah banyak sekali yang memberikan masukan dan saran
terkait fasilitas infrastuktur yang tentu saja  semakin lama mengalami
kerusakan yang semakin berdampak dan mungkin tadi bapak ibu belum melewati
Jalan yang ditanami pohon pisang, karena banyak warga juga mengatakan Bu Bupati
ini jalannya saya bikin kolam ya, kami menjawabnya juga dengan spaneng pun
tidak bisa.
  Kami mohon ijin untuk menyampaikan dan memaparkan langsung kepada para bapak
ibu sehingga dapat melihat secara langsung gambaran umum terkait jalan yang
berada di Kabupaten Sragen.


Sambutan Ir. Fary Djemy Francis (Fraksi
Gerindra/Ketua Komisi V/Pimpinan Rombongan) : Waktu saya mendapatkan surat dari
Bupati Sragen, untuk meminta kita kunjungan kerja dengan beberapa poin yang
akan didiskusikan dan kita berikan dukungan, untuk Bupati Sragen, kemudian kami
putuskan untuk berkunjung ke 3 daerah yaitu di Demak, Klaten dan di Sragen. Kami
juga menyampaikan terima kasih kepada tokoh yang hadir disini, kunjungan kerja
spesifik yang sudah disampaikan kepada kita akan kami kaji kembali,
catatan-catatan sudah kami catat bersama-sama akan membahas dan menindaklanjuti
dan Ibu Bupati jangan kuatir, kami akan mengawal terus dan menyampaikan
perhatian dari teman-teman untu peningkatan sudah kita berikan dukungan sebesar
36 miliyar. Untuk 2017 diberikan bantuan lagi untuk  pelebaran jalan
sebesar 43 miliyar dan itu masih ada ± 13 KM lagi yang belum, untuk Sumber daya
air juga sudah ada dukungan dana dan ada pembangunan Embung dan di tahun ini
akan diberikan dukungan lagi untuk irigasi di Kabupaten Sragen, juga kami ada
beberapa program dukungan khusus Kab. Sragen terkait cipta karya, jadi kalau
ibu Bupati bisa memberikan usulan yang lebih tekhnis kalau memang membutuhkan
dukungan dana bisa disampaikan kepada kita, maka kami akan membahas dan akan
memilih Man yang lebih prioritas dalam rangka mendukung program-program dari
Kabupaten Sragen. Selain itu yang menjadi perhatian kami akan membahas di bulan
April terkait APBN yang mendapatkan beberapa usulan yang menjadi perhatian
kita, sehingga nanti akan menjadi bagian dari bahasan tersebut, kami akan
mengunjungi beberapa lokasi dan jalan rusak ini, menyangkut exit Tol nanti kami
akan bahas kembali dan itu merupakan masukan dari daerah yang bagus dan juga
jalan-jalan untuk menuju akses strategis untuk menjad perhatian kita dan mana
yang lebih prioritas agar disampaikan kepada kita.

Penyampaian Dr.Ir.Arie Setiadi Moerwanto,
M.Sc (Ditjen Sumber Daya Air) :
Sumber Daya Air ini menangani kegiatan-kegiatan baik pengendalian sungai akibat
banjir, peningkatan jaringan irigasi, peningkatan air tanah maupun permukaan. 
Perlu kami sampaikan rerkait pembangunan embung pada tahun 2016 kemarin kita
sempat tidak jadi kontrak dan kami batalkan, karena pemahaman masyarakat di
wilayah belum memahi yang seolah-olah karena pembangunan Embung itu airnya di
Stop karen tidak mendapatkan air. Sampai saat ini belum ada masukan kembali
belum selesai karen masih ada masalah ditingkat wilayah, karena sayang sekali
kalau sudah kita bangun tapi ditolak masyarakat, Hal-hal lain terkait
peningkatan sumber air untuk kepentingan masyarakat di pedesaan baik itu air
tanah maupun air permukaan yang dijadikan air bersih ini banyak berada di
sragen. Sragen ini cukup strategis untuk peningkatan air tanah yang debitnya
cukup tinggi, untuk itu dalam kesempatan baik ini untuk memenihi kebutuhan air
bersih tahun 2019 nantinya saya kira salah satu langkah yang non perpipaan bisa
bersumber dari air tanah, karena perpipaan sangat tinggi permintaan.


Penyampaian Ir.Imam Santoso, M.Sc (Dirjen
Bina Marga) : Kami dari Dirjen Bina Marga sudah mendengarkan apa yang
disampaikan oleh Ibu Bupati, berupa komentar ataupun keluhan mengenai kerusakan
jalan khususnya jalan nasional ini menjadi hal yang penting dan ini merupakan
penanganan darurat. Kami sudah melaksanakan untuk penunjukan langsung kepada
orang ketiga untuk bisa bekerja langsung karena sudah merupakan darurat.
Menurut metode kerja kontraktor agak berbeda sehingga kami arahkan agar cepat
terselesaikan. Dampak pembuatan jalan tol ini perlu disinergikan, karena kami
ada bantuan untuk jalan Sub nasional termasuk jalan kabupaten dengan alokasi
khusus, jadi kalau ada jalan di Kab. Sragen terkena dampak dan menambah beban
lalu lintas, sehingga perlu penanganan lebih itu bisa diusulkan kepada kami.
 

Berkaitan dengan exit TOL itu dimungkinkan sekali untuk diarahkan kesana, jadi
untuk antara jalur exit tol satu dengan yang lain itu harus diatur dengan jarak
tertentu, nanti akan kami koordinasikan dengan pihak jalan tol. Untuk jalan
solo-purwodadi bukan merupakan jalan nasional melainkan jalan propinsi, kami
tidak meminta untuk mengubah status jalan tersebut, akan tetapi penggunaan
jalan itu merupakan jalan strategis nasional karena ada sesuatu hal yang
dilewati oleh jalan tersebut.

Jalur untuk 4 lajur ini sudah menjadi program kami dan kami akan segera
merencanakan anggaran untuk pelebaran jalan tersebut agar terlaksana, karena
kami memprioritaskan jalan-jalan yang rusak itu dan banyak keluhan jalan-jalan
tersebut karena tidak ada perbaikan, karena rusak berat, untuk jalur pelebaran
ini di prioritaskan untuk di kabupaten sragen pada tahun ini.

Penyampaian Ir. Sudjadi (Fraksi PDIP) : Saya
menyimak tadi tentang yang dipaparkan Ibu Bupati masalah jalan dampak negatif
dan dampak positif, tapi saya rasa sudah banyak direspon semua oleh teman-teman
kita yang ada disini, tapi ada satu dampak negatif yang perlu diperhatikan,
terkait jalan tol berfungsi pasti akan merembet ke perumahan, kawasan industri,
untuk lumbung padi juga masih perlu mempertahankan non organik
 
Saya melihat tadi banyak gambar-gambar mengenai
jalan-jalan rusak, kami ingin tahu bahwa kerusakan tersebut itu karena dan
pemeliharaan kurang atau karena jalan tol. Banyak saya lihat dana pemliharaan
sangat kurang dari APBD, biasanya untuk yang lain malah lebih padahal untuk
jalan lebih penting.

Penyampaian Ir. Budi Yuwono (Fraksi PDIP) : Saya
ingin menggaris bawahi tentang exit yang berada Ngawi itu terlalu jauh, akan
tetapi kalau mau Sambungmacan itu dekat dengan perbatasan. Di wilayah Ngawi itu
ad Ponpes khusu putri yang beribu-ribu, untuk ngawi bagian barat itu banyak
komplek Pesantren dan timurnya itu adalah hutan sampai dengan kota Ngawi. Saya
sangat mendukung agar ngawi bagian barat tidak terlalu jauh apabila dari solo
bisa sampai rumah, dimana-mana rusaknya jalan tol itu pasti yang rusak di
wilayah kabupaten, karena semua jalan tol yang dilewati pasti mengalami
kerusakan seperti Sragen, dimana-mana sebab akibat pembangunan Jalan Tol itu
pasti rusaknya jalan kabupaten, para kontraktor yang mel pembangunan itu pasti
sudah komitmen dengan daerah, sebelumnya pasti minta ijin dan bisa diijinkan
oleh pemerintah daerah.

Penyampaian Hj. Fatmawati Rusdi, SE (Fraksi
PPP) : Saya ingin menyampaikan beberapa hal, disepanjang jalan saya melihat
banyak pertanian, saya pedagang beras dan saya banyak mengambil beras dari
sragen. Kalau melihat potensi di wilayah Sragen ini merupakan salah satu
penyandang pangan terbesar untuk dipulau jawa.

Yang jadi permasalahan kalau cuaca hujan tinggi, dan salura air yang tidak
tuntas, sepanjang jalan tadi banyak terkena resek, saya kira ini perlu
diperhatikan dan kejadian seperti ini akan beberapa kali terjadi, sekarang bisa
dikatakan belum terkena cura hujan yang terlalu tinggi, kalau tidak ditunjan
irigasi yang baik maka akan berakibat tidak baik.
  Hal ini bisa kita lakukan dengan pembuatan
embung, yang tadi sudah disampaikan pak dwi akan tetapi warga belum bisa
menerima, ini harus kita lakukan secara bersama antara pemerintah daerah dan
warga, agar semua itu bisa terlaksana dengan baik.

Penyampaian H. Sungkono (Fraksi PAN) : Saya
sedikit mengingatkan saja terkait pembangunan tol Solo Kertosono, pembangunan
fly over sangat minim hanya untuk satu kendaraan, dan itu dalam waktu lama akan
antri karena volume kendaraan sangat tinggi, barangkali ini bisa menjadi kajian
untuk para kontraktor agar bersama-sama merakan pembangunan yang baik, kami
mendukung seluruh usul dari bupati yang akan memajukan infrastruktur dan
transportasi kabupaten sragen.

Adapun rute kunjungan lapangan Komisi V DPR
RI ke akses jalan rusak akibat pembangunan Jalan Tol di Kab. Sragen : Jalan
Tangkil-Prayunan Kec. Sragen, Jalan Prayunan-Karangudi Kec. Sragen/Ngrampal, Jalan
Paldaplang-Galeh Kec. Ngrampal/Tangen (Jalan Provinsi), Jalan
Tunjungan-Bangunrejo Kec. Gondang, Jalan Sidoharjo-Gabugan Kec. Sidoharjo/Tanon
(Jalan Provinsi), Jalan Dari-Pungsari Kec. Plupuh, jalan Sangiran – Bukuran
Kec. Kalijambe serta Jalan Sangiran -Manyarejo Kec. Kalijambe.

DANDIM DAMPINGI BUPATI SRAGEN TERIMA KOMISI V DPR RI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *