Sragen, 1 Desember 2016
Pada hari Kamis, tanggal 1
Desember 2016 pukul 09.30 s/d 11.35 Wib bertempat di Aula Sambiloto
Kantor Dinas Kesehatan Kab. Sragen telah dilaksanakan Seminar Kesehatan Dalam
Rangka Hari Aids Sedunia (HAS) Tahun 2016 Kab. Sragen, dengan tema ” HIV
Dalam Tinjauan Medis, Peran Pemangku Kepentingan Dalam Penanggulangan HIV
Aids di Kab. Sragen”, yang diikuti lk 370 orang.
Desember 2016 pukul 09.30 s/d 11.35 Wib bertempat di Aula Sambiloto
Kantor Dinas Kesehatan Kab. Sragen telah dilaksanakan Seminar Kesehatan Dalam
Rangka Hari Aids Sedunia (HAS) Tahun 2016 Kab. Sragen, dengan tema ” HIV
Dalam Tinjauan Medis, Peran Pemangku Kepentingan Dalam Penanggulangan HIV
Aids di Kab. Sragen”, yang diikuti lk 370 orang.
Hadir dalam acara tsb :
dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Tatag Prabawanto
B, MM (Sekda Kab. Sragen), DR. Dr. Muchlis AU Sofro, SpPD-KPTI
FINASIM (Ketua Tim Pokja Penanggulangan HIV Aids Propinsi Jateng dari RSUP Dr.
Kariadi-Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang), Kapten Inf. Muayat ( Danramil
01/Sragen Mewakili Dandim 0725/ Sragen), Sri Murni, SH (Kasi Datun
mewakili Kajari Sragen), DR. Wahyu Widayat (Asisten II Setda Kab.
Sragen), Drs. Fachrudin, S. Ag (FKUB Kab. Sragen) bersama anggota FKUB
Sragen, Para Anggota TNI dari Kodim 0725/Srg, Ibu- ibu Darma Wanita
TNI Persit Kartika Candra Kirana Kodim 0725/Srg, Ibu- ibu Darma Wanita
Bayangkari Sragen, Komisi Penanggulangan
Aids (KPA) Kab. Sragen, Orang Dengan Hiv Aids (ODHA) serta Tamu undangan lainnya.
dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Tatag Prabawanto
B, MM (Sekda Kab. Sragen), DR. Dr. Muchlis AU Sofro, SpPD-KPTI
FINASIM (Ketua Tim Pokja Penanggulangan HIV Aids Propinsi Jateng dari RSUP Dr.
Kariadi-Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang), Kapten Inf. Muayat ( Danramil
01/Sragen Mewakili Dandim 0725/ Sragen), Sri Murni, SH (Kasi Datun
mewakili Kajari Sragen), DR. Wahyu Widayat (Asisten II Setda Kab.
Sragen), Drs. Fachrudin, S. Ag (FKUB Kab. Sragen) bersama anggota FKUB
Sragen, Para Anggota TNI dari Kodim 0725/Srg, Ibu- ibu Darma Wanita
TNI Persit Kartika Candra Kirana Kodim 0725/Srg, Ibu- ibu Darma Wanita
Bayangkari Sragen, Komisi Penanggulangan
Aids (KPA) Kab. Sragen, Orang Dengan Hiv Aids (ODHA) serta Tamu undangan lainnya.
Sambutan dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni
Sukowati (Bupati Sragen) : Puji syukur kehadirat Alloh Swt atas limpahan
rahmatNya kita bisa hadir dalam acara Seminar Kesehatan Dalam Rangka Hari
HIV AIDS sedunia tahun 2016 ini, semoga pengetahuan ini nantinya bisa
bermanfaat bagi diri kita sendiri, tetangga kita dan orang orang
disekeliling kita. Seperti
kita ketahui bersama angka HIV Sragen sangat mengkhawatirkan, pengidap HIV
Sragen sudah 602 orang. Kita
akan membahas Perbup soal HIV Aids, mudah-mudahan bisa.
Sukowati (Bupati Sragen) : Puji syukur kehadirat Alloh Swt atas limpahan
rahmatNya kita bisa hadir dalam acara Seminar Kesehatan Dalam Rangka Hari
HIV AIDS sedunia tahun 2016 ini, semoga pengetahuan ini nantinya bisa
bermanfaat bagi diri kita sendiri, tetangga kita dan orang orang
disekeliling kita. Seperti
kita ketahui bersama angka HIV Sragen sangat mengkhawatirkan, pengidap HIV
Sragen sudah 602 orang. Kita
akan membahas Perbup soal HIV Aids, mudah-mudahan bisa.
Bahwa kemarin yang
diperdebatkan dengan teman2 DPRD adalah bagaimana kalau pasangan yang mau
menikah untuk ditest HIV, namun teman2 DPRD hanya menganjurkan saja bukan
mengharuskan. Kalau setiap
pasangan salah satu positiv apakah diberitahukan kepada pasangannya ini akan
diatur regulasinya. Kalau salah
satu pasangan diharuskan ditest lalu pasangan satunya membatalkan pernikahan
juga akan menimbulkan persoalan. Kemarin kita pada saat Car Free Day melakukan
volutary test HIV, namun banyak juga yang takut ditest termasuk para PNS.
Walaupun saya dokter dan suami saya juga dokter namun kami dalam persoalan HIV
Aids sama2 belum begitu paham sekali secara mendetail. Mari kita didik anak-anak kita soal
seks, soal HIV Aids juga,supaya mereka tahu ilmu yang sebenarnya agar
tidak salah dan disalahgunakan perihal tersebut. Mudah-mudahan setelah ada
penjelasan dari pak Muchlis, nanti kita semua bisa tahu. Kita rangkul, kita tetap
berteman pada mereka yang terkena Aids agar kita sama2 bisa mencegah terjadinya
HIV AIDS. esmi saya buka.
diperdebatkan dengan teman2 DPRD adalah bagaimana kalau pasangan yang mau
menikah untuk ditest HIV, namun teman2 DPRD hanya menganjurkan saja bukan
mengharuskan. Kalau setiap
pasangan salah satu positiv apakah diberitahukan kepada pasangannya ini akan
diatur regulasinya. Kalau salah
satu pasangan diharuskan ditest lalu pasangan satunya membatalkan pernikahan
juga akan menimbulkan persoalan. Kemarin kita pada saat Car Free Day melakukan
volutary test HIV, namun banyak juga yang takut ditest termasuk para PNS.
Walaupun saya dokter dan suami saya juga dokter namun kami dalam persoalan HIV
Aids sama2 belum begitu paham sekali secara mendetail. Mari kita didik anak-anak kita soal
seks, soal HIV Aids juga,supaya mereka tahu ilmu yang sebenarnya agar
tidak salah dan disalahgunakan perihal tersebut. Mudah-mudahan setelah ada
penjelasan dari pak Muchlis, nanti kita semua bisa tahu. Kita rangkul, kita tetap
berteman pada mereka yang terkena Aids agar kita sama2 bisa mencegah terjadinya
HIV AIDS. esmi saya buka.
Penyampaian penjelasan dari
DR. dr. Muchlis AU Sofro, SpPD intinya sbb : Pada semester kemarin
penderita HIV AIDA di Sragen sebanyak 550 orang, dan pada akhir tahun /
bulan ini sudah mencapai 604 orang, itu belum yang tercatat. Bahwa aktivitas penularan HIV AIDS
muncul dari Heteroseks, Homoseks, Ibu ke bayi. HIV AIDS tidak ditularkan melalui
ciuman, bersin, batuk, minum dari gelas yang sama,
keringat, bersentuhan, gigitan nyamuk, jarum steril,
hubungan seksual dengan kondom, tempat duduk toilet dan bersalaman. Salah satu obat yang bisa diberikan
kepada penderita HIV AIDS adalah namanya obat ARV (Anti Retro Viral) mencegah
aliran virus ke pembuluh darah.
Cara mencegah penularan HIV AIDS yaitu : Abstinance : tidak melakukan seks
berganti pasangan. Be Faithfull
: bersikap saling setia dengan pasangan.
Condom : cegah dengan memakai kondom.
Drugs : hindari pemakaian narkoba suntik.
Education : edukasi dan penyuluhan tentang HIV dan Aids. Sebaiknya kita semua tahu pasangan
kita masing-masing agar bisa mencegahnya dari HIV AIDS.
DR. dr. Muchlis AU Sofro, SpPD intinya sbb : Pada semester kemarin
penderita HIV AIDA di Sragen sebanyak 550 orang, dan pada akhir tahun /
bulan ini sudah mencapai 604 orang, itu belum yang tercatat. Bahwa aktivitas penularan HIV AIDS
muncul dari Heteroseks, Homoseks, Ibu ke bayi. HIV AIDS tidak ditularkan melalui
ciuman, bersin, batuk, minum dari gelas yang sama,
keringat, bersentuhan, gigitan nyamuk, jarum steril,
hubungan seksual dengan kondom, tempat duduk toilet dan bersalaman. Salah satu obat yang bisa diberikan
kepada penderita HIV AIDS adalah namanya obat ARV (Anti Retro Viral) mencegah
aliran virus ke pembuluh darah.
Cara mencegah penularan HIV AIDS yaitu : Abstinance : tidak melakukan seks
berganti pasangan. Be Faithfull
: bersikap saling setia dengan pasangan.
Condom : cegah dengan memakai kondom.
Drugs : hindari pemakaian narkoba suntik.
Education : edukasi dan penyuluhan tentang HIV dan Aids. Sebaiknya kita semua tahu pasangan
kita masing-masing agar bisa mencegahnya dari HIV AIDS.













