Jum’at 25 November 2016 Pukul
09.30 s.d 11.00 bertempat di Aula Pesat Gatra telah di laksanakan Pengarahan
dari Bapak Kapolres, Dandim 0725/Sragen. dalam Rangka mengantisipasi massa yang
akan berangkat ke Jakarta pada tanggal 2 Desember 2016 , yang di pimpin oleh
Kapolres Sragen AKBP CAHYO WIDIARSO SH,SIK. yang diikuti oleh lk 75 orang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Letkol Inf Denny Marantika (Dandim 0725/Sragen),
AKBP Cahyo Widiarso, SH. SIK (Kapolres Sragen), Kompol Danu Pamungkas Totok,
SH. SIK (Wakapolres Sragen), Para kabag, kasat, Kasi, Perwira Staf Polres
Sragen, Para Kapolsek jajaran Polres Sragen.
09.30 s.d 11.00 bertempat di Aula Pesat Gatra telah di laksanakan Pengarahan
dari Bapak Kapolres, Dandim 0725/Sragen. dalam Rangka mengantisipasi massa yang
akan berangkat ke Jakarta pada tanggal 2 Desember 2016 , yang di pimpin oleh
Kapolres Sragen AKBP CAHYO WIDIARSO SH,SIK. yang diikuti oleh lk 75 orang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Letkol Inf Denny Marantika (Dandim 0725/Sragen),
AKBP Cahyo Widiarso, SH. SIK (Kapolres Sragen), Kompol Danu Pamungkas Totok,
SH. SIK (Wakapolres Sragen), Para kabag, kasat, Kasi, Perwira Staf Polres
Sragen, Para Kapolsek jajaran Polres Sragen.
Adapun Arahan yang di sampaikan AKBP Cahyo Widiarso, SH. SIK
(Kapolres Sragen) Terkait perkembangan
60 orang yang telah berangkat Unras pada tanggal 4 November 2016, bagaimana
supaya ke 60 orang tersebut tidak berangkat lagi ke Jakarta untuk Unras
pada tanggal 2 Desember 2016, serta mengecek kesiapan kita terhadap situasi
yang ada diwilayah hukum Polres Sragen dan untuk mempersiapkan segala sesuatu.
Mengantisipasi apabila terjadi sesuatu, selanjutnya Bapak Kapolres meminta
laporan tiap – tiap kapolsek Untuk
melaporkan hasil dari semua penggalangan terhadap Masyarakat dan tokoh Agama
terkait akan adanya Unras di jakarta, sehingga Toga dan Tomas tidak akan
berangkat ke jakarta dalam rangka untuk mengikuti Unras pada tanggal 2 Desember
2016 tersebut. Tanggal 29 Nopember 2016 akan diadakan gelar pasukan untuk
antisipasi massa ya akan ke Jakarta dan akan di adakan peyekatan di
Sragen ada dua tempat di Gemolong dan di arah Purwodadi. Maka akan di dirikan
posko untuk memeriksa setiap masyarakat yang akan ke Jakarta dan di lakukan
razia 1x 24 jam dan akan di siapkan anggota dan tengah kota untuk antisipasi
apabila ada masyarakat yang akan bikin onar di wilayah kota untuk itu akan kita
siapkan pasukan remas apabila melanggar hukum kita tangkap kita harus berani
untuk bertindak menghadapi situasi yang ada di lapangan. Semua kegiatan agar di
dokumentasikan atau videokan
(Kapolres Sragen) Terkait perkembangan
60 orang yang telah berangkat Unras pada tanggal 4 November 2016, bagaimana
supaya ke 60 orang tersebut tidak berangkat lagi ke Jakarta untuk Unras
pada tanggal 2 Desember 2016, serta mengecek kesiapan kita terhadap situasi
yang ada diwilayah hukum Polres Sragen dan untuk mempersiapkan segala sesuatu.
Mengantisipasi apabila terjadi sesuatu, selanjutnya Bapak Kapolres meminta
laporan tiap – tiap kapolsek Untuk
melaporkan hasil dari semua penggalangan terhadap Masyarakat dan tokoh Agama
terkait akan adanya Unras di jakarta, sehingga Toga dan Tomas tidak akan
berangkat ke jakarta dalam rangka untuk mengikuti Unras pada tanggal 2 Desember
2016 tersebut. Tanggal 29 Nopember 2016 akan diadakan gelar pasukan untuk
antisipasi massa ya akan ke Jakarta dan akan di adakan peyekatan di
Sragen ada dua tempat di Gemolong dan di arah Purwodadi. Maka akan di dirikan
posko untuk memeriksa setiap masyarakat yang akan ke Jakarta dan di lakukan
razia 1x 24 jam dan akan di siapkan anggota dan tengah kota untuk antisipasi
apabila ada masyarakat yang akan bikin onar di wilayah kota untuk itu akan kita
siapkan pasukan remas apabila melanggar hukum kita tangkap kita harus berani
untuk bertindak menghadapi situasi yang ada di lapangan. Semua kegiatan agar di
dokumentasikan atau videokan
Hari ini bapak kapolda akan memberikan maklumat terkait masyarakat di larang
untuk hadir di Jakarta terkait Unras untuk itu persiapkan segala sesuatunya,
akan di persiapkan anggota yang fleksibel untuk giat di lapangan. kita
harus oll out untuk mempersiapkan semuanya kita dalami juga mereka yang akan
berangkat menggunakan kendaraan apa, warna apa dan sama siapa, Kita
sampaikan kepada mereka jangan berangkat ke Jakarta, untuk pasukan paling besar
akan di tempatkan d Brebes dan untuk Polres Sragen tidak akan di bekap oleh
pasukan dari wilayah lain, untuk setiap orang dari 60 orang yg pernah
ikut unras pada tanggl 4 November 2016
tersebut akan di tempel atau diawasi oleh 1 orang personel untuk memantau
semua giat orang tersebut dan harus punya data yang akurat mengenai orang
tersebut.Dari 60 orang tersebut sudah tergalang dan tinggal 14 orang yang
memaksa untuk berangkat ke Jakarta dan akan di galang ulang.Terkait penempatan
pos pantau atau pos pemeriksaan harus kita tempatkan tempat mana yg pas untuk
di bangunkan posko.
Letkol Inf Denny Marantika ( Dandim 0725/Sragen) menambahkan
kita sudah berulang kali telah di sampaikan oleh bapak kapolri dan Bapak
panglima Tni terkait situasi Negara saat ini yang membutuhkan kehadiran kita
semua.Untuk itu kita harus saling bekerja sama. Untuk kita TNI akan
menyesuaikan pola Operasi kepolisian Polres Sragen, Polri sebagai garda
terdepan dan TNI sebagai gerbang terakhir kita jangan sampai ragu dalam
pengambilan sikap di lapangan. Peran kan Babinsa dan Babhinkamtibmas untuk
mencari informasi sekecil apa pun, untuk mengantisipasi semua kejadian,
apabila ada babinsa yg tidak bisa di ajak kerja sama laporkan ke saya. Kita
harus cegah niat masyarakat supaya tidak ada yang hadir ke Jakarta, untuk itu
mari kita tunaikan tugas ini demi negara dan kita harus bersikap netral
terhadap semua kejadian. Kita jangan terpengaruh
medsos dari luar Belum tentu itu info yang benar, sehingga kalau kita
akan melangkah seolah-olah terhambat dengan info tersebut jadi kita sebagai
aparat harus pegang dan mempercayai berita dari pimpinan kita, itu yang harus
dikerjakan. Dalam pelaksanaan
penyekatan dan pengendalian massa sebaiknya dari Kodim dan dari Polres Sragen
saja. jangan melibatkan pasukan dulu karena nanti dalam pelaksanaannya bisa
menambah masalah di lapangan karena pasukan tersebut masih muda-muda dan
gampang emosi, kecuali kalau sudah benar-benar kondisi darurat. cukup dengan
Kodim dan Polres saja Untu mengendalikan massa yang akan berangkat ke Jakarta.
Untuk para Kapolsek ajak para Danramil dan
kyai yg benar benar NKRI dan kita jangan segan -segan untuk saling memberikan
informasinya.
kita sudah berulang kali telah di sampaikan oleh bapak kapolri dan Bapak
panglima Tni terkait situasi Negara saat ini yang membutuhkan kehadiran kita
semua.Untuk itu kita harus saling bekerja sama. Untuk kita TNI akan
menyesuaikan pola Operasi kepolisian Polres Sragen, Polri sebagai garda
terdepan dan TNI sebagai gerbang terakhir kita jangan sampai ragu dalam
pengambilan sikap di lapangan. Peran kan Babinsa dan Babhinkamtibmas untuk
mencari informasi sekecil apa pun, untuk mengantisipasi semua kejadian,
apabila ada babinsa yg tidak bisa di ajak kerja sama laporkan ke saya. Kita
harus cegah niat masyarakat supaya tidak ada yang hadir ke Jakarta, untuk itu
mari kita tunaikan tugas ini demi negara dan kita harus bersikap netral
terhadap semua kejadian. Kita jangan terpengaruh
medsos dari luar Belum tentu itu info yang benar, sehingga kalau kita
akan melangkah seolah-olah terhambat dengan info tersebut jadi kita sebagai
aparat harus pegang dan mempercayai berita dari pimpinan kita, itu yang harus
dikerjakan. Dalam pelaksanaan
penyekatan dan pengendalian massa sebaiknya dari Kodim dan dari Polres Sragen
saja. jangan melibatkan pasukan dulu karena nanti dalam pelaksanaannya bisa
menambah masalah di lapangan karena pasukan tersebut masih muda-muda dan
gampang emosi, kecuali kalau sudah benar-benar kondisi darurat. cukup dengan
Kodim dan Polres saja Untu mengendalikan massa yang akan berangkat ke Jakarta.
Untuk para Kapolsek ajak para Danramil dan
kyai yg benar benar NKRI dan kita jangan segan -segan untuk saling memberikan
informasinya.












