Sragen, 28 Oktober 2016
Pada hari Jumat,
tanggal 28 Oktober 2016 pukul 07.40 s/d 08.25 Wib bertempat di halaman Pemkab
Sragen telah dilaksanakan Upacara dalam rangka memperingati Hari Sumpah
Pemuda tahun 2016 Kab.Sragen dengan tema “Pemuda Indonesia Menatap Dunia”,
sebagai Irup Hj. dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Danup Imam
Rohadi, SH (Staf Kesbangpoldanlinmas) dan sebagai penyelenggara Dinas
Kesbangpol dan Linmas Kab.Sragen di ikuti lk 450 orang.
tanggal 28 Oktober 2016 pukul 07.40 s/d 08.25 Wib bertempat di halaman Pemkab
Sragen telah dilaksanakan Upacara dalam rangka memperingati Hari Sumpah
Pemuda tahun 2016 Kab.Sragen dengan tema “Pemuda Indonesia Menatap Dunia”,
sebagai Irup Hj. dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Danup Imam
Rohadi, SH (Staf Kesbangpoldanlinmas) dan sebagai penyelenggara Dinas
Kesbangpol dan Linmas Kab.Sragen di ikuti lk 450 orang.
Hadir dalam acara tersebut sbb: Hj. dr.
Kusdinar Untung Yuni Sukowati( Bupati Sragen), Deddy Endiyatno ( Wakil Bupati
Sragen), Kapten Inf Rusdi (Pasiter mewakili Dandim 0725/Sragen), AKBP Cahyo
Widiarso, SH. SIK (Kapolres Sragen), Herrus Batubara, SH. MH (Kajari Sragen), Drs.
Suhardi, SH (Ka Pengadilan Agama Sragen), Kapten Inf Siswanto (Dankiban
mewakili Danyonif 408/Sbh), Bambang Widyo Purwanto,SH ( Wakil Ketua DPRD
Sragen), Drs. Tatag Prabawanto B.MM (Sekda Kab. Sragen), Ngatmin Abbas
(Ketua KPU Kab. Sragen), Asisten III dan Camat se Kab.Sragen, Kabag dan Kadinas
instansi Kab. Sragen.
Kusdinar Untung Yuni Sukowati( Bupati Sragen), Deddy Endiyatno ( Wakil Bupati
Sragen), Kapten Inf Rusdi (Pasiter mewakili Dandim 0725/Sragen), AKBP Cahyo
Widiarso, SH. SIK (Kapolres Sragen), Herrus Batubara, SH. MH (Kajari Sragen), Drs.
Suhardi, SH (Ka Pengadilan Agama Sragen), Kapten Inf Siswanto (Dankiban
mewakili Danyonif 408/Sbh), Bambang Widyo Purwanto,SH ( Wakil Ketua DPRD
Sragen), Drs. Tatag Prabawanto B.MM (Sekda Kab. Sragen), Ngatmin Abbas
(Ketua KPU Kab. Sragen), Asisten III dan Camat se Kab.Sragen, Kabag dan Kadinas
instansi Kab. Sragen.
Amanat Menpora yang dibacakan oleh Irup Hj.
dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati( Bupati Sragen) : Pertama marilah kita
panjatkan puji syukur kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa. Atas perkenan rahmat
dan hidayah-Nya kita semua masih diberi kesempatan dalam kondisi sehat
wal’afiat untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88 Tahun 2016. Melalui
peringatan hari sumpah pemuda tahun ini kami menyampaikan salam hangat bagi
tokoh tokoh pemuda di seluruh penjuru negeri dan manca negara beserta keluarga
untuk tetap berjuang dan berupaya sekuat tenaga demi kemajuan dan kemakmuran
Bangsa Indonesia, dan terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Penghargaan dan hormat kita semua kepada Bung Karno Bapak Bangsa
tokoh pemuda masa itu, yang meneriakkan kalimat yang sangat terkenal “Beri aku
1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya Beri aku 10 pemuda,
niscaya akan kuguncangkan dunia” Saat
pertama kali mendengar pidato Bung Karno ini, kita mungkin sempat
bertanya-tanya. Apakah mungkin dan bagaimana caranya, hanya dengan 10 pemuda,
sebuah negara bisa mengguncangkan dunia?
dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati( Bupati Sragen) : Pertama marilah kita
panjatkan puji syukur kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa. Atas perkenan rahmat
dan hidayah-Nya kita semua masih diberi kesempatan dalam kondisi sehat
wal’afiat untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88 Tahun 2016. Melalui
peringatan hari sumpah pemuda tahun ini kami menyampaikan salam hangat bagi
tokoh tokoh pemuda di seluruh penjuru negeri dan manca negara beserta keluarga
untuk tetap berjuang dan berupaya sekuat tenaga demi kemajuan dan kemakmuran
Bangsa Indonesia, dan terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Penghargaan dan hormat kita semua kepada Bung Karno Bapak Bangsa
tokoh pemuda masa itu, yang meneriakkan kalimat yang sangat terkenal “Beri aku
1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya Beri aku 10 pemuda,
niscaya akan kuguncangkan dunia” Saat
pertama kali mendengar pidato Bung Karno ini, kita mungkin sempat
bertanya-tanya. Apakah mungkin dan bagaimana caranya, hanya dengan 10 pemuda,
sebuah negara bisa mengguncangkan dunia?
Jawaban atas pertanyaan ini akan kita temukan melalui fakta-fakta berikut ini.
Data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia sesuai
dengan UU No 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan dengan range usia antara 16-30
tahun, berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5% dari total jumlah penduduk
Indonesia yang mencapai 252 juta orang (BPS, 2014), Secara kuantitas angka
24,5% ini cukuplah besar. Ditambah lagi dalam waktu dekat ini mulai Tahun 2020
sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan
Bonus Demografi. Dimana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada
pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64% dari total
jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa.
Data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia sesuai
dengan UU No 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan dengan range usia antara 16-30
tahun, berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5% dari total jumlah penduduk
Indonesia yang mencapai 252 juta orang (BPS, 2014), Secara kuantitas angka
24,5% ini cukuplah besar. Ditambah lagi dalam waktu dekat ini mulai Tahun 2020
sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan
Bonus Demografi. Dimana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada
pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64% dari total
jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa.
Bonus demografi menjadi windosw
opportunity (peluang) yang sangat strategis bagi sebuah negara untuk dapat
melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumber
daya manusia usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan. Rasio
sederhananya dapat digambarkan bahwa disetiap 100 penduduk Indonesia, terdapat
64 orang yang berusia produktif, sisanya 46 orang adalah usia anak-anak dan
lansia. Rasio usia produktif di atas 64% sudah lebih dari cukup bagi Indonesia
untuk melesat menjadi negara maju. Itu adalah rasio usia produktif terbaik
Indonesia yang mulai kita nikmati nanti Tahun 2020 dan akan berakhir pada tahun
2035. Lantas, pertanyaan lainnya adalah, apa relevansinya bonus demografi
Indonesia dengan pidato Bung Karno tentang sepuluh pemuda mengguncang dunia? Jika
kita merenung dan merefleksikan pidato Bung Karno, maka sejatinya jumlah besar
saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan
diperhitungkan di kancah dunia. Bung Karno tidak perlu menunggu bonus demografi
untuk bisa memberikan kehormatan yang layak bagi bangsa dan negaranya. Bung
Karno hanya membutuhkan pemuda-pemudi unggul yang memiliki kualitas dan visi
yang besar dalam menatap dunia.
opportunity (peluang) yang sangat strategis bagi sebuah negara untuk dapat
melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumber
daya manusia usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan. Rasio
sederhananya dapat digambarkan bahwa disetiap 100 penduduk Indonesia, terdapat
64 orang yang berusia produktif, sisanya 46 orang adalah usia anak-anak dan
lansia. Rasio usia produktif di atas 64% sudah lebih dari cukup bagi Indonesia
untuk melesat menjadi negara maju. Itu adalah rasio usia produktif terbaik
Indonesia yang mulai kita nikmati nanti Tahun 2020 dan akan berakhir pada tahun
2035. Lantas, pertanyaan lainnya adalah, apa relevansinya bonus demografi
Indonesia dengan pidato Bung Karno tentang sepuluh pemuda mengguncang dunia? Jika
kita merenung dan merefleksikan pidato Bung Karno, maka sejatinya jumlah besar
saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan
diperhitungkan di kancah dunia. Bung Karno tidak perlu menunggu bonus demografi
untuk bisa memberikan kehormatan yang layak bagi bangsa dan negaranya. Bung
Karno hanya membutuhkan pemuda-pemudi unggul yang memiliki kualitas dan visi
yang besar dalam menatap dunia.
Ketika beberapa waktu yang lalu, Indonesia
berhasil mengantarkan seorang Pemuda Indonesia usia 23 tahun bernama Rio
Haryanto ke level tertinggi balap mobil internasional F.1, kita baru menyadari
pernyataan Bung Karno bukan isapan jempol semata. Seluruh mata dunia
terbelalak. Dunia Balap internasional seolah tidak percaya ada anak Indonesia
yang berhasil menembus balapan palingbergengsi di dunia. egitu pun ketika kita
berhasil mengembalikan tradisi emas di ajang Olimpiade Rio de Jeneiro Brasil
melalui cabang olahraga Bulutangkis, dunia juga berguncang. Semua orang pun
tahu peraih medali emas itu adalah Owi-Butet, anak muda berusia 27 dan 30
tahun.
berhasil mengantarkan seorang Pemuda Indonesia usia 23 tahun bernama Rio
Haryanto ke level tertinggi balap mobil internasional F.1, kita baru menyadari
pernyataan Bung Karno bukan isapan jempol semata. Seluruh mata dunia
terbelalak. Dunia Balap internasional seolah tidak percaya ada anak Indonesia
yang berhasil menembus balapan palingbergengsi di dunia. egitu pun ketika kita
berhasil mengembalikan tradisi emas di ajang Olimpiade Rio de Jeneiro Brasil
melalui cabang olahraga Bulutangkis, dunia juga berguncang. Semua orang pun
tahu peraih medali emas itu adalah Owi-Butet, anak muda berusia 27 dan 30
tahun.
Bukan hanya di ajang olahraga, di
sektor-sektor lain seperti Industri kreatif, kita juga menemukan
talenta-talenta muda Indonesia yang berhasil mengharumkan negara dan bangsa di
kancah internasional. Ada Joe Taslim, aktor muda yang berhasil mengguncang
panggung Hollywood melalui film fast and furious. Ada juga sutradara muda usia
27 tahun asal Blitar Jawa Timur, Livi Zheng yang berhasil mengguncang panggung
perfilman Hollywood melalui karya-karya berkelasnya. Di dunia musik, kita punya
Sandhy Sundoro musisi muda Indonesia yang di usianya 28 tahun telah berhasil
menyabet penghargaan Internasional Contest of Young Pop Singer di Latvia pada
2009 dengan mendapatkan nilai nyaris sempurna dari seluruh juri. Data BPS
menyebutkan bahwa Industri Kreatif hari ini menyumbang tidak kurang dari 7
persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sebuah kontribusi yang
tidak bisa dianggap kecil ditengah pelambatan ekonomi dunia.
sektor-sektor lain seperti Industri kreatif, kita juga menemukan
talenta-talenta muda Indonesia yang berhasil mengharumkan negara dan bangsa di
kancah internasional. Ada Joe Taslim, aktor muda yang berhasil mengguncang
panggung Hollywood melalui film fast and furious. Ada juga sutradara muda usia
27 tahun asal Blitar Jawa Timur, Livi Zheng yang berhasil mengguncang panggung
perfilman Hollywood melalui karya-karya berkelasnya. Di dunia musik, kita punya
Sandhy Sundoro musisi muda Indonesia yang di usianya 28 tahun telah berhasil
menyabet penghargaan Internasional Contest of Young Pop Singer di Latvia pada
2009 dengan mendapatkan nilai nyaris sempurna dari seluruh juri. Data BPS
menyebutkan bahwa Industri Kreatif hari ini menyumbang tidak kurang dari 7
persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sebuah kontribusi yang
tidak bisa dianggap kecil ditengah pelambatan ekonomi dunia.
Hari ini, kita juga memiliki anak-anak muda
potensial dibidang start up, yang omzetnya mengundang decak kagum pebisnis
online dunia. Ada Nadiem Makarim, pendiri Go-Jek, ada Achmad Zaky, CEO
Bukalapak dan ratusan CEO-CEO muda Indonesia di bidang Teknologi Informasi yang
dipercaya oleh perusahaan multinasional Tahun 2015, dilaporkan terdapat 62
start up Indonesia yang kebanjiran dana investasi hingga puluhan triliun
rupiah. Omzet belanja online (e-commerce) Indonesia sendiri pada Tahun 2015
dilaporkan telah mencapai Rp. 200 triliun lebih (Kemendag, 2015). Jika tren ini
bisa dikelola dengan baik, maka perekonomian Indonesia akan maju pesat. Tentu,
dengan catatan bahwa dari lalu lintas dan mata rantai bisnis online tersebut,
para pemuda Indonesia harus berada pada posisi sebagai produsen bukan sekedar
sebagai konsumen.
potensial dibidang start up, yang omzetnya mengundang decak kagum pebisnis
online dunia. Ada Nadiem Makarim, pendiri Go-Jek, ada Achmad Zaky, CEO
Bukalapak dan ratusan CEO-CEO muda Indonesia di bidang Teknologi Informasi yang
dipercaya oleh perusahaan multinasional Tahun 2015, dilaporkan terdapat 62
start up Indonesia yang kebanjiran dana investasi hingga puluhan triliun
rupiah. Omzet belanja online (e-commerce) Indonesia sendiri pada Tahun 2015
dilaporkan telah mencapai Rp. 200 triliun lebih (Kemendag, 2015). Jika tren ini
bisa dikelola dengan baik, maka perekonomian Indonesia akan maju pesat. Tentu,
dengan catatan bahwa dari lalu lintas dan mata rantai bisnis online tersebut,
para pemuda Indonesia harus berada pada posisi sebagai produsen bukan sekedar
sebagai konsumen.
Selain pencapaian di bidang teknologi informasi,
kita juga punya anak-anak muda hebat sekelas Gamal Ali Bin Said, 27 tahun asal
Malang Jawa Timur yang berhasil mencuri perhatian Pangeran Charles Inggris atas
inovasi Asuransi Bank Sampahnya. Termasuk, beberapa waktu lalu kita juga dibuat
bangga oleh diplomat Muda Indonesia, Nara Masista Rakhmatia yang mampu
mengguncang persidangan PBB karena diplomasinya yang keras, cerdas dan tegas
melindungi Papua dari rongrongan negara-negara asing. Hari ini adalah hari
kebangkitan anak muda Indonesia. Dengan kemajuan teknologi, pemuda-pemuda
Indonesia dari Sabang sampai Merauke terus bergerak memberikan sumbangsih
pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran Bangsa Indonesia,
terutama di mata dunia.
kita juga punya anak-anak muda hebat sekelas Gamal Ali Bin Said, 27 tahun asal
Malang Jawa Timur yang berhasil mencuri perhatian Pangeran Charles Inggris atas
inovasi Asuransi Bank Sampahnya. Termasuk, beberapa waktu lalu kita juga dibuat
bangga oleh diplomat Muda Indonesia, Nara Masista Rakhmatia yang mampu
mengguncang persidangan PBB karena diplomasinya yang keras, cerdas dan tegas
melindungi Papua dari rongrongan negara-negara asing. Hari ini adalah hari
kebangkitan anak muda Indonesia. Dengan kemajuan teknologi, pemuda-pemuda
Indonesia dari Sabang sampai Merauke terus bergerak memberikan sumbangsih
pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran Bangsa Indonesia,
terutama di mata dunia.
Rasanya tidak cukup jika harus menuliskan
semua nama pemuda Indonesia yang hari ini mengharukan nama Indonesia di kancah
internasional. Tokohtokoh pemuda yang disebutkan tadi hanyalah contoh untuk
mengingat kembali pesan Bung Karno bahwa dengan pemuda yang hebat, kita
benar-benar bisa menaklukkan dunia. Jumlah yang besar saja tidaklah cukup tanpa
diimbangi dengan kualitas yang baik. Tugas kita semua untuk menjadikan Bonus
Demografi ini memiliki makna bagi percepatan pembangunan di Indonesia. Mari
kita buktikan dalam sejarah Indonesia, untuk kesekian kalinya pemuda Indonesia
menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia. Bonus demografi menjadi
kesempatan kita satu-satunya untuk memastikan percepatan pembangunan ekonomi
Indonesia menjadi negara maju sejajar dengan negaranegara besar lainnya. Di depan
mata kita ada MEA dan Perdagangan bebas Asia dan dunia. Saatnya pemuda
Indonesia membangun visi yang besar menatap dunia.
semua nama pemuda Indonesia yang hari ini mengharukan nama Indonesia di kancah
internasional. Tokohtokoh pemuda yang disebutkan tadi hanyalah contoh untuk
mengingat kembali pesan Bung Karno bahwa dengan pemuda yang hebat, kita
benar-benar bisa menaklukkan dunia. Jumlah yang besar saja tidaklah cukup tanpa
diimbangi dengan kualitas yang baik. Tugas kita semua untuk menjadikan Bonus
Demografi ini memiliki makna bagi percepatan pembangunan di Indonesia. Mari
kita buktikan dalam sejarah Indonesia, untuk kesekian kalinya pemuda Indonesia
menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia. Bonus demografi menjadi
kesempatan kita satu-satunya untuk memastikan percepatan pembangunan ekonomi
Indonesia menjadi negara maju sejajar dengan negaranegara besar lainnya. Di depan
mata kita ada MEA dan Perdagangan bebas Asia dan dunia. Saatnya pemuda
Indonesia membangun visi yang besar menatap dunia.












