Berita  

DANDIM SRAGEN SAMPAIKAN MATERI TENTANG PERAN KOMPONEN BANGSA DALAM BELA NEGARA

DANDIM SRAGEN SAMPAIKAN MATERI TENTANG PERAN KOMPONEN BANGSA DALAM BELA NEGARA
Sukodono, 13 Oktober 2016
Pada hari Kamis tanggal
13 Oktober 2016 bertempat di pukul 08.45 s.d 12.15 WIB bertempat di Aula Kantor
PKK Kab. Sragen telah berlangsung Sosialisasi PPBN, Narkoba, HIV AIDS Prokja I
Tim Penggerak PKK Kab. Sragen tahun 2016 sebagai Ketua penyelenggara Ny. Retno
Susanti Dedi Endriyatno (Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Sragen) yang diikuti ±
100 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut : Letkol Inf Denny Marantika
(Dandim 0725/ Sragen), Ibu Retno Susanti Dedi Endriyatno (Ketua Tim Penggerak
PKK Kab. Sragen), Sri Wahyuni Suharto Muksin (Wakil ketua II Sri Wahyuni Wahyu
Widayat), Aiptu Dwi Ida Susiani (Kanit Tibmas Satbinmas Polres Sragen), Ibu
Penggerak  PKK Desa Binaan, Karangtaruna Kec. Sragen dan tamu undangan
lain.

Dalam sosialisasi tersebut bertindak sebagai Nara sumber
antara lain:  Letkol Inf Denny
Marantika (Dandim 0725/Sragen) menyampaikan materi tentang Peran Komponen
Bangsa Dalam Bela Negara. Bapak Sutrisno, Skm (DKK Sragen) menyampaikan tentang
Progaram Pencegahan Pengendalian HIV AIDS dan IMS Kab. Sragen. Aiptu Dwi Ida
Susiani (Kanit Tibmas Satbinmas Polres Sragen) tentang Narkoba.

Inti Sambutan yang disampaikan Ibu Retno Susanti Dedi Endriyatno
(Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Sragen)  sebagai berikut : Puji syukur
kehaditat Allah SWT yang telah melimpahkan hidayah dan taufikNya kepada kita
semua sehingga kita dapat berkumpul dan bertemu dalam rangka mengikuti
Sosialisasi Pendidikan Pendahuluan Bela Negara, Narkoba dan HIV/AIDS dalam
keadaan sehat wal afiat. Sebagaimana kita ketahui bersama, dewasa ini banyak
kita jumpai permasalahan-permasalahan dalam penyalahgunaan narkoba meningkatnya
penderita HIV/AIDS pada masyarakat, kenyataan seperti itu bukan hanya persoalan
melanggar ketentuan peraturan perundang undangan saja, tetapi lebih dari itu,
sangat terkait dengan menurunnya sikap perilaku hidup dalam tatanan kehidupan
bermasyarakat dan bernegara secara keseluruhan. Hal ini tidak boleh berkembang
dan berlarut larut terjadinya karena akan merusak mental dan moral bangsa,
khususnya pada generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa.

Melalui Sosialisasi
Pendidikan Pendahuluan Bela Negara,Narkoba dan HIV/AIDS ini, diharapkan dapat
dibangun kesadaran dan pemahaman masyarakat, agar keluarga dan masyarakat
Indonesia mampu mengantisipasi perilaku yang melanggar hukum sejak awal
selanjutnya mampu mengendalikan diri dalam suasana apapun serta dapat bertindak
bijak dalam menghadapi situasi tersebut. Pelaksanaan Sosialisasi Pendidikan
Pendahuluan Bela Negara, Narkoba dan HIV/AIDS ini bersumber dari Dana Anggaran
Pemerintah Daerah (APBD) Kabupaten Sragen Tahun 2016, oleh karena itu Saya
berharap pada peserta Sosialisasi dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, dan
sampai kegiatan ini berakhir. Saya mengharapkan setelah mengikuti Sosialisasi
ini bapak/ibu semuanya bisa menyampaikan hasil sosialisasi ini kepada para
Kader dan masyarakat di daerah masing-masing.

Adapun materi yang
disampaikan oleh Letkol Inf Denny Marantika (Dandim 0725/Sragen) tentang Peran
Komponen Bangsa Dalam Bela Negara sebagai berikut :  Indonesia memiliki banyak keragaman
antara lain memiliki 1.128 suku bangsa, 726 Bahasa dan 6 agama resmi serta
ratusan kepercayaan yang tidak bisa diseragamkan oleh seluruh bangsa Indonesia.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk yang sangat berpotensi konflik yang
besar oleh karenanya bangsa kita harus menumbuhkan rasa persaudaraan dan
persatuan antar seluruh rakyat di bangsa Indonesia, 100 tahun Indonesia merdeka
dan 100 tahun lagi indonesia mau dibawa kemana?. Data dari tahun 2014
menunjukkan sisa cadangan minyak dunia tinggal 45 th lagi, sedangkan data tahun
2016 masih 50 tahun lagi, disamping itu pertumbuhan penduduk dunia bertambah
1miliar dalam kurun waktu 6 tahun. Ini sangat berpengaruh terhadap kebutuhan
hidup semua penduduk di dunia seperti kebutuhan energi, pangan dan air itu
menjadi semakin langka dan hal ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak
dimana setiap hari 41.095 anak meninggal dunia dan hampir 15 juta anak
meninggal dalam setahun hanya karena faktor kemiskinan, kelaparan dan kesehatan
yang buruk.

Kesuburan tanah di
Indonesia sangatlah cocok untuk bercocok tanam, dan memiliki potensi vegetasi
setiap tahunnya, kekayaan alama hayati dan nonhayati Indonesia sangatlah banyak
dan semua negara ingin menguasai sumber daya alam indonesia. Indonesia banyak
mengikuti perjanian antar negara dengan cara bekerja sama untuk memajukan
bangsanya, yang menjadi perang masa kini adalah perang energi menjadi
pangan,air, energi (energi hayati) disekitar khatulistiwa. Trend perang saat
ini menggunakan berbagai aspek, berbagai bangsa dan negara, yaitu pera Proxy
war dimana, tidak terlihat siapa lawan atau siapa kawan disinilah peran pemuda
dan sangat strategis untuk menentukan pengendalian di negara ini. Proxy War
sudah banyak terjadi di Indonesia, seperti contoh Demonstrasi buruh
dimana-mana, mengajukan tuntutan dengan cara intimidasi, terjadinya tawuran
antar pelajar, banyaknya bentrokan mahasiswa dengan aparat/masyarakat,
mahasiswa membakar universitasnya sehingga dalam 3 tahun setidaknya kasus
pembakaran fasilitas kampus oleh mahasiswa, terjadinya penyalahgunaan narkoba
yang mengakibatkan 15.000 jiwa meninggal setiap tahun, dan kita sebagai orang
tua harus waspada medsos/media sosial yang dapat mengakibatkan isu-isu, fitnah,
penyesatan, pembunuhan karakter, saling curiga, meragukan pancasila dan
meruntuhkan percaya diri/nasionalisa serta delegetimasi pemerintah indonesia.

Indonesia kaya tidak
boleh maju dan kaya karena potensi kekayaan alam berupa sumber energi, pangan,
dan konsumen serta pasar dunia itu dikuasai oleh negara asing, bangsa indonesia
merupakan bangsa yang suka bertempur, terbukti bahwa ada senjata yang ada dari
ujung Aceh hingga Papua yang artinya bangsa indonesia selalu dapat memenangkan
perang pada waktu itu. Akan tetapi bangsa indonesia mudah untuk di adu domba,
oleh karenanya selalu terjadi perang yang dilakukan antar saudara dan antar
beda agama. Mari kita menciptakan generasi muda yang selelu didepan berperan
dalam sejarah indonesia. Ancaman perang secara langsung bukanlah perang, akan
tetapi meliputi Ipoleksosbudhankam, kita harus mampu menjaga generasi muda
Indonesia jangan sampai terpengaruh oleh kebudayaan asing yang sekarang sudah
masuk ke negara indonesia. Kita juga harus menciptakan generasi muda yang
selalu didepan dan berperan penting dalam sejarah indonesia. Sadarilah bahwa
rakyat Indonesia hari menjadi tokoh dan contoh di lingkungannya, kita harus
menjaga kesatuan Indonesia, kita harus selalu menjunjung tinggi nilai
Kemanusiaan, Pancasila, semangat persatuan, toleransi, kesantunan, pluralisme
dan Kebhinekaan di Negara Indonesia ini.

Adapun materi yang disampaikan Sutrisno, Skm (DKK Sragen)
tentang Program Pencegahan Pengendalian HIV AIDS dan IMS Kab. Sragen sebagai
berikut :  Kami hadiri disini
untuk menyampaikan apa yang menjadi program pencegahan sekaligus pengendalian
HIV AIDS dan IMS khususnya di Kabupaten Sragen, tujuannya adalah untuk
menghentikan perkembahan peredaran virus HIV AIDS dan IMS di Kabupaten Sragen
dan mencegah terjadinya penularan virus di wilayah kabupaten sragen.

Adapun pengertian Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang ditularkan
melalui hubungan seksual. Infeksi Menular Seksual akan lebih beresiko bila
melakukan hubungan seksual dengan bergonta ganti pasangan, baik melalui vagina,
oral maupun anal. IMS menyebabkan infeksi alat reproduksi yang dianggap serius,
beberap IMS juga dapat ditularkan dari ibu yang menderita yang ditularkan ke
janin atau bayinya serta melalui alat tembus kulit (darah). Penularan IMS
sangat mudaha dalam hal ini diakibatkan karena hubungan seks yang tidak aman
dengan penderita IMS tanpa menggunakan pelindung/kondom, mempunyai pasangan
seks lebih dari satu, melakukan hubungan seks secara anak karena hubungan ini
menimbulkan duka.

Gejala dari IMS adalah
sebagai berikut : Keluar cairan tidak normal dan atau sakit pada vagina
(keputihan). Keluar cairan tidak normal dan atau sakit dari penis. Luka pada
sekitar alat kelamin. Nyeri perut bagian bawah pada perempuan. Pembengkakan
testis/skrotum. Tumbuhan vegetasi. Radang mata pada bayi yang baru lahir. Hubungan
dari IMS dan HIV sangat meningkatkan resika tertular HIV AIDS, pengidap HIV
menjadi rentan terhadap penyakit termasuk IMS dan pengidap HIV juga IMS akan
lebih cepat manjadi AIDS, serta lebih mudah dan cepat menularkan.

HIV menyerang sistem
kekebalan tubuh (sel darah putih/limfosit) sehingga kekebalan tubuh menurun dan
memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri dalam tubuh manusia. Penularan HIV
terutama terjadi karena adanya perilaku berisiko dengan adanya praktek seksual
berisiko tanpa pengaman, praktek penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan
bergantian namun juga bisa penularan dari ibu HIV positif ke bayi yang
dikandungnya. Pencegahan HIV dapat dicegah dengan cara berperilaku seks yang
aman, tidak berbagi alat suntik, skrining donor darah, program pencegahan
penularan HIV dari ibu ke anak dan kewaspadaan standar pada tenaga kerja
kesehatan. Situasi HIV AIDS saat ini hampir semua wilayah di Indonesia mas
dalamm kategori Endemi terkonsentrasi kecuali di tanah Papua merupakan epidemi
meluas tingkat rendah.

Adapun materi yang disampaikan oleh Aiptu Dwi Ida Susiani
(Kanit Tibmas Satbinmas Polres Sragen) tentang Narkoba sebagai berikut : Narkoba
adalah singkatan dari Narkotik, Psikotropika dan bahan adiktif. Maraknya
penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dewasa ini yang sasaran targetnya
adalah semua kalangan baik itu di lingkungan aparat, pegawaimaupun masyarakat
umum terutama pelajar, penyuluhan bahaya narkoba guna membentengi para generais
penerus bangsa serta masyarakat dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap
narkoba. Penyuluhan narkoba ini dipandang perlu untuk memberikan daya tangkal
dan upaya pencegahan dini terhadap anggota atas maraknya penyalahgunaan narkoba
khususnya dikalangan pemuda dan pemudi serta masyarakat yang saat masih ada
yang terjerumus di dalamnya. Harapannya seluruh masyarakat mengetahui dan
memahami bahaya dari penyalahgunaan narkoba, sehingga terbentuk imunitas
individu masing-masing untuk mampu menolak semua penyimpangan perilaku,
terutama penyalahgunaan narkoba yang dapat mengancam kelangsungan generasi masa
kini dan masa depannya. Untuk itu dalam pencegahan memfokuskan pada upaya
menjadikan masyarakat, khususnya warga masyarakat sragen memiliki pola pikir,
sikap terampil untuk menolak penyalahgunaan narkoba serta upaya menciptakan
lingkungan kerja bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Penyuluhan
tentang efek dan bahaya narkoba ini, juga ikut mengingatkan kepada
seluruh peserta yang hadir  bahwa narkoba cenderung sejalan dengan arah
tindak kriminal dan ini merupakan kejahatan nomor satu, dampak dari narkoba
bisa terkena penyakit yang berbahaya serta kronis.kegiatan penyuluhan seperti
ini sangat bermanfaat, dimana informasi informasi tentang menjadi masukan bagi
kita dan akan menjadi tolok ukur kita dalam mengantisipasi peredaran Narkoba di
wilayah masing masing. Upaya penanggulangan penyalahgunaan Narkotika dengan
cara prefentif/pencegahan dengan membentuk masyarakat agar mempunyai ketahanan
dan kekebalan terhadap pengaruh Narkotika, melakukan pembinaan dan pengawasan
terhadap keluarga, melakukan penyuluhan terhadap masyarakat, mahasiswa dan
pelajar sert melakukan pengawasan ditempat-tempat hiburan malam.

Disamping itu kita juga
bisa melakukan pengobatan dengan tujuan menyembuhkan para korban baik secara
medis maupun dengan media lain yaitu dengan rhabilitasi yang dilakukan dirumah
sakit yang sudah ditunjuk oleh pemerintah dan oleh menteri kesehatan dan
diharapkan setelah dilakukan rehabilitasi para korban tidak mengulangi untuk
menggunak Narkoba. Kesimpulannya narkoba sangat berbahaya bagi penggunanya,
narkoba telah merambah semua kalangan, kita harus bisa berkata tidak pada
narkoba, aktif dalam kegiatan yang positif dan memperdalam akidah keagamaan
untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

DANDIM SRAGEN SAMPAIKAN MATERI TENTANG PERAN KOMPONEN BANGSA DALAM BELA NEGARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *