Muspika menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad, SAW dan halal bihalal
di rumah Bp. Daman Huri Sambungmacan, Sragen
pada Hari Jum’at 16 Juli 2016, dengan penceramah KH. Muh Masroni dari
Gunung Kidul Semarang.
menyampaikan Makna maulid nabi Dengan adanya seremonial maulid nabi,
umat Islam diharapkan bisa mengingat kembali betapa gigih perjuangan rasul
dalam merintis dan mengembangkan ajaran Islam di tengah tradisi dan budaya Arab
yang waktu itu dalam keadaan jahiliyah. Satu hal yang harus dilakukan umat
Muslim ketika merayakan maulid nabi adalah meneladani sikap dan perbuatan,
terutama akhlak mulia nan agung dari baginda nabi besar Muhammad saw. Bukan
hanya seremonial belaka, perayaan itu mestinya diresapi dalam hati yang begitu
dalam dan mencoba untuk meneladani dan mempraktikkan akhlak mulia dari nabi.
Saat melontarkan pujian-pujian dan sholawat yang begitu menggebu-gebu,
hendaknya tidak hanya ditujukan kepada fisik maupun keduniawiannya saja tetapi
juga akhlak nabi yang begitu agung dan mulia. Dalam hal ibadah, akhlak mulia
dan agung dari nabi itulah yang harus ditiru, dicontoh dan diteladani. Padahal
kita tahu, Islam sebagai agama yang dibawa nabi Muhammad adalah rahmatan lil
alamin. Artinya, Islam membawa rahmat bagi
alam semesta, bukan hanya umat Muslim saja atau manusia saja, tetapi semua
makhluk seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, dan alamnya. Setelah acara maulid Nabi
Muhammad SAW dilanjutkan halal bihalal oleh seluruh jamaah yang hadir.













