Sragen, 18 Juli 2016
Seluruh Anggota Kodim 0725/Sragen
beserta Subdenpom, Minvet serta adik – adik pramuka Saka Wira Kartika melaksanakan
upacara bendera 17-an yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Makodim pada hari
Senin ( 18/7/16 ), bertindak sebagai Irup Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol
Inf. Denny Marantika.
beserta Subdenpom, Minvet serta adik – adik pramuka Saka Wira Kartika melaksanakan
upacara bendera 17-an yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Makodim pada hari
Senin ( 18/7/16 ), bertindak sebagai Irup Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol
Inf. Denny Marantika.
Dalam kesempatan tersebut
Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol Inf. Denny Marantika membacakan amanat dari
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
: Saya mengucapkan selamat Idul Fitri 1437 H bagi yang merayakan dan mengajak
seluruh prajurit dan PNS TNI untuk senantiasa mengaktualisasikan hik,ah puasa agar
berhati ceria dan berakhlak yang baik , jujur dan bermanfaat dalam mendukung
pelaksanaan tugas.
Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol Inf. Denny Marantika membacakan amanat dari
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
: Saya mengucapkan selamat Idul Fitri 1437 H bagi yang merayakan dan mengajak
seluruh prajurit dan PNS TNI untuk senantiasa mengaktualisasikan hik,ah puasa agar
berhati ceria dan berakhlak yang baik , jujur dan bermanfaat dalam mendukung
pelaksanaan tugas.
Saya tidak bosan untuk selalu
mengingatkan kembali kepada segenap prajurit dan PNS TNI dimana saja berada dan
bertugas harus peka dimana rakyat mengalami kesulitan. Itu merupakan panggilan
tugas yang harus direspon dengan cepat
tanpa menunggu perintah karena penaggulangan bencana berpacu dengan waktu agar dapat meminimalis korban. Perlu saya
ingatkan kembali bahwa bulan ini merupakan batas akhir dari penekanan Panglima
TNI terhadap bahaya , sehingga bila ada prajurit yang terlibat maka sanksi akan
“ Lebih Berat. Pada aspek lain untuk menghadapi berbagai bentuk ancaman teroris
kita harus selalu waspada jangan sampai teror – teror yang terjadi di luar
negeri masuk ke wilayah NKRI.
mengingatkan kembali kepada segenap prajurit dan PNS TNI dimana saja berada dan
bertugas harus peka dimana rakyat mengalami kesulitan. Itu merupakan panggilan
tugas yang harus direspon dengan cepat
tanpa menunggu perintah karena penaggulangan bencana berpacu dengan waktu agar dapat meminimalis korban. Perlu saya
ingatkan kembali bahwa bulan ini merupakan batas akhir dari penekanan Panglima
TNI terhadap bahaya , sehingga bila ada prajurit yang terlibat maka sanksi akan
“ Lebih Berat. Pada aspek lain untuk menghadapi berbagai bentuk ancaman teroris
kita harus selalu waspada jangan sampai teror – teror yang terjadi di luar
negeri masuk ke wilayah NKRI.












