Tanon, 20 Mei 2016
Pada hari Senin tanggal 16 Mei 2016 Babinsa Desa
Padas Serma Budiyanto melaksanakan komonikasi sosial dengan komponen masyarakat
dalam kegiatan mengahdiri pencanangan bulan bakti gotong royong bertempat di
Balai Desa Padas, Kecamatan Tanon, Tema kegiatan tersebut adalah “Dengan bulan bakti gotong royong kita daya gunakan peran lembaga
kemasyarakatan desa sebagai mitra pemerintah desa”. Hadir
dalam kegiatan tersebut : Camat Tanon Sardjoko. SE, Kapolsek Tanon AKP Agus Jumadi, Kades se Kec. Tanon,
Toga, Tomas, Toda dan Ormas.
Padas Serma Budiyanto melaksanakan komonikasi sosial dengan komponen masyarakat
dalam kegiatan mengahdiri pencanangan bulan bakti gotong royong bertempat di
Balai Desa Padas, Kecamatan Tanon, Tema kegiatan tersebut adalah “Dengan bulan bakti gotong royong kita daya gunakan peran lembaga
kemasyarakatan desa sebagai mitra pemerintah desa”. Hadir
dalam kegiatan tersebut : Camat Tanon Sardjoko. SE, Kapolsek Tanon AKP Agus Jumadi, Kades se Kec. Tanon,
Toga, Tomas, Toda dan Ormas.
Sambutan Camat Tanon Bp. Sarjoko, SE : Bakti sosial
gotong-royong merupakan perbuatan mulia yang masih dijalankan hingga sekarang
ini sebagai perwujudan jiwa sosial, sebagai warisan budaya para leluhur di
nusantara seharusnya kita lestarikan; Gotong royong merupakan perbuatan saling membantu atas kesulitan atau
keperluan orang lain yang harus dilestarikan sejak generasi saat ini hingga
generasi yang akan datang jangan sampai tergerus arus jaman; Yang kita lihat pada
generasi modern saat ini justru semangat gotong royong sudah semakin hilang,
mereka lebih mementingkan kepentingan diri sendiri (individualisme) serta
kurang peka bahkan kurang empati kepada orang lain, apalagi untuk saling
membantu. Sebagai contoh, saat ini di sebagian masyarakat lebih memilih
membayar denda ketidak-hadiran dalam pertemuan rapat gotong royong dan
acara-acara kegiatan sosial lainnya ketimbang menghadiri karena tidak
memberikan nilai materi; Masyarakat sepertinya enggan untuk memberi/membantu
kesulitan orang lain dan lebih senang menerima dari orang lain dan lebih suka mencari celah kesalahan dari pada
introspeksi diri mencari solusi bersama-sama.
gotong-royong merupakan perbuatan mulia yang masih dijalankan hingga sekarang
ini sebagai perwujudan jiwa sosial, sebagai warisan budaya para leluhur di
nusantara seharusnya kita lestarikan; Gotong royong merupakan perbuatan saling membantu atas kesulitan atau
keperluan orang lain yang harus dilestarikan sejak generasi saat ini hingga
generasi yang akan datang jangan sampai tergerus arus jaman; Yang kita lihat pada
generasi modern saat ini justru semangat gotong royong sudah semakin hilang,
mereka lebih mementingkan kepentingan diri sendiri (individualisme) serta
kurang peka bahkan kurang empati kepada orang lain, apalagi untuk saling
membantu. Sebagai contoh, saat ini di sebagian masyarakat lebih memilih
membayar denda ketidak-hadiran dalam pertemuan rapat gotong royong dan
acara-acara kegiatan sosial lainnya ketimbang menghadiri karena tidak
memberikan nilai materi; Masyarakat sepertinya enggan untuk memberi/membantu
kesulitan orang lain dan lebih senang menerima dari orang lain dan lebih suka mencari celah kesalahan dari pada
introspeksi diri mencari solusi bersama-sama.
Dalam kesempatan tersebut Serma Budiyanto
menyampaikan : Kita sebagai manusia, mahkluk sosial harus saling membantu dan
peduli tanpa pamrih, memperkuat empati dan menghilangkan ego pribadi serta hilangkan
rasa curiga, berburuk sangka dan mencari-cari kesalahan orang lain, tanamkan
dalam diri rasa saling menghargai satu sama lain; Memupuk rasa kebersamaan,
solidaritas dan rasa kekeluargaan antar sesama manusia untuk hidup rukun akan
melahirkan semangat gotong-royong, karena kebersamaan akan melahirkan persatuan
dan kesatuan; Dengan gotong royong kita
dapat mewujudkan cita-cita bersama, tidak ada unsur saling mengganggu hingga
akhirnya saling membantu. Maksud dan
tujuan kegiatan tersebut adalah untuk
memperkuat pertahanan sehingga akan terwujud
kebersamaan masyarakat dengan TNI semakin kuat, disisi lain untuk
menjalin hubungan yang erat antara TNI-Rakyat dan merebut hati rakyat agar TNI
selalu mencintai dan dicintai oleh rakyatnya.
menyampaikan : Kita sebagai manusia, mahkluk sosial harus saling membantu dan
peduli tanpa pamrih, memperkuat empati dan menghilangkan ego pribadi serta hilangkan
rasa curiga, berburuk sangka dan mencari-cari kesalahan orang lain, tanamkan
dalam diri rasa saling menghargai satu sama lain; Memupuk rasa kebersamaan,
solidaritas dan rasa kekeluargaan antar sesama manusia untuk hidup rukun akan
melahirkan semangat gotong-royong, karena kebersamaan akan melahirkan persatuan
dan kesatuan; Dengan gotong royong kita
dapat mewujudkan cita-cita bersama, tidak ada unsur saling mengganggu hingga
akhirnya saling membantu. Maksud dan
tujuan kegiatan tersebut adalah untuk
memperkuat pertahanan sehingga akan terwujud
kebersamaan masyarakat dengan TNI semakin kuat, disisi lain untuk
menjalin hubungan yang erat antara TNI-Rakyat dan merebut hati rakyat agar TNI
selalu mencintai dan dicintai oleh rakyatnya.













