Tanon, 16 Mei 2016
Pada hari Jumat tanggal 13 Mei 2016 Bintara Pembina
(Babinsa) Desa Jono Koramil 19/Tanon Kodim 0725/Sragen Sertu Rahmadi membantu petani melaksanakan penyemprotan padi
milik Resno, anggota Poktan Maju Makmur, Dk. Gangmayang, Desa Jono,
Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen sebagai langkah pengendalian hama padi. Penyemprotan tersebut bertujuan untuk
mengantisipasi hama ulat maupun wereng, selain itu juga untuk memberikan
kesuburan terhadap batang padi serta menghilangkan rumput yang akan tumbuh di
sekitar batang padi.
(Babinsa) Desa Jono Koramil 19/Tanon Kodim 0725/Sragen Sertu Rahmadi membantu petani melaksanakan penyemprotan padi
milik Resno, anggota Poktan Maju Makmur, Dk. Gangmayang, Desa Jono,
Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen sebagai langkah pengendalian hama padi. Penyemprotan tersebut bertujuan untuk
mengantisipasi hama ulat maupun wereng, selain itu juga untuk memberikan
kesuburan terhadap batang padi serta menghilangkan rumput yang akan tumbuh di
sekitar batang padi.
Sertu Rahmadi bersama PPL dan Dinas Pertanian melaksanakan sosialisasi untuk
mengajak para petani proaktif menaggulangi serangan hama ulat maupun hama
tanaman yang lainnya seperti tikus dan wereng sebagai antisipasi pengendalian
hama yang sudah mulai menyerang tanaman padi. Selain itu, Sertu Rahmadi juga
menghimbau dan mengajak para petani untuk melakukan penyemprotan secara
serentak guna mengendalikan serangan hama tersebut. “Bila penyemprotan
dilakukan secara serentak dan terjadwal, maka hama ulat tidak akan berpindah ke
sawah yang lainnya dan akan mati. Demi menyelamatkan tanaman padi milik petani
dan antisipasi meluasnya serangan hama yang menyerang tanaman padi, Babinsa
bersama dinas pertanian juga terus melakukan pendampingan terhadap petani untuk
menghilangkan hama wereng.
mengajak para petani proaktif menaggulangi serangan hama ulat maupun hama
tanaman yang lainnya seperti tikus dan wereng sebagai antisipasi pengendalian
hama yang sudah mulai menyerang tanaman padi. Selain itu, Sertu Rahmadi juga
menghimbau dan mengajak para petani untuk melakukan penyemprotan secara
serentak guna mengendalikan serangan hama tersebut. “Bila penyemprotan
dilakukan secara serentak dan terjadwal, maka hama ulat tidak akan berpindah ke
sawah yang lainnya dan akan mati. Demi menyelamatkan tanaman padi milik petani
dan antisipasi meluasnya serangan hama yang menyerang tanaman padi, Babinsa
bersama dinas pertanian juga terus melakukan pendampingan terhadap petani untuk
menghilangkan hama wereng.













