Sragen, 18 April 2016
Prajurit dan PNS Kodim 0725/Sragen menerima kegiatan
pengarahan Pembinaan Bintal Fungsi Komando yang dilaksanakan pada Hari Senin (18/04/16) di Aula Makodim 0725/Sragen.
pengarahan Pembinaan Bintal Fungsi Komando yang dilaksanakan pada Hari Senin (18/04/16) di Aula Makodim 0725/Sragen.
Pada kegiatan Bintal Fungsi Komando bertujuan untuk
memelihara dan meningkatkan kualitas mental prajurit dan PNS Kodim 0725/Sragen sehingga terwujud keimanan dan ketaqwaan
kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki disiplin dan moril yang tinggi serta jiwa
korsa yang solid yang di implementasikan dalam pelaksanaan tugas di satuan.
memelihara dan meningkatkan kualitas mental prajurit dan PNS Kodim 0725/Sragen sehingga terwujud keimanan dan ketaqwaan
kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki disiplin dan moril yang tinggi serta jiwa
korsa yang solid yang di implementasikan dalam pelaksanaan tugas di satuan.
Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol Inf. Denny Marantika
pada kesempatan itu juga memberikan arahan kepada Prajurit dan PNS Kodim
0725/Sragen agar sedapat mungkin untuk bisa menjauhi segala bentuk pelanggaran
yang dapat merugikan satuan, keluarga dan diri sendiri. Dandim juga menegaskan kepada
seluruh prajurit dan PNS di lingkungan Kodim 0725/Sragen , agar jangan sampai
menggunakan serta menyalahgunakan Narkoba. “Jangan hanya alasan coba-coba,
pelampiasan terhadap masalah yang dihadapi, stres dan lain sebagainya, kita
terjebak dalam penyalahgunaan Narkoba,” .
pada kesempatan itu juga memberikan arahan kepada Prajurit dan PNS Kodim
0725/Sragen agar sedapat mungkin untuk bisa menjauhi segala bentuk pelanggaran
yang dapat merugikan satuan, keluarga dan diri sendiri. Dandim juga menegaskan kepada
seluruh prajurit dan PNS di lingkungan Kodim 0725/Sragen , agar jangan sampai
menggunakan serta menyalahgunakan Narkoba. “Jangan hanya alasan coba-coba,
pelampiasan terhadap masalah yang dihadapi, stres dan lain sebagainya, kita
terjebak dalam penyalahgunaan Narkoba,” .
Prajurit dan PNS TNI yang terjebak Narkoba maka resiko
yang ditanggung cukup berat baik secara pribadi, karier, keluarga maupun
lingkungan sekitarnya.”Ingat, bahwa karier yang kita bangun ini dilakukan
dengan susah payah. Bila memiliki masalah, masih banyak cara lain yang dapat
ditempuh seperti mendekatkan diri dengan Tuhan, dekatkan dengan keluarga dan
lain-lain,” ucapnya.
yang ditanggung cukup berat baik secara pribadi, karier, keluarga maupun
lingkungan sekitarnya.”Ingat, bahwa karier yang kita bangun ini dilakukan
dengan susah payah. Bila memiliki masalah, masih banyak cara lain yang dapat
ditempuh seperti mendekatkan diri dengan Tuhan, dekatkan dengan keluarga dan
lain-lain,” ucapnya.
Terkait aksi terorisme dan antisipasi konflik komunal, ia
mengharapkan satuan teritorial agar menghidupkan kembali “Lima Kemampuan
Teritorial” yang di dalamnya termasuk intelijen teritorial. Tingkatkan
kewaspadaan nasional terhadap upaya-upaya untuk menggantikan Pancasila dengan
Ideologi yang lain, karena Pancasila sudah teruji sebagai ideologi yang paling
cocok untuk dijadikan sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia.
mengharapkan satuan teritorial agar menghidupkan kembali “Lima Kemampuan
Teritorial” yang di dalamnya termasuk intelijen teritorial. Tingkatkan
kewaspadaan nasional terhadap upaya-upaya untuk menggantikan Pancasila dengan
Ideologi yang lain, karena Pancasila sudah teruji sebagai ideologi yang paling
cocok untuk dijadikan sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia.













