Sragen, 28 Oktober 2015
Komando Distrik Militer 0725/Sragen menggelar upacara peringatan Hari
Sumpah Pemuda ke-87 tahun 2015 yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0725/Sragen
Letnan Kolonel Inf Denny Marantika di Lapangan upacara Makodim. Upacara
peringatan hari Sumpah Pemuda tahun ini mengambil Tema “Revolusi Mental Untuk
Kebangkitan Pemuda Menuju Aksi “ Satu Untuk Bumi “ , Rabu (28/11).
Sumpah Pemuda ke-87 tahun 2015 yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0725/Sragen
Letnan Kolonel Inf Denny Marantika di Lapangan upacara Makodim. Upacara
peringatan hari Sumpah Pemuda tahun ini mengambil Tema “Revolusi Mental Untuk
Kebangkitan Pemuda Menuju Aksi “ Satu Untuk Bumi “ , Rabu (28/11).
Menteri Pemuda
dan Olah Raga Republik Indonesia dalam sambutannya yang dibacakan oleh Dandim
0725/Sragen menyatakan
bahwa tema dari peringatan hari sumpah pemuda tahun ini mengandung pesan keprihatinan yang mendalam terhadap 2 hal Pertama, hari
ini kita disuguhi fenomena baru tentang berubahnya pola realasi kemasyarakatan
kita akibat arus modernisasi dan kemajuan tehnologi informasi. Pesatnya perkembangan
tehnologi ibarat pisau bermata dua. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan
informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk peningkatan kapasitas
pengetahuan dan skill. Namun disis lain membawa dampak negatif informasi – informasi
yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga
radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya tanpa dapat kita bendung
dengan baik. Kasus- kasus kekerasan dan pembunuhan yang melibatkan anak- anak
muda kitan yang bermula dari sosial media. Sosial media telah menjelma menjadi
tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya dan
lintas agama. Disinilah gerakan revolusi mental yang digagas oleh Presiden RI
Joko Widodo menemukan relevansinya. Hanya dengan pembangunan karakter kita bisa
kuat, tangguh dan kokoh menghadapi dampak negatif dari modernisasi dan
globalisasi.
dan Olah Raga Republik Indonesia dalam sambutannya yang dibacakan oleh Dandim
0725/Sragen menyatakan
bahwa tema dari peringatan hari sumpah pemuda tahun ini mengandung pesan keprihatinan yang mendalam terhadap 2 hal Pertama, hari
ini kita disuguhi fenomena baru tentang berubahnya pola realasi kemasyarakatan
kita akibat arus modernisasi dan kemajuan tehnologi informasi. Pesatnya perkembangan
tehnologi ibarat pisau bermata dua. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan
informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk peningkatan kapasitas
pengetahuan dan skill. Namun disis lain membawa dampak negatif informasi – informasi
yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga
radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya tanpa dapat kita bendung
dengan baik. Kasus- kasus kekerasan dan pembunuhan yang melibatkan anak- anak
muda kitan yang bermula dari sosial media. Sosial media telah menjelma menjadi
tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya dan
lintas agama. Disinilah gerakan revolusi mental yang digagas oleh Presiden RI
Joko Widodo menemukan relevansinya. Hanya dengan pembangunan karakter kita bisa
kuat, tangguh dan kokoh menghadapi dampak negatif dari modernisasi dan
globalisasi.
Keprihatinan
yang kedua, terkait fenomena pengelolaan sumber daya alam kita yang belum
sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan atau suistanability development.
Sebagai negara tropis indonesianmenjadi tumpuan dunia untuk menjaga
keseimbangan iklim melalui pasokan oksigennya. Namun hari ini justru kita
menjadi negara yang menyumbangkan polusi tersebar di kawasan asia tenggara
melalui kabut asap. Salah satu ikrar penting dalam sumpah pemuda 1928 adalah
satu tanah air, tanah air indonesia, poin ini memberikan tekanan yang sangat
kuat kepada para pemuda akan pentingnya menjaga tanah air sebagai bagian
penting dari komponen bumi yang kita pijak ini demi keberlangsungan masa depan
generasi penerus kita.
yang kedua, terkait fenomena pengelolaan sumber daya alam kita yang belum
sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan atau suistanability development.
Sebagai negara tropis indonesianmenjadi tumpuan dunia untuk menjaga
keseimbangan iklim melalui pasokan oksigennya. Namun hari ini justru kita
menjadi negara yang menyumbangkan polusi tersebar di kawasan asia tenggara
melalui kabut asap. Salah satu ikrar penting dalam sumpah pemuda 1928 adalah
satu tanah air, tanah air indonesia, poin ini memberikan tekanan yang sangat
kuat kepada para pemuda akan pentingnya menjaga tanah air sebagai bagian
penting dari komponen bumi yang kita pijak ini demi keberlangsungan masa depan
generasi penerus kita.












