Sragen, 28 Oktober 2015
Kodim 0725/Sragen bersama Yonif 408/Sbh menggelar shalat minta hujan
atau istisqa, Rabu (28/10) pukul 08.00 Wib di halaman Makodim. Jemaah tampak
khidmat melaksanakan shalat yang dipimpin ustadz Irfan, dari Pondok Kuwungsari
Sragen, yang diikuti 250 orang .
atau istisqa, Rabu (28/10) pukul 08.00 Wib di halaman Makodim. Jemaah tampak
khidmat melaksanakan shalat yang dipimpin ustadz Irfan, dari Pondok Kuwungsari
Sragen, yang diikuti 250 orang .
Shalat
ini digelar dengan harapan bisa turun keberkahan hujan, di mana sudah lebih
dari tujuh bulanan tidak turun hujan. Ustadz Irfan dalam ceramahnya
menyampaikan tentang hikmah shalat istisqa. Yakni para jamaah bisa koreksi diri
terhadap kesalahan yang sudah diperbuat manusia. Shalat minta hujan menurutnya
bagian dari bentuk ketidakberdayaan hamba-Nya di hadapan Allah SWT, sehingga
perlu meminta agar rahmah-Nya diturunkan kepada manusia.
ini digelar dengan harapan bisa turun keberkahan hujan, di mana sudah lebih
dari tujuh bulanan tidak turun hujan. Ustadz Irfan dalam ceramahnya
menyampaikan tentang hikmah shalat istisqa. Yakni para jamaah bisa koreksi diri
terhadap kesalahan yang sudah diperbuat manusia. Shalat minta hujan menurutnya
bagian dari bentuk ketidakberdayaan hamba-Nya di hadapan Allah SWT, sehingga
perlu meminta agar rahmah-Nya diturunkan kepada manusia.
Musim
kemarau yang sangat panjang ini banyak daerah yang kekeringan, susah mencari
air bersih, bahkan terjadi kebakaran hutan. Ada beberapa upaya mengatasi
kekurangan air tersebut, seperti dengan menggali/mengebor tanah lebih dalam
lagi hingga ratusan meter, menyediakan tangka air keliling, hingga mengadakan
hujan buatan. Namun sesungguhnya, ada satu lagi upaya yang tidak hanya
mengandalkan kekuatan tenaga dan pikir semata. Tetapi upaya ibadah, memohon
kepada Allah Sang Maha Kuasa, Yang Maha Segalanya, Yang menciptakan musim
kemarau dan yang mengirimkan hujan, yakni mengadakan shalat istisqa, shalat
minta hujan.
kemarau yang sangat panjang ini banyak daerah yang kekeringan, susah mencari
air bersih, bahkan terjadi kebakaran hutan. Ada beberapa upaya mengatasi
kekurangan air tersebut, seperti dengan menggali/mengebor tanah lebih dalam
lagi hingga ratusan meter, menyediakan tangka air keliling, hingga mengadakan
hujan buatan. Namun sesungguhnya, ada satu lagi upaya yang tidak hanya
mengandalkan kekuatan tenaga dan pikir semata. Tetapi upaya ibadah, memohon
kepada Allah Sang Maha Kuasa, Yang Maha Segalanya, Yang menciptakan musim
kemarau dan yang mengirimkan hujan, yakni mengadakan shalat istisqa, shalat
minta hujan.
Musim kemarau yang berkepanjangan,
menjadikan persoalan paling rumit yang tidak bisa dihindari, solusi apapun akan
mengalami kendala, karena yang dihadapi adalah faktor alam, dan manusia tak
mampu mengubah semua itu “ Tegas Ustadz Irfan.
menjadikan persoalan paling rumit yang tidak bisa dihindari, solusi apapun akan
mengalami kendala, karena yang dihadapi adalah faktor alam, dan manusia tak
mampu mengubah semua itu “ Tegas Ustadz Irfan.













