Berita  

RAKOR PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH SE-EKS KARESIDENAN SURAKARTA DIGELAR DI KAB SRAGEN

RAKOR PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH SE-EKS KARESIDENAN SURAKARTA DIGELAR DI KAB SRAGEN
Sragen, 23 September 2015 
Ikhtiar dan kerja keras pemkab Sragen yang mempedulikan
rakyat miskin melalui Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK)
telah diakui oleh dunia internasional dengan didapatkannya penghargaan dari
United Nation atau PBB. Salah satu kunci keberhasilan UPTPK dalam membantu
warga miskin adalah validitas data keluarga miskin. Proses pendataan KK miskin
yang valid ini diharapkan bisa dicontoh oleh daerah lain, terutama di propinsi
Jawa Tengah. 

Hal tersebut diungkapkan Bupati Sragen Agus Fatchur
Rahman saat memberikan sambutan dalam Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan
Kemiskinan (TKPK) Daerah se-Eks Karesidenan Surakarta, di ruang Sukowati,
Selasa (22/9/2015).Rapat yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh Kabupaten
kota se-soloraya ini dihadiri oleh Wakil Gubernur propinsi Jawa Tengah, 
Heru Sudjatmoko.
Ditambahkan oleh Bupati,  sejak
didirikannya UPTPK, validasi data warga miskin mulai difokuskan di wilayah
masing-masing.  Dengan biaya APBD, dan kerja sama lembaga desa/perangkat
desa bisa mendata warga miskin secara valid. Data yang valid tersebut akan
memperkecil salah sasaran dalam penyaluran bantuan.   

Sementara, Kepala Bidang Pemerintahan &Kependudukan
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) propinsi Jawa Tengah  Ibnu
Kuncoro, SE.,MM yang mewakili Kepala Bappeda Propinsi Jateng menguraikan, rakor
di kabupaten Sragen merupakan ketiga kalinya setelah dilaksanakan di kabupaten
Wonosobo, Brebes (se-eks karesidenan Pekalongan) dan Wonosobo (se-eks
Karesidenan Kedu). Ibnu setuju bahwa kerja keras dalam penanggulangan
kemiskinan memerlukan keikhlasan hati dan nurani terhadap rakyat miskin. Dan
hal itu tidak kalah pentingnya dengan pembangunan infrastruktur yang ujungnya
untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. 

Sedangkan Wagub Propinsi Jateng menguraikan tentang
komitmen pemprop Jateng untuk menurunkan angka kemiskinan. Dikatakannya,
menolong orang miskin bagaikan menabur benih untuk anak cucu kita. Anak cucu
kita dalam arti luas bisa diartikan sebagai generasi yang akan datang. 
Lanjutnya, komitmen yang kuat
untuk menolong orang miskin seharusnya timbul dari hati, tidak hanya merupakan
kewajiban saja. “Bersyukurlah jika mempunyai pemimpin yang peduli terhadap
orang miskin” jelasnya. (Kodim 0725/Sragen )

RAKOR PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH SE-EKS KARESIDENAN SURAKARTA DIGELAR DI KAB SRAGEN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *