tingkat nasional Indonesia besok tanggal 2 Oktober 2015 akan dipusatkan di
Sragen, tepatnya di desa Pringanom Kec. Masaran. Untuk mempersiapkan
pelaksanaan tersebut, kemaren (21/9/2015) tim dari PT. Buyer Indonesia, sponsor
utama peringatan tersebut berkunjung ke Sragen untuk melakukan rapat koordinasi
dengan jajaran Pemkab Sragen terkait dengan acara tersebut. Mereka diterima
langsung oleh Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman, SH, MH. di ruang rapat Bupati.
Kusnianty menjelaskan, dipilihnya desa Pringanom kecamatan Masaran karena di
desa tersebut PT. Buyer mempunyai banyak petani binaan. Para petani binaan
tersebut oleh PT. Buyer tidak hanya dibina untuk berhasil dalam bidang pertanian
saja namun mereka juga dibina tentang kesehatan keluarga. PT. Buyer Indonesia
telah bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
(BKKBN) Pusat selama 25 tahun terakhir ini. “Pada tahun – tahun lalu biasanya
lokasi peringatannya di Jakarta, tapi tahun ini kami memilih Sragen sebagai
pusat peringatan tingkat nasional,” jelas Libri.
Chandra Surapaty, MPH,PhD dijadwalkan akan hadir pada acara tersebut. Surya
Chandra juga akan menyempatkan berdialog langsung dengan para tamu undangan
diantaranya para petani binaan yang telah berhasil dalam Program Keluarga
Berencana. Selain itu, Presiden Direktur PT. Buyer Indonesia Ashraf A-Quf
rencananya juga akan hadir.
Pringanom, masih dalam rangkaian acara Peringatan Hari Kontrasepsi, pada siang
harinya akan dilaksanakan Seminar Peningkatan Kompetensi Penyuluhan KB dan
Inagurasi Duta KB Sragen sejahtera. Sebanyak 50 pasang usia subur dari para
petani binaan Buyer yang telah berhasil mengikuti Program KB akan ditetapkan
sebagai Duta KB dari Kabupaten Sragen.
Nasional yang akan dipusatkan di Kabupaten Sragen ini. Menurut Bupati hal ini
merupakan suatu kebetulan dan merupakan suatu penghargaan bagi Kabupaten
Sragen. Penyelenggaraan peringatan tepat setelah pembangunan jalan Masaran –
Pringanom selesai dilaksanakan. Selain itu jembatan Pringanom pun pada minggu
ini juga sudah selesai. “Untuk itu pada malam harinya kami berencana meresmikan
jalan dan jembatan di Pringanom tersebut” jelas Bupati. Dijelaskan pula oleh
Bupati, jembatan yang telah selesai dibangun tersebut selama 34 tahun terakhir
ini tidak tersentuh perbaikan. (Kodim 0725/Sragen )













