Sragen, 25 Agustus
2015
2015
Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol Inf Edi Saputra.S.IP
melaksanakan rapat
koordinasi bersama forum Bulog subdivre III Surakarta divre Jateng, pengusaha Beras dan pemilik
penggilingan Padi se
Wilayah kabupaten pada hari Rabu tanggal. 24 Agustus 2015 pukul 10.00 s/d 12.00 bertempat di Posko pengadaan
gabah beras dalam negeri tahun 2015 Aula
Kodim 0725/Sragen.
melaksanakan rapat
koordinasi bersama forum Bulog subdivre III Surakarta divre Jateng, pengusaha Beras dan pemilik
penggilingan Padi se
Wilayah kabupaten pada hari Rabu tanggal. 24 Agustus 2015 pukul 10.00 s/d 12.00 bertempat di Posko pengadaan
gabah beras dalam negeri tahun 2015 Aula
Kodim 0725/Sragen.
Dalam sambutannya pertemuan
Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol Inf Edi Saputra.S.IP
menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini kita laksanakan dalam
rangka untuk mendukung program pemerintah
dibidang Ketahanan Pangan Nasional, dimana kabupaten Sragen merupakan salah
satu lumbung penghasil gabah dan beras nasional guna memenuhi kebutuhan Swasembada
pangan sesuai program dari Presiden RI. Selama
ini TNI dengan petani sudah melaksanakan Program Pemerintah termasuk penyaluran pupuk-pupuk sudah mulai
berjalan dan para petani sudah bisa menikmati serta merasakan hasilnya seperti
yang diharapkan oleh pemerintah RI.
Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol Inf Edi Saputra.S.IP
menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini kita laksanakan dalam
rangka untuk mendukung program pemerintah
dibidang Ketahanan Pangan Nasional, dimana kabupaten Sragen merupakan salah
satu lumbung penghasil gabah dan beras nasional guna memenuhi kebutuhan Swasembada
pangan sesuai program dari Presiden RI. Selama
ini TNI dengan petani sudah melaksanakan Program Pemerintah termasuk penyaluran pupuk-pupuk sudah mulai
berjalan dan para petani sudah bisa menikmati serta merasakan hasilnya seperti
yang diharapkan oleh pemerintah RI.
Supaya
tidak ada miskoordinasi antara TNI dengan petani tentang penyaluran beras dari
pengusaha pengilingan padi,
maka TNI mengajak pengusaha pengilingan padi dan Bulog untuk bekerjasama dalam penyaluran beras supaya bisa
masuk ke bulog sesuai dengan kesepakatan harga dari pemerintah.
tidak ada miskoordinasi antara TNI dengan petani tentang penyaluran beras dari
pengusaha pengilingan padi,
maka TNI mengajak pengusaha pengilingan padi dan Bulog untuk bekerjasama dalam penyaluran beras supaya bisa
masuk ke bulog sesuai dengan kesepakatan harga dari pemerintah.
Lebih
lanjut Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol Inf Edi Saputra.S.IP mengingatkan
bahwa Presiden RI memerintahkan kepada Panglima TNI supaya TNI
mendampingi para petani Dalam waktu 3 tahun ini program pemerintah harus sudah
terpenuhi masalah swasembada pangan Nasional dan Indonesia tidak boleh Impor
beras dari luar negeri. Dan Kodim 0725/Sragen komitmen dengan tugas
yang diberikan oleh Panglima TNI untuk mensukseskan ketahanan
pangan Nasional guna
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
lanjut Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol Inf Edi Saputra.S.IP mengingatkan
bahwa Presiden RI memerintahkan kepada Panglima TNI supaya TNI
mendampingi para petani Dalam waktu 3 tahun ini program pemerintah harus sudah
terpenuhi masalah swasembada pangan Nasional dan Indonesia tidak boleh Impor
beras dari luar negeri. Dan Kodim 0725/Sragen komitmen dengan tugas
yang diberikan oleh Panglima TNI untuk mensukseskan ketahanan
pangan Nasional guna
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama Ketua
forum Bulog Surakarta Bp. Yudi juga
mengatakan bahwa Bulog adalah lembaga pangan yang di bentuk
pemerintah yang bersifat umum karena sebagai penampung dan penyalur beras serta
fungsi bulog adalahuntuk kepentingan ketahanan pangan Nasional sesuai program
pemerintah RI. Beras sebagai pangan yang
sensitif bagi kita semua karena beras bisa untuk bisnis dan bisa untuk
kepentingan politik sehingga bisa menimbulkan dampak yang kurang sehat
dilingkungan pengusaha/bisnis untuk itu antara bulog dan pengusaha harus
bekerjasama supaya tidak ada kesenjangan dan saling menguntungkan serta
mengikuti program pemerintah untuk mensukseskan ketahanan pangan
Nasional. Bulog memberikan harga beli
Rp.7300,- per Kg untuk beras PSO, tetapi
para pengusaha pengilingan padi belum
menyepakati harga yang ditawarkan dari bulog karena harga di luar bulog lebih
tinggi.
forum Bulog Surakarta Bp. Yudi juga
mengatakan bahwa Bulog adalah lembaga pangan yang di bentuk
pemerintah yang bersifat umum karena sebagai penampung dan penyalur beras serta
fungsi bulog adalahuntuk kepentingan ketahanan pangan Nasional sesuai program
pemerintah RI. Beras sebagai pangan yang
sensitif bagi kita semua karena beras bisa untuk bisnis dan bisa untuk
kepentingan politik sehingga bisa menimbulkan dampak yang kurang sehat
dilingkungan pengusaha/bisnis untuk itu antara bulog dan pengusaha harus
bekerjasama supaya tidak ada kesenjangan dan saling menguntungkan serta
mengikuti program pemerintah untuk mensukseskan ketahanan pangan
Nasional. Bulog memberikan harga beli
Rp.7300,- per Kg untuk beras PSO, tetapi
para pengusaha pengilingan padi belum
menyepakati harga yang ditawarkan dari bulog karena harga di luar bulog lebih
tinggi.
Hadir
dalam kegiatan tersebut Letkol Inf Edi Saputra, SIP (Dandim 0725/Sragen), Yudi (Ketua forum Bulog Surakarta), Yoyo (Sekertaris penyalur
Bulog Masaran), Perwakilan
Danramil Kodim 0725/Sragen, Perwakilan
5 orang tiap-tiap Kecamatan pengusaha giling padi, Kelompok Hunter Rice Kodim 0725/Sragen dan Tamu undangan + 100 orang. (K31 Dim 0725/Sragen).
dalam kegiatan tersebut Letkol Inf Edi Saputra, SIP (Dandim 0725/Sragen), Yudi (Ketua forum Bulog Surakarta), Yoyo (Sekertaris penyalur
Bulog Masaran), Perwakilan
Danramil Kodim 0725/Sragen, Perwakilan
5 orang tiap-tiap Kecamatan pengusaha giling padi, Kelompok Hunter Rice Kodim 0725/Sragen dan Tamu undangan + 100 orang. (K31 Dim 0725/Sragen).













