Sragen, 6 Juli 2015
Seluruh Prajurit dan
PNS Kodim 0725/Sragen melaksanakan Upacara Bendera senin
pertama Tanggal 06 Juli 2015 sekaligus Laporan anggota yang memasuki
Masa Persiapan Pensiun (MPP) bertempat di Lapangan Makodim 0725/Sragen,
Bertindak sebagai Irup (inspektur upacara) Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Edi
Saputra, S.I.P.
PNS Kodim 0725/Sragen melaksanakan Upacara Bendera senin
pertama Tanggal 06 Juli 2015 sekaligus Laporan anggota yang memasuki
Masa Persiapan Pensiun (MPP) bertempat di Lapangan Makodim 0725/Sragen,
Bertindak sebagai Irup (inspektur upacara) Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Edi
Saputra, S.I.P.
Dandim 0725/Sragen dalam
sambutannya, atas nama Komando mengucapkan terima kasih kepada Pelda Siswadi
dan Pelda Samtono atas dedikasi dan kinerjanya selama bertugas di Kodim 0725/Sragen
selama berdinas ada hal-hal yang baik agar dipedomani.
sambutannya, atas nama Komando mengucapkan terima kasih kepada Pelda Siswadi
dan Pelda Samtono atas dedikasi dan kinerjanya selama bertugas di Kodim 0725/Sragen
selama berdinas ada hal-hal yang baik agar dipedomani.
Dalam kesempatan tersebut Dandim
0725/Sragen mengucapkan terimakasih kepada para babinsa yang telah ikut
mensukseskan swasembada pangan di Kab. Sragen, Babinsa hadir di tengah petani pada posisi
membantu, bukan untuk mengambil alih tugas dari tim penyuluh. Jadi dapat
dipastikan tidak akan overlap, tapi pada banyak tempat lebih kepada menjadi
pengisi kekosongan penyuluh pertanian yang memang jumlahnya masih sangat kurang
secara nasional. Sekali lagi, pengerahan Babinsa ini karena Kementerian
Pertanian kekurangan tenaga pendamping bagi kelompok tani di Indonesia.
0725/Sragen mengucapkan terimakasih kepada para babinsa yang telah ikut
mensukseskan swasembada pangan di Kab. Sragen, Babinsa hadir di tengah petani pada posisi
membantu, bukan untuk mengambil alih tugas dari tim penyuluh. Jadi dapat
dipastikan tidak akan overlap, tapi pada banyak tempat lebih kepada menjadi
pengisi kekosongan penyuluh pertanian yang memang jumlahnya masih sangat kurang
secara nasional. Sekali lagi, pengerahan Babinsa ini karena Kementerian
Pertanian kekurangan tenaga pendamping bagi kelompok tani di Indonesia.












