Sragen, 3 Juli 2015
Mengantisipasi datangnya musim kemarau mendatang, Dinas
Sosial (Dinsos) kabupaten Sragen menyiapkan 5 unit mobil tangki air. Lima
mobil tersebut bukan milik Dinsos semua, melainkan pinjaman dari sejumlah
instansi terkait seperti PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Demikian
dijelaskan Kasi Bantuan Sosial Korban Bencana Alam Dinsos pemkab Sragen,
Budi Paryono (29/6). Dikatakanmya, kelima mobil tangki tersebut
nantinya tidak permanen di satu tempat saja namun terus bergerak ke tempat yang
membutuhkan. “Kami juga dibantu PDAM, kalau tidak salah 5-6 unit, dari
Barkorwil juga 2 unit mobil. Sifatnya tidak permanen di satu tempat namun terus
bergerak ke tempat-tempat yang membutuhkan” jelasnya.
Sosial (Dinsos) kabupaten Sragen menyiapkan 5 unit mobil tangki air. Lima
mobil tersebut bukan milik Dinsos semua, melainkan pinjaman dari sejumlah
instansi terkait seperti PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Demikian
dijelaskan Kasi Bantuan Sosial Korban Bencana Alam Dinsos pemkab Sragen,
Budi Paryono (29/6). Dikatakanmya, kelima mobil tangki tersebut
nantinya tidak permanen di satu tempat saja namun terus bergerak ke tempat yang
membutuhkan. “Kami juga dibantu PDAM, kalau tidak salah 5-6 unit, dari
Barkorwil juga 2 unit mobil. Sifatnya tidak permanen di satu tempat namun terus
bergerak ke tempat-tempat yang membutuhkan” jelasnya.
Dijelaskan Bintoro,
pihaknya juga menyiagakan 91 Tagana (Taruna Siaga Bencana) atau sukarelawan
yang disebar di 20 kecamatan. Dinsos telah menyebar pemberitahuan ke kecamatan
terkait permintaan pengedropan air dari warga. Sehingga akan cepat
tertangani bila ada bencana. “Yang sudah memiliki nomor Induk Tagana ada 31
anggota, dan yang sukarelawan ada 60 anggota, jadi semuanya 91 orang,”
jelasnya. Sementara, Direktur PDAM Djoko Suprapto
mengaku sering dimintai bantuan untuk pengedropan air oleh Dinsos. “Jadi
kalau ada permintaan, Dinsos yang akan mengkoordinasi. Kami selalu siapkan
armada” tegasnya.
pihaknya juga menyiagakan 91 Tagana (Taruna Siaga Bencana) atau sukarelawan
yang disebar di 20 kecamatan. Dinsos telah menyebar pemberitahuan ke kecamatan
terkait permintaan pengedropan air dari warga. Sehingga akan cepat
tertangani bila ada bencana. “Yang sudah memiliki nomor Induk Tagana ada 31
anggota, dan yang sukarelawan ada 60 anggota, jadi semuanya 91 orang,”
jelasnya. Sementara, Direktur PDAM Djoko Suprapto
mengaku sering dimintai bantuan untuk pengedropan air oleh Dinsos. “Jadi
kalau ada permintaan, Dinsos yang akan mengkoordinasi. Kami selalu siapkan
armada” tegasnya.













