Kalijambe, 17 Februari 2015
Pelda
Suparno Bati Tuud Ramil 18/Kalijambe Kodim 0725/Sragen mewakili Danramil melaksanakan
Coffe Morning dengan Muspika Kalijambe dan Kepala UPTD Puskesmas Kalijambe (Ibu
Dr. Siti Munthofiah,M.Kes) membahas tentang
antisipasi pencegahan penyakit saat musim penghujan terutama berkembangnya
penyakit Demam Berdarah (DB) diwilayah Kec. Kalijambepada hari Rabu tanggal 11
Pebruari 2015 pukul 11.00 s/d 12.30 Wib bertempat di Aula Puskesmas Kalijambe.
Suparno Bati Tuud Ramil 18/Kalijambe Kodim 0725/Sragen mewakili Danramil melaksanakan
Coffe Morning dengan Muspika Kalijambe dan Kepala UPTD Puskesmas Kalijambe (Ibu
Dr. Siti Munthofiah,M.Kes) membahas tentang
antisipasi pencegahan penyakit saat musim penghujan terutama berkembangnya
penyakit Demam Berdarah (DB) diwilayah Kec. Kalijambepada hari Rabu tanggal 11
Pebruari 2015 pukul 11.00 s/d 12.30 Wib bertempat di Aula Puskesmas Kalijambe.
Dalam
kesempatan tersebut Pelda Suparno menyampaikan beberapa hal antara lain, Puskesmas
agar senatiasa siaga I agar jika ada kejadian Deman Berdarah (DB) tidak
berkembang; Koramil siap membantu personel ke Puskesmas jika diperlukan dan
siap mengerahkan Babinsa diwilayah binaannya masing-masing untuk dapat
koordinasi dengan Bidang desa; Optimalkan
penyemprotan ke setiap pemukiman / rumah warga sebagai jalan pencegahan
penyakit; dan Maksimalkan sosialisasi ketiap RT agar masyarakat terhadap bahaya
Deman Berdarah (DB) sebagai antisipasi
pencegahan dengan cara mengubur / membakar barang-barang yang tidak berguna,
kaleng-kaleng bekas yang ada airnya; serta menutup tempat air dan puskesmas
agar membagi-bagikan Abate kepada warga sebagai cara awal pencegahan
berkembangbiaknya jentik nyamuk.
kesempatan tersebut Pelda Suparno menyampaikan beberapa hal antara lain, Puskesmas
agar senatiasa siaga I agar jika ada kejadian Deman Berdarah (DB) tidak
berkembang; Koramil siap membantu personel ke Puskesmas jika diperlukan dan
siap mengerahkan Babinsa diwilayah binaannya masing-masing untuk dapat
koordinasi dengan Bidang desa; Optimalkan
penyemprotan ke setiap pemukiman / rumah warga sebagai jalan pencegahan
penyakit; dan Maksimalkan sosialisasi ketiap RT agar masyarakat terhadap bahaya
Deman Berdarah (DB) sebagai antisipasi
pencegahan dengan cara mengubur / membakar barang-barang yang tidak berguna,
kaleng-kaleng bekas yang ada airnya; serta menutup tempat air dan puskesmas
agar membagi-bagikan Abate kepada warga sebagai cara awal pencegahan
berkembangbiaknya jentik nyamuk.













