Selasa,
20 Januari 2015 pukul 09.00 s.d 10.30 di Dk/Ds. Kedawung RT. 7, Kec.
Kedawung, Kabupaten Sragen berlangsung, Peletakan Batu Pertama Pencanangan
Gerakan Perbaikan Jaringan Irigasi Dalam Rangka
Swasembada Pangan dengan Ketua Panitia penyelenggara Ir. Eka Rini
Mumpuni Titi Lestari (Kadinas Pertanian Kab. Sragen), yang dihadiri ± 500
orang.
20 Januari 2015 pukul 09.00 s.d 10.30 di Dk/Ds. Kedawung RT. 7, Kec.
Kedawung, Kabupaten Sragen berlangsung, Peletakan Batu Pertama Pencanangan
Gerakan Perbaikan Jaringan Irigasi Dalam Rangka
Swasembada Pangan dengan Ketua Panitia penyelenggara Ir. Eka Rini
Mumpuni Titi Lestari (Kadinas Pertanian Kab. Sragen), yang dihadiri ± 500
orang.
Hadir
dalam kegiatan tersebut sebagai berikut Prof. DR. Winyy Dian Wibawa, M.Sc
(Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia) Kementrian
Pertanian, H. Daryanto, SH (Wabub Kab. Sragen),. Mayor Inf. Matang (Kasdim 0725/Sragen), Drs. Tatak (Sekda
Kab. Sragen), Muspika Kedawung, Seluruh Babinsa Kodim 0725/Sragen, Kelompok
Tani dan para petani Ds/Kec. Kedawung.
dalam kegiatan tersebut sebagai berikut Prof. DR. Winyy Dian Wibawa, M.Sc
(Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia) Kementrian
Pertanian, H. Daryanto, SH (Wabub Kab. Sragen),. Mayor Inf. Matang (Kasdim 0725/Sragen), Drs. Tatak (Sekda
Kab. Sragen), Muspika Kedawung, Seluruh Babinsa Kodim 0725/Sragen, Kelompok
Tani dan para petani Ds/Kec. Kedawung.
Inti
sambutan yang disampaikan dalam acara tersebut Prof. Dr. Winyy Dian Wibawa, M.Sc
(Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia) Kementrian
Pertanian sebagai berikut Sesuai intruksi Menteri Pertanian dalam jangka waktu
3 tahun akan mewujudkan Indonesia Swasembada pangan, maka sasaran utama Menetri
Pertanian melalui perbaikan saluran irigasi pertanian, Untuk menindaklanjuti
instruksi tersebut maka seluruh daerah di indonesia secara serentak melakukan
peletakan batu pertama pada tanggal 20 Januari 2015 dalam gerakan Pencanangan
Perbaikan Irigasi, Untuk mewujudkan program tersebut maka Kementrian Pertanian
bekerjasama dengan TNI AD khususnya para Babinsa dan dalam waktu dekat akan ada
pembekalan tentang Pertanian kepada para Babinsa, Upaya yang di lakukan untuk
meningkatkan Produksi swasembada pangan dengan cara peningkatan Produsi dan
perluasan lahan, akan tetapi permasalahan yang dihadapi Petani soal
ketersediaan air, makanya perlu kita canangkan perbaikan irigasi pertanian, Untuk
Program Swasemda Pangan sudah diagendakan oleh Presiden dengan meningkatkan
hasil pertanian dan bekerja keras, oleh karena itu Program ini harus diawali
dari para petani
sambutan yang disampaikan dalam acara tersebut Prof. Dr. Winyy Dian Wibawa, M.Sc
(Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia) Kementrian
Pertanian sebagai berikut Sesuai intruksi Menteri Pertanian dalam jangka waktu
3 tahun akan mewujudkan Indonesia Swasembada pangan, maka sasaran utama Menetri
Pertanian melalui perbaikan saluran irigasi pertanian, Untuk menindaklanjuti
instruksi tersebut maka seluruh daerah di indonesia secara serentak melakukan
peletakan batu pertama pada tanggal 20 Januari 2015 dalam gerakan Pencanangan
Perbaikan Irigasi, Untuk mewujudkan program tersebut maka Kementrian Pertanian
bekerjasama dengan TNI AD khususnya para Babinsa dan dalam waktu dekat akan ada
pembekalan tentang Pertanian kepada para Babinsa, Upaya yang di lakukan untuk
meningkatkan Produksi swasembada pangan dengan cara peningkatan Produsi dan
perluasan lahan, akan tetapi permasalahan yang dihadapi Petani soal
ketersediaan air, makanya perlu kita canangkan perbaikan irigasi pertanian, Untuk
Program Swasemda Pangan sudah diagendakan oleh Presiden dengan meningkatkan
hasil pertanian dan bekerja keras, oleh karena itu Program ini harus diawali
dari para petani
Pemerintah Daerah yang menerima dana program kedaulatan
pangan harus bisa memenuhi target tambahan Produksi beras sebesar 11 Juta Ton
beras, Provinsi Jawa Tengah menetapkan target penambahan Produksi sebesar 1,5
Juta Ton, Untuk Kabupaten Sragen target Produksi padi sebesar 609.298 Ton Gabah
kering giling. Kementrian pertanian mendatangkan Nota kesepahaman dengan TNI AD
pada tanggal 7 Januari 2015 melalui MOU, sekitar 50.000 personil Babinsa di
indonesia di gerakkan membantu kelompok Tani, Kerja sama meliputi penyuluhan
pertanian, Pendistribusian Pupuk, Peralatan pertanian dan membantu perbaikan
jaringan irigasi.
pangan harus bisa memenuhi target tambahan Produksi beras sebesar 11 Juta Ton
beras, Provinsi Jawa Tengah menetapkan target penambahan Produksi sebesar 1,5
Juta Ton, Untuk Kabupaten Sragen target Produksi padi sebesar 609.298 Ton Gabah
kering giling. Kementrian pertanian mendatangkan Nota kesepahaman dengan TNI AD
pada tanggal 7 Januari 2015 melalui MOU, sekitar 50.000 personil Babinsa di
indonesia di gerakkan membantu kelompok Tani, Kerja sama meliputi penyuluhan
pertanian, Pendistribusian Pupuk, Peralatan pertanian dan membantu perbaikan
jaringan irigasi.
Gerakan perbaikan irigasi dalam
rangka swasemda pangan Padi, Jagung dan Kedelai dimulai tanggal 19 Januari 2015
secara serentak di indonesia, di Kabupaten Sragen perbaikan jaringan irigasi
meliputi 4.000 Ha sawah yang berada di 8 Kecamatan, 30 Desa, dan 30 Kelompok
P3A, alokasi anggaran dari Kementrian Pertanian melalui APBN (Tugas Pembantuan)
dengan sistem bantuan sosial (Bansos), Total anggaran Sebesar Rp.
4.000.000.000,- (Empat Milyar Rupiah).
Kabupaten
Sragen memiliki luas sawah irigasi 33.150 Ha terdiri dari Irigasi Teknis
= 22.361 Ha, Irigasi 1/2 Teknis = 6.990 Ha, Irigasi sederhan = 3.990 Ha
Sragen memiliki luas sawah irigasi 33.150 Ha terdiri dari Irigasi Teknis
= 22.361 Ha, Irigasi 1/2 Teknis = 6.990 Ha, Irigasi sederhan = 3.990 Ha
Di
wilayah Kab. Sragen ada beberapa faktor yang menhambat Program Swasembada
pangan nasional di antarnya Pertumbuhan penduduk yang semakin banyak dan berpengaruh
pada kurangnya lahan persawah karena digunakan sebagai pemukinan penduduk,
Adanya proyek jalan Tol Solo-Kertosono yang melewati areal persawahan di wilayah
Kab. Sragen sehingga mengurai jumlah lahan pertanian secara signifikan.
wilayah Kab. Sragen ada beberapa faktor yang menhambat Program Swasembada
pangan nasional di antarnya Pertumbuhan penduduk yang semakin banyak dan berpengaruh
pada kurangnya lahan persawah karena digunakan sebagai pemukinan penduduk,
Adanya proyek jalan Tol Solo-Kertosono yang melewati areal persawahan di wilayah
Kab. Sragen sehingga mengurai jumlah lahan pertanian secara signifikan.













