Sragen, 15 Desember 2014
150
personel Kodim 0725/Sragen mengikuti pengarahan sosialisasi Bahaya Laten
Komunis (Balatkom) pada hari Senin 15 Desember 2014 bertempat di garasi Makodim. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh para
prajurit dan PNS Kodim 0725/Sragen. Adapun
sebagai pembicara pada kegiatan ini adalah Kasdim 0725/Sragen Mayor Inf Mantang, Danramil 08/Sambirejo Kapten
Inf Yudo Widodo dan Danramil 20/Plupuh
Kapten Inf Giri Basuki.
personel Kodim 0725/Sragen mengikuti pengarahan sosialisasi Bahaya Laten
Komunis (Balatkom) pada hari Senin 15 Desember 2014 bertempat di garasi Makodim. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh para
prajurit dan PNS Kodim 0725/Sragen. Adapun
sebagai pembicara pada kegiatan ini adalah Kasdim 0725/Sragen Mayor Inf Mantang, Danramil 08/Sambirejo Kapten
Inf Yudo Widodo dan Danramil 20/Plupuh
Kapten Inf Giri Basuki.
Dalam pengarahannya Kasdim
menyampaikan bahwa kata “laten” mempunyai arti tersembunyi, terpendam ataupun tidak
kelihatan tetapi mempunyai potensi
untuk muncul ataupun eksis lagi,
sehinngga kita tetap harus waspada dan tidak boleh lengah. Bahaya
laten komunis yang ada di Indonesia selama ini terus berupaya untuk muncul
dengan berbagai cara Bahkan aliran
kiri (komunisme) yang cenderung otoriter kini melahirkan neokomunis yang
dianggap paham demokras kita sebagai
bangsa yang memiliki sejarah kental dengan ideologi komunisme, sudah selayaknya
Indonesia memerangi paham tersebut dengan menjunjung tinggi ideologi pancasila.
Sehingga sebagai bangsa yang paham sejarah, kita
harus selalu waspada terhadap komunisme. Oleh karena itu dengan mengenang, yang
dilandasi oleh jiwa dan tekad kepahlawanan yang ditunjukkan pahlawan revolusi.
Maka kita wajib melestarikan agar menjaga keutuhan NKRI.
menyampaikan bahwa kata “laten” mempunyai arti tersembunyi, terpendam ataupun tidak
kelihatan tetapi mempunyai potensi
untuk muncul ataupun eksis lagi,
sehinngga kita tetap harus waspada dan tidak boleh lengah. Bahaya
laten komunis yang ada di Indonesia selama ini terus berupaya untuk muncul
dengan berbagai cara Bahkan aliran
kiri (komunisme) yang cenderung otoriter kini melahirkan neokomunis yang
dianggap paham demokras kita sebagai
bangsa yang memiliki sejarah kental dengan ideologi komunisme, sudah selayaknya
Indonesia memerangi paham tersebut dengan menjunjung tinggi ideologi pancasila.
Sehingga sebagai bangsa yang paham sejarah, kita
harus selalu waspada terhadap komunisme. Oleh karena itu dengan mengenang, yang
dilandasi oleh jiwa dan tekad kepahlawanan yang ditunjukkan pahlawan revolusi.
Maka kita wajib melestarikan agar menjaga keutuhan NKRI.
Kepada
para Danramil dan Babinsa diharapkan senantiasa untuk menjaga kevalidan data
tentang organisasi ataupun tapol eks G 30/S PKI yang ada di wilayahnya, karena
hanya dengan kejelian aparat kewilayahan sekalian data data yang tersimpan baik
data yang berupa dokumen maupun hasil dari pemantauan para Babinsa sekalian
data tersebut bisa lestari.
para Danramil dan Babinsa diharapkan senantiasa untuk menjaga kevalidan data
tentang organisasi ataupun tapol eks G 30/S PKI yang ada di wilayahnya, karena
hanya dengan kejelian aparat kewilayahan sekalian data data yang tersimpan baik
data yang berupa dokumen maupun hasil dari pemantauan para Babinsa sekalian
data tersebut bisa lestari.












