Sragen, 02 Desember 2014
Komandan Kodim 0725/Sragen Edi Saputra, S.I.P yang diwakili oleh Kasdim 0725/Sragen Mayor
Inf. Mantang dan Ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cab XLVI Ny. Edi Saputra Tanda tangan spanduk sepanjang 100 meter
mewarnai peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 50 dan Hari Aids Sedunia
(HAS) ke 27. Penandatangan spanduk yang dibentangkan di jalan raya Sukowati
depan Kantor Bupati Sragen tersebut bertujuan mengingatkan kepada semua orang
untuk turut serta dalam pencegahan penyebarluasan HIV / AIDS dengan cara
melindungi diri, keluarga dan masyarakat dari HIV & AIDS.
Inf. Mantang dan Ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cab XLVI Ny. Edi Saputra Tanda tangan spanduk sepanjang 100 meter
mewarnai peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 50 dan Hari Aids Sedunia
(HAS) ke 27. Penandatangan spanduk yang dibentangkan di jalan raya Sukowati
depan Kantor Bupati Sragen tersebut bertujuan mengingatkan kepada semua orang
untuk turut serta dalam pencegahan penyebarluasan HIV / AIDS dengan cara
melindungi diri, keluarga dan masyarakat dari HIV & AIDS.
Ditegaskan oleh Haryoto, WA, MM dalam laporan kegiatannya, penandatangan inisebagai
bentuk untuk memupuk rasa toleransi dan tanggung jawab semua pemangku
kepentingan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, menerapkan keutamaan dan
nilai-nilai keagamaan serta setia pada pasangannya untuk menghindari dari
penularanHIV / AIDS.
bentuk untuk memupuk rasa toleransi dan tanggung jawab semua pemangku
kepentingan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, menerapkan keutamaan dan
nilai-nilai keagamaan serta setia pada pasangannya untuk menghindari dari
penularanHIV / AIDS.
Setiap orang yang hadir di upacara peringatan tersebut boleh menandatangi
spanduk serta menuliskan pesan-pesan moraltentang pentingnya hidup sehat
dan berperilaku sehat. Penandatangan di awali oleh Wakil Bupati Sragen H.
Daryanto, SH dan seluruh Forum Pimpinan Daerah serta Sekretaris Daerah
Kabupaten Sragen Drs. Tatag Prabawanto, B, MM. Disusul kemudian oleh para
pejabat dilingkungan Pemkab Sragen dan para peserta upacara peringatan HKN dan
HAS serta masyarakat yang turut menyaksikan. Selain itu Haryoto juga
mengharapkan dengan adanya kegiatan ini akan dapat menciptakan iklim yang
kondusif ditengah-tengah masyarakat, terutama perlakuan masyarakat terhadap
para penderita HIV / AIDS. “Kami juga mengharapkan masyarakat untuk
menghilangkan stigma dan perlakuan diskriminatif terhadap orang
penderita HIV / AIDS,”tambahnya.
spanduk serta menuliskan pesan-pesan moraltentang pentingnya hidup sehat
dan berperilaku sehat. Penandatangan di awali oleh Wakil Bupati Sragen H.
Daryanto, SH dan seluruh Forum Pimpinan Daerah serta Sekretaris Daerah
Kabupaten Sragen Drs. Tatag Prabawanto, B, MM. Disusul kemudian oleh para
pejabat dilingkungan Pemkab Sragen dan para peserta upacara peringatan HKN dan
HAS serta masyarakat yang turut menyaksikan. Selain itu Haryoto juga
mengharapkan dengan adanya kegiatan ini akan dapat menciptakan iklim yang
kondusif ditengah-tengah masyarakat, terutama perlakuan masyarakat terhadap
para penderita HIV / AIDS. “Kami juga mengharapkan masyarakat untuk
menghilangkan stigma dan perlakuan diskriminatif terhadap orang
penderita HIV / AIDS,”tambahnya.
Sebelum penandatanganan spanduk, acara peringatan HKN dan HAS diawali
dengan pawai yang diikuti oleh para insan pelayan kesehatan masyarakat dan para
aktivis warga yang peduli HIV / AIDS serta masyarakat umum. Masing-masing
kelompok peserta pawai membawa spandukyang berisi pesan-pesan moral untuk
mencegah penularan HIV / AIDS. Pawai di mulai dari Pendopo Rumah Dinas Bupati
Sragen dan berakhir di tempat acara peringatan yakni di jalan raya Sukowati
depan Kantor Bupati Sragen.Ditambahkan oleh Haryoto, WA, MM secara umum
kegiatan ini dimaksudkan untuk menggalang komitmen pemangku kepentingan baik
pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat dan masyarakat luas untuk
menyebarkan informasi gaya hidup bersih dan sehat . “Kegiatan ini juga sebagai
upaya peningkatan derajad kesehatan masyarakat peningkatan permahaman
masyarakat akan pentingnya hidup dan berperilaku sehat untuk mencegah faktor
resiko penularan HIV ‘/ AIDS,”jelasnya.
dengan pawai yang diikuti oleh para insan pelayan kesehatan masyarakat dan para
aktivis warga yang peduli HIV / AIDS serta masyarakat umum. Masing-masing
kelompok peserta pawai membawa spandukyang berisi pesan-pesan moral untuk
mencegah penularan HIV / AIDS. Pawai di mulai dari Pendopo Rumah Dinas Bupati
Sragen dan berakhir di tempat acara peringatan yakni di jalan raya Sukowati
depan Kantor Bupati Sragen.Ditambahkan oleh Haryoto, WA, MM secara umum
kegiatan ini dimaksudkan untuk menggalang komitmen pemangku kepentingan baik
pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat dan masyarakat luas untuk
menyebarkan informasi gaya hidup bersih dan sehat . “Kegiatan ini juga sebagai
upaya peningkatan derajad kesehatan masyarakat peningkatan permahaman
masyarakat akan pentingnya hidup dan berperilaku sehat untuk mencegah faktor
resiko penularan HIV ‘/ AIDS,”jelasnya.
Sementara, Wakil Bupati Sragen mengatakan bahwa kesehatan adalah hal yang
menjadi perhatian serius dalam kehidupan. ”Sekuat/sehebat apapun kita, jika
kita sedang sakit kita tidak bisa melakukan aktivitas apapun” jelasnya.Dijelaskannya,
kesehatan sangatlah penting bagi kehidupan semua orang dan sangat tergantung
pada perilaku/gaya hidup masing-masing. HIV AIDS haruslah diwaspadai dengan
menjaga perilaku hidup. “Sehat atau tidak sehat sangat tergantung diri kita
masing-masing. Mari kita merefleksikan arti pentingnya kesehatan bagi kita
semua” tandasnya.
menjadi perhatian serius dalam kehidupan. ”Sekuat/sehebat apapun kita, jika
kita sedang sakit kita tidak bisa melakukan aktivitas apapun” jelasnya.Dijelaskannya,
kesehatan sangatlah penting bagi kehidupan semua orang dan sangat tergantung
pada perilaku/gaya hidup masing-masing. HIV AIDS haruslah diwaspadai dengan
menjaga perilaku hidup. “Sehat atau tidak sehat sangat tergantung diri kita
masing-masing. Mari kita merefleksikan arti pentingnya kesehatan bagi kita
semua” tandasnya.
Lebih lanjut, Wabup menjelaskan bahwa di kabupaten sragen terdapat 238
penderita HIV AIDS dan 58 diantaranya telah meninggal. “Penyebaran HIV / AIDS
harus kita cegah secara bersama-sama, dan marilah kita jaga perilaku hidup
kita,” tandasnya.
penderita HIV AIDS dan 58 diantaranya telah meninggal. “Penyebaran HIV / AIDS
harus kita cegah secara bersama-sama, dan marilah kita jaga perilaku hidup
kita,” tandasnya.













