Sragen, 11 Agustus 2014
Sragen – Munculnya gerakanIslamic State of Iraq and
Syria (ISIS) membuat elemen Muspida dan pihak terkait di Kabupaten
Sragen mengadakan langkah antisipasi agar gerakan tersebut tidak masuk ke bumi
sukowati.
Syria (ISIS) membuat elemen Muspida dan pihak terkait di Kabupaten
Sragen mengadakan langkah antisipasi agar gerakan tersebut tidak masuk ke bumi
sukowati.
Para tokoh agama dan tokoh masyarakat
(Toga-Tomas) yang difasilitasi oleh Kodim 0725/Sragen mengadakan Deklarasi Anti
Islamic State (IS) di Sragen, Jumat (8/8).
(Toga-Tomas) yang difasilitasi oleh Kodim 0725/Sragen mengadakan Deklarasi Anti
Islamic State (IS) di Sragen, Jumat (8/8).
Selain sepakat untuk menolak ISIS,
deklarasi dilakukan untuk mengintensifkan gerakan antispatif baik melalui
pengawasan wilayah rawan ataupun pengawasan terhadap warga pendatang.
Deklarasi tersebut
dihadiri Sekda Sragen, Tatag Prabawanto, Wakapolres Sragen, Kompol Yudi Arto Wiyono,
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen, Minanul Azis, Ormas yang ada di
Sragen dan sejumlah toga-tomas.
deklarasi dilakukan untuk mengintensifkan gerakan antispatif baik melalui
pengawasan wilayah rawan ataupun pengawasan terhadap warga pendatang.
Deklarasi tersebut
dihadiri Sekda Sragen, Tatag Prabawanto, Wakapolres Sragen, Kompol Yudi Arto Wiyono,
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen, Minanul Azis, Ormas yang ada di
Sragen dan sejumlah toga-tomas.
Sebelumnya di tempat yang sama juga digelar
rapat koordinasi (rakor) yang membahas kelompok ISIS. Pertemuan tersebut
menyepakati untuk menolak kelompok ISIS masuk Bumi Sukowati.
Kepala Staf Kodim
(Kasdim) 0725/Sragen, Mayor Inf Mantang mewakili Dandim 0725/Sragen, Letkol inf
Edi Saputra mengatakan, kelompok ISIS dilarang masuk Sragen. “Kegiatan ini untuk menyamakan pandangan,”
katanya. (Kodim
0725/Sragen )
rapat koordinasi (rakor) yang membahas kelompok ISIS. Pertemuan tersebut
menyepakati untuk menolak kelompok ISIS masuk Bumi Sukowati.
Kepala Staf Kodim
(Kasdim) 0725/Sragen, Mayor Inf Mantang mewakili Dandim 0725/Sragen, Letkol inf
Edi Saputra mengatakan, kelompok ISIS dilarang masuk Sragen. “Kegiatan ini untuk menyamakan pandangan,”
katanya. (Kodim
0725/Sragen )











