Kunjungi Pengrajin Sound System Babinsa Menekuni Usahanya

Kunjungi Pengrajin Sound System Babinsa Menekuni Usahanya

 

 

Berawal dari menjadi joki sound system keliling dari satu hajatan ke hajatan lain dan parade sound system, Didik, warga Dukuh Pokoh Desa Tunggul Kec. Gondang ini memulai usaha barunya sekitar 5 tahun lalu. Didik mencoba dan menekuni usaha baru yang juga tak jauh-jauh dari sound system.

Usahanya ini tidak lagi harus menginap dan begadang di warga yang menggelar hajatan untuk menunggu sound system, ini dikatakan Didik saat ditemui Sertu Aris Widodo Babinsa Tunggul Koramil 06/Gondang Kodim 0725/Sragen, Selasa ( 14/05/2024 )

“Dulu sebelum usaha menjadi pengrajin sound system, saya jadi joki atau penunggu sound system dari hajatan ke hajatan,” kata Didik

Tak jarang, akui Didik, saat menjadi joki sound system istrinya marah karena ia menjadi jarang pulang karena sound system sedang ramai. Berawal dari pengetahuannya seputar sound system itulah, Didik memutuskan menggeluti usaha sound system yang sudah jalan 5 tahun ini.

“Setelah coba-coba dan saya tekuni, akhirnya banyak permintaan,” ujar Didik.

Dua tahun lalu, apa yang sudah dirintis oleh Didik sempat mandeg karena pandemi. Berkat ketekunan dan keuletannya, Didik berusaha bangkit dari pandemi. Usahanya pun mulai kembali menggeliat. Mengawali tahun ini, pesanan atau permintaan sound system kreasinya cukup ramai dengan omset yang mencapai Rp 20 juta perbulan.

Menurut Sertu Aris, Tak banyak pengrajin sound system seperti Didik. Meski berada di desa dan proses pembuatannya tergolong manual, namun kualitas alat pengeras suara atau sound system karya Didik ini tidak diragukan. Pasalnya, hal itu dibuktikan dengan pembelinya yang datang dari berbagai kota di Jatim, Jakarta, Tangerang hingga luar Jawa.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *