Kodim Sragen – Serma Sri Widodo beserta 1 orang Babinsa Koramil 15/Gemolong Kodim 0725/Sragen turun langsung ke lapangan melakukan pengecekan harga dan ketersediaan pupuk bersubsidi di toko milik Bp. Wartono Desa Tegaldowo Kec. Gemolong, Kamis (08/01/2026).
Langkah ini dilakukan upaya mencegah terjadinya penimbunan dan spekulasi permainan harga pupuk dan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap keberlangsungan sektor pertanian dan kesejahteraan petani.
Dalam pengecekan tersebut, Serma Sri Widodo memantau ketersediaan pupuk dan berdialog langsung dengan pemilik kios. Dari hasil pemantauan diketahui stok pupuk bersubsidi di wilayah tersebut masih mencukupi. Ia menambahkan bahwa selain pupuk bersubsidi, kiosnya juga menjual berbagai jenis pupuk non-subsidi seperti NPK Mutiara, KCL, dan TSP.
Meski stok pupuk dinilai aman, terdapat sedikit kenaikan harga pada obat-obatan pertanian. “Beberapa jenis racun rumput naik dari Rp75 ribu menjadi Rp80 ribu per liter, karena biaya distribusi yang ikut meningkat,” jelas Widodo. Sementara untuk benih jagung hibrida, harga masih bervariasi mulai dari Rp465 ribu hingga Rp600 ribu per 5 kilogram tergantung jenisnya.
Widodo menegaskan bahwa kegiatan pengawasan ini bertujuan memastikan pupuk bersubsidi benar-benar disalurkan kepada petani yang berhak. “Kami turun langsung ke lapangan agar pupuk tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Babinsa juga berperan memberikan pendampingan kepada petani agar distribusi pupuk berjalan transparan dan sesuai aturan,” ujarnya.












