Kodim Sragen – Meja di Kantor PPL Kecamatan Sukodono pagi itu, Jum’at (24/4), penuh dengan peta hamparan sawah. Serka Sujadi, Babinsa Desa Majenang, tampak serius berdiskusi dengan Koordinator PPL. Mereka sedang melakukan pemetaan luas lahan pertanian.
Tujuannya untuk memastikan data riil luas tanam, jenis komoditas, dan masa tanam di Desa Majenang agar penyaluran pupuk subsidi, bibit, dan bantuan pemerintah tepat sasaran.“Kita cocokan dulu, Pak. Data di RDKK berapa, di lapangan berapa. Jangan sampai ada lahan fiktif atau malah ada yang tidak terdata,” ujar Sujadi.
Pemetaan ini menyasar lahan sawah irigasi dan tadah hujan. Dengan penggaris dan spidol, Babinsa bersama PPL menandai petak-petak sawah milik Poktan Tani Makmur dan Sido Dadi. Total luas lahan baku sawah yang dipetakan mencapai 174 hektar.
Tak hanya luas, pemetaan juga mencatat jenis tanaman dan jadwal tanam. Data ini penting untuk antisipasi serangan hama, kebutuhan air, hingga prediksi panen.
“Misal bulan depan semua tanam padi bareng, berarti butuh pupuk banyak di waktu yang sama. Kios harus siap. Kalau tidak dipetakan, nanti rebutan,” jelas Sujadi.
Hasil pemetaan sementara akan diolah jadi peta digital dan disinkronkan dengan data e-RDKK. Selanjutnya, data itu ditempel di balai desa agar petani bisa ikut mengoreksi. Bagi Sujadi, mendampingi PPL memetakan lahan adalah bagian dari tugas ketahanan pangan. “Kalau kita tahu persis berapa luas lahan kita, berapa yang produktif, kita bisa jaga stok beras dari desa. Itu kedaulatan pangan namanya,” pungkasnya.












