Sragen – Upaya pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus dilakukan oleh aparat kewilayahan. Babinsa Koramil 11/Jenar Kodim 0725/Sragen Serka Andreas melaksanakan pemantauan dan pengecekan kondisi ternak sapi milik warga di Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, guna mengantisipasi munculnya kasus PMK yang dapat merugikan para peternak, Jum’at (12/06/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Serka Andreas mendatangi kandang-kandang ternak untuk berkomunikasi langsung dengan peternak sekaligus memantau kondisi kesehatan hewan. Selain itu, Andreas juga mengingatkan warga agar selalu menjaga kebersihan kandang, memperhatikan kesehatan ternak, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan gejala yang mengarah pada PMK.
Andreas menyampaikan bahwa langkah deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat berdampak pada produktivitas ternak dan perekonomian peternak.
“Kesehatan ternak harus menjadi perhatian bersama. Jangan menunggu sapi sakit baru melapor. Jika ada gejala seperti luka pada mulut, air liur berlebihan, atau hewan terlihat lemas, segera hubungi petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujarnya.
Menurutnya, kewaspadaan dan kepedulian peternak merupakan kunci utama dalam menekan penyebaran PMK di wilayah. Dengan pemantauan rutin dan penerapan pola pemeliharaan yang baik, risiko penularan dapat diminimalkan.
“Sapi yang sehat adalah harapan peternak. Karena itu, mari bersama-sama menjaga kebersihan kandang, memperhatikan pakan, dan meningkatkan pengawasan agar PMK tidak masuk ke wilayah kita,” tambahnya.
Melalui kegiatan pengecekan ternak ini, Andreas berharap kesadaran peternak terhadap pentingnya kesehatan hewan semakin meningkat. Dengan sinergi antara peternak, pemerintah, dan aparat kewilayahan, penyebaran PMK dapat dicegah sehingga sektor peternakan tetap produktif dan mampu mendukung perekonomian masyarakat.












