Sragen – Upaya melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba terus digencarkan di berbagai lapisan masyarakat. Seperti yang dilakukan Babinsa Desa Nganti Koramil 15/Gemolong Kodim 0725/Sragen Serka Sutardi yang menghadiri sekaligus memberikan dukungan dalam kegiatan sosialisasi pencegahan dan bahaya narkoba yang diselenggarakan oleh PKK Desa Nganti, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Kamis (18/06/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh kader PKK, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkoba serta pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan barang terlarang tersebut.
Dalam kesempatan itu, Serka Sutardi menyampaikan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata yang dapat merusak masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai benteng pertama dalam pembentukan karakter anak.
“Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak-anak. Jangan sampai generasi muda yang menjadi harapan bangsa justru terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Keluarga harus menjadi garda terdepan dalam pencegahannya,” tegas Serka Sutardi.
Menurut Sutardi, pemberantasan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Melalui sosialisasi seperti ini, diharapkan kesadaran warga semakin meningkat sehingga mampu mengenali tanda-tanda penyalahgunaan narkoba dan melakukan langkah pencegahan sejak dini.
Ketua PKK Desa Nganti Ibu Rahadian, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Babinsa dalam kegiatan tersebut. Sinergi antara PKK, pemerintah desa, dan aparat kewilayahan dinilai sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai sesi tanya jawab mengenai dampak narkoba terhadap kesehatan, kehidupan sosial, serta masa depan generasi muda. “ Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap bahaya narkoba yang dapat mengancam siapa saja tanpa memandang usia maupun latar belakang “ Imbuh Sutardi.










