SRAGEN – Bara api dari diang penghangat ternak nyaris memicu kebakaran yang lebih besar di Dukuh Balang RT 14, Desa Jekani, Kecamatan Mondokan, Rabu (15/7). Beruntung, kesigapan Serka Sriyanto, Babinsa Desa Jekani Koramil 14/Mondokan Kodim 0725/Sragen bersama warga, anggota Polsek Mondokan, dan petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan kobaran api sebelum merembet ke permukiman.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.40 WIB dan menghanguskan kandang sapi milik Supardi (68). Berdasarkan keterangan saksi, api diduga berasal dari diang penghangat ternak yang merambat ke jerami dan konstruksi kandang sehingga kobaran dengan cepat membesar.
Peristiwa itu pertama kali diketahui Suyatno (50) yang melintas di depan kandang. Melihat asap pekat disertai kobaran api, ia segera meminta Roni (38) melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun Jekani. Laporan kemudian diteruskan ke Polsek Mondokan, Koramil 14/Mondokan, dan Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Sragen.
Tanpa menunggu lama, Serka Sriyanto langsung menuju lokasi. Bersama warga, ia berjibaku memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari mengamankan area agar kobaran tidak menjalar ke rumah-rumah yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak ke lokasi. Prioritas kami menyelamatkan lingkungan sekitar agar api tidak meluas. Alhamdulillah, berkat kekompakan warga, anggota Polsek, dan petugas damkar, kobaran berhasil dikendalikan sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar. Kami mengimbau masyarakat lebih berhati-hati menggunakan diang atau sumber api terbuka, terutama saat musim kemarau,” tegas Serka Sriyanto.
Sekitar pukul 15.15 WIB, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Sragen tiba di lokasi untuk melakukan pendinginan terhadap sisa bara pada kayu dan pakan ternak sehingga dipastikan api benar-benar padam.
Supardi mengaku bersyukur musibah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
“Saya berterima kasih kepada Pak Babinsa, anggota Polsek, petugas pemadam kebakaran, dan seluruh warga yang tanpa ragu membantu memadamkan api. Kalau penanganannya terlambat, bukan tidak mungkin api merembet ke rumah-rumah di sekitar kandang,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, kandang sapi milik Supardi hangus terbakar dengan kerugian ditaksir sekitar Rp1,5 juta.












