Babinsa Kawal Jembatan Merah Putih, 210 Warga Segera Nikmati Akses Baru

Babinsa Kawal Jembatan Merah Putih, 210 Warga Segera Nikmati Akses Baru

SRAGEN – Pembangunan Jembatan Merah Putih di Dukuh Sukodono, Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, mulai menunjukkan progres. Infrastruktur yang akan menghubungkan Dukuh Sukodono RT 20, Desa Pelemgadung dengan Dukuh Karang Tal, Kelurahan Plumbungan itu diproyeksikan menjadi jalur vital bagi 210 jiwa sekaligus memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.

Dalam proses pembangunan tersebut, Serka Sugeng, Babinsa Desa Pelemgadung Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen, aktif mendampingi pelaksanaan pekerjaan agar berjalan sesuai rencana. Pada Rabu (15/7), pekerjaan difokuskan pada pemasangan pondasi setelah seluruh tahapan persiapan, mulai pembersihan lokasi, pengerukan tanah hingga pelebaran akses menuju jembatan, selesai 100 persen.

Hingga hari ini, progres pembangunan jembatan telah mencapai 4,60 persen, ditandai dengan selesainya dropping material berupa batu belah, pasir, dan bahan bangunan lainnya sebagai penunjang pekerjaan pondasi.

Serka Sugeng mengatakan pembangunan jembatan tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat karena akan membuka akses yang lebih cepat, aman, dan efisien.

“Babinsa berkewajiban mendampingi setiap program pembangunan di wilayah binaan agar pelaksanaannya berjalan lancar. Jembatan ini memiliki nilai strategis karena akan mempermudah mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas bangunan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Warga Dukuh Sukodono menyambut positif pembangunan tersebut. Selama ini, akses menuju wilayah Karang Tal harus ditempuh dengan jalur yang lebih jauh, terutama saat musim hujan ketika kondisi jalan kurang bersahabat.

“Kami sudah lama menantikan jembatan ini. Jika nanti selesai dibangun, warga tidak perlu lagi memutar jauh. Anak-anak yang berangkat sekolah, petani yang mengangkut hasil panen, hingga aktivitas masyarakat lainnya akan menjadi lebih mudah dan cepat,” ujar Tukino salah seorang warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *