KWT Sasmito Tani Bendo Sukodono Wakili Semangat Ketahanan Pangan Mandiri, Dinilai Tim Kabupaten Sragen

Kodim Sragen — Semarak pemberdayaan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan pedesaan kembali menggema di Kabupaten Sragen. Kelompok Wanita Tani (KWT) Sasmito Tani di Dukuh Mayah RT 23, Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, mendapat kunjungan khusus dari Tim Penilai Lomba Ketahanan Pangan Masyarakat (Ketapang Mas) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Sragen, Jum’at (6/11/2026).

Kehadiran rombongan tim penilai dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penilai Ketapang Mas 2026, Agus Wiyono. Turut mendampingi pula Ketua Pokja 3 Kabupaten Sragen Umi Masyitoh, S.Sos., M.Si., Kabid Tanaman Pangan Hortikultura dan DKP3 Kabupaten Sragen Riyadi Nugroho, SP., MP., Sekretaris 1 TP PKK Kabupaten Sragen Tunika Purwaningrum, ST., M.Sc., serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Sragen, Juanda.

Sinergi lintas sektoral di tingkat kewilayahan juga tampak kuat dengan kehadiran Danramil 13/Sukodono Lettu Cke Sudarto dan Kapolsek Sukodono AKP Samsudin, S.H., yang turut mendampingi jalannya peninjauan hingga tuntas.

Kepala Desa Bendo, Samsu, dalam sambutan penerimaannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas kedatangan tim penilai ke wilayahnya. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan KWT Sasmito Tani dalam ajang ini bukan sekeb dar mengejar kejuaraan, melainkan sebagai wujud evaluasi dan motivasi untuk terus merawat kemandirian pangan warga desa.

“Kami menyadari masih terdapat berbagai keterbatasan di lingkungan pedesaan kami. Namun, semangat ibu-ibu KWT Sasmito Tani untuk memanfaatkan pekarangan rumah sangat tinggi. Kami mohon bimbingan dan arahan dari tim penilai agar ke depan kelompok kami bisa semakin maju dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ungkap Samsu di hadapan para tamu undangan.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Ketapang Mas 2026, Agus Wiyono, dalam arahannya memaparkan bahwa perlombaan ini diikuti oleh perwakilan terbaik dari 20 kecamatan di Kabupaten Sragen. Dari puluhan peserta tersebut, tim penilai bersama TP PKK dan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat akan menyaring enam nomine terbaik untuk memperebutkan peringkat Juara 1 hingga Juara Harapan 3 tingkat Kabupaten Sragen. Pada kesempatan tersebut, tim juga menyerahkan bantuan bibit cabai dari pihak perbankan (BRI) untuk mendukung produktivitas kelompok.

Agus merinci, terdapat lima aspek utama yang menjadi instrumen penilaian dalam ajang ini. “Aspek penilaian meliputi kelembagaan kelompok, tingkat partisipasi dan ajakan kepada masyarakat, dokumentasi kegiatan, budidaya dan produksi, hingga efisiensi pemanfaatan hasil produksi,” jelasnya.

Ia menambahkan, program Ketapang Mas ini diinisiasi untuk menindaklanjuti program pemberdayaan masyarakat oleh TP PKK Kabupaten Sragen. Tujuannya agar kaum ibu dapat optimal mengelola pekarangan di sekitar rumah, menularkan semangat kemandirian ke lingkungan sekitar, sekaligus menjaga stabilitas ketersediaan dan harga komoditas pangan khususnya cabai di pasaran Kabupaten Sragen secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *