Kodim Sragen – Memasuki musim penghujan, berbagai wilayah di Kabupaten Sragen mulai menunjukkan peningkatan curah hujan. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Menyadari potensi ancaman tersebut, Para Babinsa aktif turun ke lapangan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat.
Selasa (18/11/2025) Salah satunya adalah Pelda Suripan, Babinsa Desa Kaloran Koramil 15/Gemolong Kodim 0725/Sragen melaksanakan kegiatan sosialisasi di wilayah binaannya. Pelda Suripan menyampaikan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan masyarakat dalam menghadapi musim hujan.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang ekstrem. Pastikan saluran air di sekitar rumah bersih dari sampah agar tidak terjadi penyumbatan yang bisa menyebabkan banjir,” ujarnya.
Selain itu, Suripan juga mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk lebih berhati-hati. “Jika ada tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan pada tebing, segera laporkan kepada perangkat desa atau Babinsa terdekat. Jangan ragu untuk mengungsi jika situasi semakin membahayakan,” tambahnya.
Selain memberikan imbauan, para Babinsa juga aktif berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk memantau kondisi infrastruktur dan mempersiapkan langkah-langkah penanggulangan bencana.
Dengan adanya upaya antisipasi yang komprehensif ini, diharapkan dampak buruk dari bencana alam di musim penghujan dapat diminimalkan. Kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan Gemolong yang tangguh bencana.


