Sragen, 20 Desember
2012
2012
Komandan
Kodim 0725/Sragen Letkol Inf. R. Wahyu Sugiarto S.IP bersama Muspida Kab.
Sragen menghadiri Lounching Antologi Puisi 127
Penyair Se Indonesia yang diselenggarakan
oleh DKDS (Dewan Kesenian Daerah Sragen)
Kodim 0725/Sragen Letkol Inf. R. Wahyu Sugiarto S.IP bersama Muspida Kab.
Sragen menghadiri Lounching Antologi Puisi 127
Penyair Se Indonesia yang diselenggarakan
oleh DKDS (Dewan Kesenian Daerah Sragen)
pada hari Kamis, tanggal 20 Desember 2012
pukul 20.30 s/d 23.45 bertempat di Pendopo Somonegaran Rumah Dinas
Bupati Kab. Sragen
pukul 20.30 s/d 23.45 bertempat di Pendopo Somonegaran Rumah Dinas
Bupati Kab. Sragen
Lounching Antologi Puisi 127 Penyair Se
Indonesia yang mengambil tema “ Dari Sragen Memandang
Indonesia “ ini dihadiri
oleh Pejabat Muspida kab. Sragen beserta seluruh Instansi terkait, Tokoh Budaya
dan 127 Penyair dari seluruh Indonesia. “ini
memang baru pertama kalinya diadakan di Bumi Sukowati, namun harapan kedepan
acara semacam ini akan terus berkembang dan marak bahkan mampu menjadi salah
satu icon bagi Kab. Sragen” Kata Ketua panitia Drs. Heru Agus Santoso. Lebih lanjut
dalam kesempatan sambutannya Bupati Sragen menyampaikan :
Indonesia yang mengambil tema “ Dari Sragen Memandang
Indonesia “ ini dihadiri
oleh Pejabat Muspida kab. Sragen beserta seluruh Instansi terkait, Tokoh Budaya
dan 127 Penyair dari seluruh Indonesia. “ini
memang baru pertama kalinya diadakan di Bumi Sukowati, namun harapan kedepan
acara semacam ini akan terus berkembang dan marak bahkan mampu menjadi salah
satu icon bagi Kab. Sragen” Kata Ketua panitia Drs. Heru Agus Santoso. Lebih lanjut
dalam kesempatan sambutannya Bupati Sragen menyampaikan :
1.
Kami
ucapkan banyak terima kasih kepada Penyair yang telah menyumbangkan puisinya di Antologi ini, Alhamdulillah di malam hari ini Antologi puisi ini terbit
pertama kalinya sampai akhir kiamat.
Kami
ucapkan banyak terima kasih kepada Penyair yang telah menyumbangkan puisinya di Antologi ini, Alhamdulillah di malam hari ini Antologi puisi ini terbit
pertama kalinya sampai akhir kiamat.
2.
Saudara-saudara
sekalian khusunya yang
bukan penyair dan yang
datang di undangan
ini karena merasa ada semacam panggilan yang
lain, saya ingin sampaikan puisi ini memang berbeda dengan cabang kesenian yang lain, kalau cabang
kesenian itu cukup dengan telinga kita akan bisa nikmati, tetapi ketika kita
mencerna sebuah puisi seluruh pontensi hidup terus kita pakai, kadang saya minta kepada Kepala Dinas dan
lain-lain untuk menghayati keindahan ini,
tidak ada satupun pemimpin di
dunia ini tidak mencintai keindahan.
Saudara-saudara
sekalian khusunya yang
bukan penyair dan yang
datang di undangan
ini karena merasa ada semacam panggilan yang
lain, saya ingin sampaikan puisi ini memang berbeda dengan cabang kesenian yang lain, kalau cabang
kesenian itu cukup dengan telinga kita akan bisa nikmati, tetapi ketika kita
mencerna sebuah puisi seluruh pontensi hidup terus kita pakai, kadang saya minta kepada Kepala Dinas dan
lain-lain untuk menghayati keindahan ini,
tidak ada satupun pemimpin di
dunia ini tidak mencintai keindahan.
3.
Puisi
itu amat dahsyat dan amat luar biasa, sehingga puisi itu bisa digunakan dari waktu kewaktu dan
diwaktu yang
kosong.
Puisi
itu amat dahsyat dan amat luar biasa, sehingga puisi itu bisa digunakan dari waktu kewaktu dan
diwaktu yang
kosong.
4.
Mudah-mudahan
Antologi Puisi ini sebagai pencerah bagi Indonesia
khususnya kami yang
hadir ini dan sebagai pintu masuk Kab. Sragen yang kita cintai ini.
Mudah-mudahan
Antologi Puisi ini sebagai pencerah bagi Indonesia
khususnya kami yang
hadir ini dan sebagai pintu masuk Kab. Sragen yang kita cintai ini.
5.
Kepada
seluruh penyair jangan lelah berkarya.
Kepada
seluruh penyair jangan lelah berkarya.
Acara dilanjutkan penyerahan buku
“Dari Sragen Memandang Indonesia” kepada 127 Penyair Indonesia oleh
FPD Kab. Sragen dan pembacaan Puisi oleh Penyair.
“Dari Sragen Memandang Indonesia” kepada 127 Penyair Indonesia oleh
FPD Kab. Sragen dan pembacaan Puisi oleh Penyair.














