Sragen, 23 Oktober 2012.
Suasana semarak terlihat di pintu masuk pasar bunder Sragen,Selasa 23 Oktober 2012. Tak seperti biasa, pagi itu sepanjang pintu masuk terlihat barisan pedagang yang stand by dengan rapi. Sekitar Pukul 08.00 Wib, rombongan iring – iringan mobil pun mendarat di areal parkir pasar induk terbesar di bumi Sukowati itu. Sambutan hangat pun langsung terlihat dari kerumunan pedagang ketika satu per satu pejabat penting keluar dari mobil. Dibagian depan, tampak Deputi Advokasi Kantor Pusat Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ), kemudian diikuti rombongan dari BKKBN Provinsi Jateng dan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman, Wabup Sragen Daryanto, Dandim Letkol Inf R. Wahyu Sugiarto, S.IP, Kajari Gatot Gunarto dan Pejabat Muspida lainnya mengiringi di belakang. Ya, kemarin Kab. Sragen kembali kedatangan tamu istimewa dari kantor pusat BKKBN RI. Rombongan yang dipimpin Deputi Advokasi , Hardiyanto itu sengaja bertandang ke sragen untuk menengok ” Program KB Grebek Pasar ” yang digulirkan Pemkab Sragen.
Setelah berinteraksi dan kampanya program KB ke Pedagang, Deputi pun mengaku sangat terkesan dengan program maupun keberadaan poliklinik KB di Pasar Bunder. Bahkan, karena baru pertama kali di indonesia, Deputi pun tanpa ragu akan menjadikan program ini sebagai model percontohan daerah lainsecara nasional. ” ini ide yang sangat bagus, Sangat efektif untuk menjaring keikutsertaan KB karena pasar itu kan tempat berinteraksi dan berkumpul banyak masyarakat. Apalagi ada penyiaran lewat radio komunitas juga,” ujar Hardiyanto di sela-sela kunjungan. Menurut Hardiyanto, terobosan seperti KB Grebek Pasar diharapkan bisa mempercepat capaian program KB di Indonesia. Menurutnya, dari statistik secara nasional tahun ini realisasi partisipasi KB sudah mencapai 6,8 Juta atau 70 persen dari total pasangan usia subur ( PUS ) . Sementara target tahun 2012 sebanyak 7,3 Juta akseptor dari PUS.
Dalam sambutannya , Bupati Agus Fachur Rahman menyerukan agar pedagang maupun masyarakat proaktif ikut ber- KB, Sebab dengan KB diyakini akan bisa menciptakan keluarga yang sejahtera dan terjamin masa depannya. ” Yen anake sitik kan isa menehi gizi sing luwih apik, ” ujar Agus. Sementara, Kasubid Keluarga sejahtera BKBPMD Sragen, Waryono menambahkan KB Grebek Pasar itu merupakan gagasan dari Pemkab dalam upaya menyosialisasikan KB ke masyarakat. di Pasar Bunder sendiri sudah dibuat poliklinik layanan KB gratis bagi pedagang.














