Kamis (29/11/18), Kodim
0725/Sragen menggelar pengajian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H yang
berlangsung di Aula Makodim. Peringatan
Maulid Nabi kali ini mengangkat tema “
Jadikan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1440 H/2018 M sebagai suri
teladan bagi prajurit dan PNS-TNI AD yang berjiwa kesatria, militan, loyal,
profesional modern dan manunggal dengan rakyat “.
0725/Sragen menggelar pengajian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H yang
berlangsung di Aula Makodim. Peringatan
Maulid Nabi kali ini mengangkat tema “
Jadikan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1440 H/2018 M sebagai suri
teladan bagi prajurit dan PNS-TNI AD yang berjiwa kesatria, militan, loyal,
profesional modern dan manunggal dengan rakyat “.
Sementara itu, Kyai Haji
Abdul Muin dari Ponpes At Taubah Karanganyar Patihan dalam ceramahnya
menuturkan, Maulid Nabi merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Rosulullah, lanjutnya, merupakan pribadi yang menjadi tauladan bagi umat Islam.
Sebagai umat Islam memiliki kewajiban kepada Rosul di antaranya, Iman kepada
Nabi Muhammad SAW, mencintai Rosul dan meneladani akhlaq Nabi. “Sebagai prajurit dan PNS
maka kita juga meneladani akhlaq Nabi dengan sikap berkarakter ramah dengan
wajah yang bercahaya. “Supaya bercahaya, salah satunya harus terbiasa senyum
dan mengucap salam. Maka mari latihan senyum,” sebutnya.
Abdul Muin dari Ponpes At Taubah Karanganyar Patihan dalam ceramahnya
menuturkan, Maulid Nabi merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Rosulullah, lanjutnya, merupakan pribadi yang menjadi tauladan bagi umat Islam.
Sebagai umat Islam memiliki kewajiban kepada Rosul di antaranya, Iman kepada
Nabi Muhammad SAW, mencintai Rosul dan meneladani akhlaq Nabi. “Sebagai prajurit dan PNS
maka kita juga meneladani akhlaq Nabi dengan sikap berkarakter ramah dengan
wajah yang bercahaya. “Supaya bercahaya, salah satunya harus terbiasa senyum
dan mengucap salam. Maka mari latihan senyum,” sebutnya.
Dikatakan, senyum adalah
salah satu ibadah yang paling ringan, namun memiliki keutamaan yang tidak bisa
dianggap remeh. Yang umum terjadi, senyum tidaknya seseorang tergantung kondisi
keuangan. “Kalau uangnya banyak, senyum. Begitu ngga punya duit, susah senyum,”
guraunya. Terkadang, senyum tidaknya seseorang juga bergantung pada masalah
yang dihadapi. “Semestinya ada uang atau tidak, ada masalah atau tidak, tetap
senyum,” pesannya.
salah satu ibadah yang paling ringan, namun memiliki keutamaan yang tidak bisa
dianggap remeh. Yang umum terjadi, senyum tidaknya seseorang tergantung kondisi
keuangan. “Kalau uangnya banyak, senyum. Begitu ngga punya duit, susah senyum,”
guraunya. Terkadang, senyum tidaknya seseorang juga bergantung pada masalah
yang dihadapi. “Semestinya ada uang atau tidak, ada masalah atau tidak, tetap
senyum,” pesannya.
Dikatakan, kalau pun tidak
bisa senyum, sebisa mungkin tidak sampai menunjukkan wajah masam atau sinis
dengan orang lain. Yang lebih diutamakan tentu adalah wajah yang selalu
semringah, menyenangkan dan enak dipandang. Sebab menampakkan keceriaan wajah
kepada orang lain, akan mendapatkan pahala sama seperti pahala orang yang
bersedekah.
bisa senyum, sebisa mungkin tidak sampai menunjukkan wajah masam atau sinis
dengan orang lain. Yang lebih diutamakan tentu adalah wajah yang selalu
semringah, menyenangkan dan enak dipandang. Sebab menampakkan keceriaan wajah
kepada orang lain, akan mendapatkan pahala sama seperti pahala orang yang
bersedekah.
Kyai Haji Abdul Muin
menambahkan bahwa Allah SWT menggolongkan orang-orang yang mampu menahan
amarahnya sebagai kelompok yang diistimewakan masuk surga. Sebab, menahan
amarah merupakan salah satu akhlak penghuni surga. Demikian pula, Rasulullah
SAW bersabda tentang orang-orang yang memaafkan orang lain, “Tidakkah seseorang
memaafkan satu saja perbuatan aniaya (yang dilakukan seseorang terhadapnya),
kecuali Allah SWT menambahkan kemuliaan padanya lantaran sikap memaafkannya
itu.” Tegasnya.
menambahkan bahwa Allah SWT menggolongkan orang-orang yang mampu menahan
amarahnya sebagai kelompok yang diistimewakan masuk surga. Sebab, menahan
amarah merupakan salah satu akhlak penghuni surga. Demikian pula, Rasulullah
SAW bersabda tentang orang-orang yang memaafkan orang lain, “Tidakkah seseorang
memaafkan satu saja perbuatan aniaya (yang dilakukan seseorang terhadapnya),
kecuali Allah SWT menambahkan kemuliaan padanya lantaran sikap memaafkannya
itu.” Tegasnya.













